Berita Denpasar
Bulan Bahasa Bali Keenam Dibuka Dengan Festival Nyurat Lontar dan Mengetik Aksara Bali 500 Siswa
Bulan Bahasa Bali Keenam Dibuka Dengan Festival Nyurat Lontar dan Mengetik Aksara Bali 500 Siswa
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bulan Bahasa Bali keenam dibuka pada, Kamis 1 Februari 2024. Bulan Bahasa Bali ini akan digelar mulai dari 1 Februari sampai 2 Maret 2024 mendatang.
Acara pembukaan Bulan Bahasa Bali ini dimulai dengan festival nyurat lontar dan mengetik aksara Bali dan dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Denpasar.
Saat diwawancarai, Dewa Indra mengatakan Bulan bahasa Bali ini adalah sarana, wahana, media dan instrumen untuk terus menjaga kelestarian kejayaan bahasa aksara dan sastra Bali.
“Karena inilah satunya cara bahwa bahasa aksara sastra Bali akan terus digunakan dan hidup ditengah masyarakat. Kita bisa pstikan didaerah lain yang juga punya bahasa daerah aksara daerah belum tentu punya cara media instrumen yang menjaga dan membuat itu tetap hidup,” ujar, Dewa Indra.
Baca juga: Rayakan Ulang Tahun ke-54, Gramedia Adakan Promo Diskon Hingga 54 Persen
Dewa Indra juga mengatakan memang pada daerah lain bahasa daerahnya masih ada dan digunakan. Tetapi belum tentu membuat hidup ditengah masyarakat. Dari sekian banyak bahasa ibu atau bahasa daerah sudah banyak yang punah termasuk di Indonesia, selain bahasa aksara juga banyak yang hilang.
“Kalau bahasanya relatif masih ada tetapi aksaranya tidak hidup tidak banyak digunakan ditengah masyarakat. Untuk tetap hidup aksara Bali dibawa ke tekhnologi sebab kalau masih tradisional maka kita pastikan akan ditinggalkan karena anak-anak sudah hidup dalam dunia digital maka diciptakan instrumen digital agar anak-anak bisa menulis aksara Bali dan membaca serta menggunakannya,” bebernya.
Sehingga terdapat penulisan aksara Bali dan karya seni yang dipadukan antara seni dan sastra. Sementara itu, salah satu siswa yang mengikuti festival nyurat lontar di Art Center yakni, Desak Putu Widya (17) kelas 2 MIPA SMAN Denpasar mengatakan menulis lontar menggunakan aksara Bali ini berisikan bahwa generasi muda harus belajar mengenai aksara di Bali. Saat menulis lontar, Desak pun mengakui terdapat kesulitan karena berbeda saat menulis aksara di buku tulis.
“Karena saya masih pemula jadi lumayan untuk nulisnya karena berbeda dengan kertas kalau lontar permukaannya agak keras sehingga kita harus menggunakan pengerupakan untuk menulis. Ini kedua kalinya saya ikut. Saya mengajukan diri karena senang bidang sastra. Pastinya sangat bersyukur senang ikut meramaikan festival bulan bahasa Bali,” tutupnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.