Profil
Bacakan Pemberhentian AWK Hari Ini, Berikut Profil Lengkap Made Mangku Pastika
I Made Mangku Pastika lahir 22 Juni 1951 di Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali
Penulis: Ida Ayu Suryantini Putri | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM - Made Mangku Pastika yang menjabat sebagai anggota DPD RI dapil Bali hari ini membacakan pemberhentian Arya Wedakarna atau AWK.
I Made Mangku Pastika lahir 22 Juni 1951 di Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali
Pastika merupakan putra kedua dari enam bersaudara.
Baca juga: AWK Dipecat dari DPD RI Lewat Putusan yang Dibacakan Mangku Pastika, Terbukti Langgar Kode Etik
Ia adalah seorang politikus dan purnawirawan polisi Indonesia.
Saat ini menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) mewakili Provinsi Bali sejak 2019.
Made Mangku Pastika juga menjabat Wakil Ketua Badan Kehormatan.
Sebelumnya, ia menjabat Gubernur Bali dari 2008 hingga 2018.
Baca juga: Mangku Pastika Bacakan Pemecatan Arya Wedakarna dari DPD RI, Ini Respon AWK
Ia juga merupakan seorang tokoh kepolisian dan politikus Indonesia.
Ayahnya merupakan seorang pendidik, guru tari, dan juga guru silat.
Ia menguasai enam bahasa asing dan merupakan lulusan Akabri Kepolisian pada tahun 1974 atau yang dikenal dengan nama Praja Gupta.
Baca juga: Beredar Kabar AWK Dipecat dari Posisi Anggota DPD RI, Terungkap Gagasan Bagi Suara
Riwayat pendidikan
- Lulus dari Sekolah Rakyat
- Lulus dari SMP Negeri 1 Bengkulu
- Lulus dari SMA Negeri 2 Palembang.
- Lulus Akademi Kepolisian AKABRI (1974)
Baca juga: Dua Periode Menjabat sebagai Anggota DPD RI, Berikut Harta Kekayaan AWK
- Tahun 1975
Latihan Brimob/Pelopor di Bogor.
Ditugaskan sebagai Komandan Peleton 1 Kompi I, Batalyon B, Brimob Polda Metro Jaya.
Ditugaskan di Timor Timur (hingga tahun 1976) - 1977
Menikah dengan Ni Made Ayu Putri
Karier
- 1977–1981Menjadi ajudan Menteri Pertahanan dan Keamanan / Panglima ABRI, Jenderal TNI Maraden Panggabean.
1984 - Menyelesaikan pendidikan di PTIK
Kepala Sub Dinas Pencurian Berat, Direktorat Reserse Polda Metro Jaya. - 1985
Kepala Unit Kejahatan Harta Benda, Direktorat Reserse Kepolisian Daerah Metro Jaya. - 1987
Kapolsek Tambora Jakarta Barat . - 1988–1989
Anggota Kontingen Garuda IX bergabung dengan pasukan PBB di Namibia. - 1990–1991
Melanjutkan pendidikan di Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (SESKOAD).
- 1991
Kepala Satuan Penyidik Kejahatan Perbankan, Sub Direktorat Reserse Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia
Kepala Bagian Reserse Ekonomi, Polda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara (hingga tahun 1992)
- 1992
Kepala Satuan Penyidik Perbankan di Mabes Polri, mendapatkan pelatihan di Inggris dalam bidang penanganan krisis.
- 1993
Mendapatkan pelatihan di Australia dalam bidang penanganan kejahatan berat. - 1994-1995
Kepala Kepolisian Resort Jakarta Barat - 1996–1997
Wakil Asisten Perencanaan dan Anggaran Kapolda Metro Jaya
menempuh pendidikan di Sekolah Staf Komando ABRI (hingga tahun 1997), satu-satunya Perwira Polri yang menempuh pendidikan di SESKO ABRI, karena Perwira Polri menempuh dijalur pendidikan Polri (SESPIM dan SESPATI). - 1997–1999
Kepala Departemen Kerjasama Internasional di NCB/Interpol
Belajar di Sekolah Staf Komando ABRI (lulus 1997) dan mendalami Ilmu Investigasi Kriminal Internasional Tokyo, Jepang.
Direktur Reserse Ekonomi Mabes Polri
Kepala Departemen Informasi Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia
Korserse Polri (sampai tahun 1999) - 1999
Direktur Tindak Pidana Tertentu Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia
Tugas BKO Polda Timor Timur - 2000
Sekretariat Interpol Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia
Sekretaris NCB-Interpol Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia
Direktur Reserse Pidana Tertentu Sekretaris NCB/Interpol
Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur - 2000–2003
Kepala Kepolisian Daerah Irian Jaya
Ketua Tim Investigasi Bom Bali. - 2003–2005
Ketua Tim Gabungan Investigasi Bom Bali
Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri
Kepala Kepolisian Daerah Bali - 2005–2008
Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional prestasinya antara lain: Pengungkapan pabrik Ekstasi Terbesar 3 didunia yang berada di Cikande, Tangerang-Banten.
Ia nonaktif dalam jabatannya di Badan Narkotika Nasional sejak 1 April 2008 untuk berkonsentrasi dalam kampanye pencalonan dirinya sebagai Gubernur Bali. Dengan didukung PDI-Perjuangan, Pastika mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Bali berpasangan dengan A.A.G.N Puspayoga dan berhasil memenangi pemilu dengan meraih 55,04 persen suara. - 2008–2013
Gubernur Bali (Periode pertama).
Pada periode ini Made Mangku Pastika menggugat Bali Post karena dinilai telah memberikan sebuah berita bohong terkait konflik desa adat (pakraman) yang terjadi di Kabupaten Klungkung. Berdasarkan vonis hakim Pengadilan Negeri Denpasar, Bali Post dinyatakan bersalah dan dihukum untuk meminta maaf kepada Mangku Pastika selaku Gubernur Bali secara terbuka di media massa lokal dan nasional selama tujuh hari berturut-turut. - 2013–2018
Gubernur Bali (Periode kedua)
Dalam Pilgub Bali 2013, I Made Mangku Pastika berpasangan dengan I Ketut Sudikerta, Ketua DPD Golkar Bali, yang diusung oleh Partai Golkar, Partai Demokrat dan parti pendukung lainnya berhasil mengalahkan A.A.G.N Puspayoga yang berpasangan dengan Dewa Nyoman Sukrawan yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/made-mangku-pastika.jpg)