Populer Bali

Berita Viral Bali: Pria Berbobot 210 Kg Meninggal, Pemulangan Jenazah PMI dari Jepang, Kasus Narkoba

Berita viral Bali yang pertama menyoroti terkait peristiwa meninggalnya pria yang memiliki berat badan 210 kilogram di Gianyar, pemulangan jenazah PMI

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ady Sucipto
Ist
Kolase foto - Kisah Bombom Pria Obesitas yang Meninggal di Gianyar Bali, Kedua Orang Tua Sudah Lama Tiada 

Dari penggeledahan itu, polisi tidak menemukan barang bukti narkoba. Hanya saja polisi justru menemukan satu butir peluru airsoft gun, satu parang, serta satu ponsel. Seluruh barang temuan itu langsung diamankan polisi sebagai barang bukti.

Diatmika mengatakan, Joko saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polres Buleleng. Polisi sedang mendalami keterlibatannya sebagai bandar narkoba di wilayah Desa Pegayaman, serta kepemilikan senjata rakitan dan airsoft.

"Joko saat ini masih diperiksa. Lengkapnya besok (hari ini) akan dirilis langsung oleh Kapolres. Selain dijerat Undang-Undang Narkotika, dia juga terancam dijerat Undang-Undang Darurat karena memiliki senjata ilegal," ujarnya, Minggu (4/2).

Joko kabur saat polisi menggerebek rumahnya di Desa Pegayaman. Polres Buleleng kemudian membentuk tim khusus memburu Joko.

Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi mengatakan, Joko sudah lama masuk Target Operasi (TO) Satuan Narkoba Polres Buleleng.

Saat Joko kabur, polisi menemukan senjata api rakitan hingga airgun dan senjata tajam. AKBP Widwan menyatakan senjata-senjata tersebut ilegal.

Untuk itu pihaknya telah membuat laporan polisi terkait kepemilikan senjata ilegal tersebut sehingga Joko dapat terancam dijerat dengan Undang-Undang Darurat.

Widwan Sutadi mengatakan, sebelum dilakukan penggerebekan, rumah Joko memang dijadikan tempat jual beli sabu. Polisi bahkan sampai harus menyamar membagi-bagikan sembako agar bisa mendekat ke rumah Joko.

"Untuk masuk ke sana (Desa Pegayaman) kami harus melakukan berbagai cara. Sampai harus menyamar bagi-bagi sembako. Kami monitor Joko ini sudah lama jadi bandar, bahkan bagian dari TO. Kami masih terus melakukan penyelidikan, dari mana sabu-sabu ini disuplai dan kepada siapa saja dijual," paparnya.

 (Tribun Bali/weg/mpa/rtu)

>>> Baca berita terkait <<<

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved