Berita Tabanan
Harga Lobster Tembus Rp 400 Ribu, Nelayan Yeh Gangga Tabanan Semangat Melaut
Harga Lobster Tembus Rp 400 Ribu, Nelayan Yeh Gangga Tabanan Semangat Melaut
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Meski masih dalam musim Sasih Kewulu, namun nelayan di Tabanan, khususnya Yeh Gangga, Desa Sudimara Kecamatan/Kabupaten Tabanan masih bisa melaut. Saat ini nelayan di pesisir Tabanan itu sumringah.
Hal itu lantaran saat ini tangkapan lobster cukup lumayan didapat, dan harganya cukup tinggi dibanding sebelumnya. Harga lobster saat ini pun relatif tinggi mencapai Rp 400 ribu per 200 gramnya.
Koordinator Nelayan Tabanan, Kadek Wita mengaku, bahwa sudah tiga hari ini dirinya dan nelayan di Yeh Gangga dapat melaut. Untuk hasil tangakapan saat ini lebih banyak lobster. Kondisi untuk tangakapan ikan belum ada sama sekali. Namun, untuk lobster satu nelayan bisa menangkap dari satu hingga dua kilogram lobster.
Baca juga: Antisipasi Wisatawan Enggan ke Bali, Sekda Dewa Indra Minta Aparat Gerak Cepat Atasi Kasus Kriminal
“Ikan tidak ada. Yang ada lobster. Sekali jalan paling cuma satu sampai dua kilo dapat,” ucapnya, Kamis 1 Februari 2024.
Dek Wita menjelaskan, untuk harga sendiri dibanding sebelumnya memang mengalami kenaikan. Sebelumnya, atau pada saat angin kencang-kencangnya, harga lobster hanya di kisaran Rp 350 ribu. Kemudian, naik ke Rp 375 ribu. Hingga saat ini mencapai Rp 400 ribu.
“Kalau ikan memang tidak ada sama sekali. Tadi ada delapan julung mencari ikan dari nelayan Yeh Gangga, tapi tidak ada dapat,” ungkapnya.
Ia mengakui, bahwa saat ini yang bisa dapat lumayan untuk tangkapan ialah para pemancing ikan. Namun, hasil tangkapan ikan campuran. Misalnya saja Ika kerapu, atau ikan karang dasar. Pada hari ini, ada sekitar lima jukung yang berangkat untuk mancing di tempatnya.
Baca juga: Owner Ayuterra Jadi Tahanan Rumah Kejaksaan, Tubuhnya Dipasangi Alat Pelacak
“Paling yang bisa dapat ikan ya pemancing. Mancing dasaran. Dapatnya ya ikan karang, kayak kerapu dan lainnya,” jelasnya.
Saat ini untuk kondisi cuaca, sambungnya, belum sepenuhnya membaik. Angin tidak berhembus kencang saat pagi hari saja. Mulai dari pukul 06.00 Wita sampai pukul 11.00 Wita. Namun, ketika setela itu hingga malam hari angin cukup kencang dan disertai hujan.
“Kami juga berharap memang bantuan yang kemarin kami ajukan segera turun. Kami kemarin ajukan jaring dan mesin tempel. Semoga setelah pemilu semua turun bantuan dari Provinsi dan Badung itu,” bebernya.
Wita menambahkan, bahwa sebagai koordinator nelayan Tabanan ia membawahi sedikitnya 28 kelompok nelayan. Mulai dari
Nelayan Yeh Gangga, Tanah Lot, Pasut, Tibu Biu, Kelating, Batu Tampih, Belalang, Kedungu hingga Nyanyi. (ang).
DUKA 2 Cewek Bandung di Bajera Tabanan, Gede Suarsana Tak Bisa Menghindar, Nyawa Dini Melayang |
![]() |
---|
Laka Maut di Tabanan Bali, Dua Cewek Bandung Bernasib Tragis, Nyawa Fitriani Tak Tertolong |
![]() |
---|
Polres Tabanan Ungkap 4 Kasus Narkoba Sepanjang Agustus 2025, Dua Residivis Berstatus Mahasiswa |
![]() |
---|
KETERLALUAN! Pelaku Pencurian Pratima di Tabanan Jual Barang Rajahan Secara Online |
![]() |
---|
TARGET Kunjungan Hingga 7.000 Wisatawan, Jatiluwih Festival VI Suguhkan Booth UMKM & Atraksi Budaya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.