Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Beredar Kabar AWK Dipecat dari Posisi Anggota DPD RI, Terungkap Gagasan Bagi Suara

Beredar Kabar AWK Dipecat dari Posisi Anggota DPD RI, Terungkap Gagasan Bagi Suara

Tayang:
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Gusti Ngurah Arya Wedakarna 

 

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kabar Arya Wedakarna (AWK) dipecat dari posisinya sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah RI (DPD RI) viral di media sosial, keputusan pemecatan itu disebut-sebut dikeluarkan oleh Badan Kehormatan lembaga tersebut.

Dari potongan video yang beredar, pemecatan AWK itu dibacakan oleh anggota DPD asal Bali, Made Mangku Pastika yang juga merupakan Wakil Ketua Badan Kehormatan lembaga perwakilan rakyat itu.

Hingga saat Tribun Bali masih berupaya mengkonfirmasi AWK dan Badan Kehormatan DPD RI terkait video yang telah viral tersebut.

Baca juga: Krisis Pegawai, 2 Tenaga Metrologi Gianyar Untuk 20 Ribuan Timbangan dan 29 SPBU

Sebelumnya saat AWK mendaftarkan diri sebagai caleg DPD RI di Pemilu 2024, kehadirannya di KPU Bali sempat menarik perhatian.

AWK mengenakan pakaian adat Bali dengan dominasi warna hitam. Incumbent anggota DPD RI dua periode itu datang sekitar pukul 13.40 Wita didampingi sejumlah stafnya.

AWK menuturkan, pihaknya menyetorkan sebanyak 6.699 dukungan pemilih ke KPU Bali. Dukungan tersebut telah mencakup seluruh kabupaten dan kota di Bali.

“Kita sudah serahkan jumlah dukungan sebanyak 6.699 dukungan yang tersebar. Walaupun syaratnya 50 persen kabupaten/ kota di Bali, tapi kita merata di seluruh (kabupaten dan kota) Provinsi Bali,” ujar AWK saat sesi konferensi pers.

Baca juga: Curi Dua Buah Scanner Injeksi Motor, Gede Adi Diringkus

AWK menuturkan, pendaftarannya ke KPU Bali sebagai bakal calon anggota DPD RI Pemilu 2024 guna melanjutkan program kerja yang telah dirancang sebelumnya.

“Astungkara karena dua kali sudah diberikan kesempatan untuk menjadi anggota DPD RI dari Bali, tentu tiang (saya) ingin melanjutkan apa yang diperjuangkan, tentunya untuk Bali yang berdaulat,” ujarnya.

Sejumlah hal yang ingin terus diperjuangkan AWK di antaranya infrastruktur, serta budaya Hindu dan Bali. AWK mengatakan, nantinya akan mengemukakan gagasan bagi suara.

“Di sini saya juga mulai berpikir, akan ada pola kerjasama yang baik. Kalau mungkin Pemilu-Pemilu sebelumnya, masing masing calon itu berjuang sendiri-sendiri, tapi saya akan menggagas sebuah gerakan politik, mungkin pertama kali di Indonesia, jadi istilahnya AWK bagi suara,” ujarnya.

Gagasan AWK bagi suara dilakukan guna menjaring bakal calon anggota DPD RI yang memiliki kesamaan visi dan misi.

AWK menilai, seluruh anggota DPD RI dari Bali harus memiliki frekuensi yang sejalan. Perbedaan frekuensi dinilai dapat menimbulkan sejumlah tantangan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved