Berita Badung
Bule Inggris Merasa Kena Prank Lihat Kuta, GIPI Bali: Bali Baru Pulih dari Pandemi
Bule Inggris Merasa Kena Prank Lihat Kuta, GIPI Bali: Bali Baru Pulih dari Pandemi
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Viral Bule asal Inggris merasa kena ‘prank’ saat datang berwisata ke Kuta, Badung, Bali.
Wisatawan perempuan yang juga influencer tersebut mengatakan Kuta tak sebagus foto yang ada di sosial media. Dalam video tersebut ia merekam bagaimana macetnya jalanan Kuta dan sampah yang berserakan di Pantai Kuta.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan hal tersebut wajar terjadi karena Bali baru saja pulih dari Pandemi Covid-19.
• Ramalan Zodiak Besok 28 Januari 2024 untuk Cancer, Leo dan Virgo: Horoskop Karir, Cinta dan Keuangan
“Ya pasca pandemi hal tersebut terjadi di seluruh dunia. Saya kan travelling kemana-mana seperti ke Hongkong. Pasca pandemi ini memang banyak infrastruktur yang belum ready,” jelas, Gus Agung pada, Sabtu 27 Januari 2024.
Gus Agung mengatakan intinya jangan saling menyalahkan kondisi Bali bahkan di tempat lain tidak kalah lebih buruknya juga. Menurutnya setelah pandemi ini mungkin pada Tahun 2025 infrastruktur dan masalah sampah bisa tertangani. Terlebih pada Tahun 2024 masih diadakan Pemilu setelah itu juga pungutan wisatawan asing agar di maksimalkan.
Baca juga: PROMO JSM Hypermart dan Superindo Besok 28 Januari 2024: Murah, Duren Monthong Lokal Rp5.470/100gr
“Dari pungutan wisatawan tersebut setidaknya ada anggaran sedikit untuk perbaikan infrastruktur dan pemerintah mampu,” bebernya.
Ia juga mengatakan tidak memprediksi Bali mengalami reborn dari Pandemi cukup cepat.
Sehingga yang tadinya banyak karyawan dirumahkan lalu dipanggil lagi dan harus di latih bekerja lagi, dan itu tidak bisa hanya dalam waktu satu tahun.
Pasca Pandemi hendaknya juga dilakukan pendekatan Pentahelix untuk membangun Pariwisata Bali Pendekatan Pentahelix dalam pariwisata Bali melibatkan lima stakeholder kunci, yaitu pemerintah, industri, akademisi, masyarakat, dan media. Kolaborasi aktif di antara kelima pihak ini membantu mengelola, mempromosikan, dan mengembangkan pariwisata secara berkelanjutan.
“Pemerintah memberikan regulasi, industri memberikan layanan, akademisi memberikan pengetahuan, masyarakat memberikan budaya lokal, dan media membantu dalam promosi. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan sinergi yang kuat guna meningkatkan keberlanjutan dan kesejahteraan bersama,” tutupnya.
Meski baru dilakukan penataan oleh Pemkab Badung, kawasan Kuta ternyata sudah kumuh.
Padahal pantai Kuta yang berlokasi di Kabupaten Badung itu sangat dikenal oleh wisatawan mancanegara.
Gelar Operasi Pasar Murah, Upaya Badung Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg dan Sembako |
![]() |
---|
Pencarian Masih Dilanjutkan, Tiga Korban Terseret Arus di Pantai Mengening Belum Ditemukan |
![]() |
---|
Langsung Gencarkan GPM dan OPM, Upaya Badung Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg dan Sembako |
![]() |
---|
3 Korban Terseret Arus di Pantai Mengening Badung Belum Ditemukan, Tim SAR Baru Temukan 3 HP Korban |
![]() |
---|
Posko Siaga PHK untuk Karyawan di Pantai Bingin Ditutup, 30 Usaha Belum Berhasil Didata |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.