Berita Buleleng

Penangkapan Bandar Narkoba Asal Pegayaman Buleleng, Joko Ngaku Koleksi Senjata untuk Melindungi Diri

Hairul Basari alias Joko berdalih mengoleksi airsoft gun hingga senjata rakitan sebagai upaya untuk melindungi diri.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Polisi menunjukkan tersangka Hairul Basari alias Joko serta sejumlah senjata yang ditemukan dari hasil penggeledahan di rumah milik Joko, Senin (5/2) 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Hairul Basari alias Joko berdalih mengoleksi airsoft gun hingga senjata rakitan sebagai upaya untuk melindungi diri.

Bandar narkoba asal Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng ini membeli senjata-senjata tersebut melalui toko online

Baca juga: Narkoba Masih Mendominasi, 57 Warga Binaan Lapas Kelas IIB Singaraja Diberi Penyuluhan


Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi ditemui Senin (5/2) mengatakan, pihaknya sudah dua kali melakukan penggeledahan di rumah milik Joko yakni pada Minggu (21/1) serta pada Sabtu (3/2) kemarin.

Dari penggeledahan itu, pihaknya menemukan satu buah pedang, satu buah senjata rakitan, satu buah pistol airsoft gun, enam buah tabung gas soft gun, satu buah kapak, serta satu buah belati.

Baca juga: Polresta Denpasar Ungkap 34 Kasus Peredaran Narkoba, Amankan Ribuan Ekstasi hingga Ratusan Gram Sabu


Dari pengakuan Joko, sejumlah senjata ia beli secara ilegal di marketplace Facebook untuk melindungi diri jika ada yang menyerang dirinya.

Namun saat ini polisi masih menyelidiki apakah seluruh senjata itu pernah digunakan Joko untuk melukai seseorang atau tidak.

"Pengakuan Joko senjatanya hanya ditaruh di rumah, tidak dibawa ke mana-mana. Sejauh ini kami juga belum menemukan apakah pernah digunakan untuk melukai seseorang," kata AKBP Widwan. 

Baca juga: Tergiur Upah Rp600 Ribu, Agus Hermawan Nekat Jadi Kurir Narkoba, Kini Dituntut 7 Tahun Penjara


Ditambahkan AKBP Widwan, saat hendak melakukan penangkapan pada Minggu (21/1) lalu pihaknya sudah mengetahui kalau Joko memiliki sejumlah senjata di rumahnya.

Sehingga saat melakukan penangkapan, pihaknya harus menyamar dengan membagi-bagikan sembako.

Bahkan personel juga harus dilengkapi dengan rompi anti peluru.

Baca juga: Polresta Denpasar Ungkap 34 Kasus Peredaran Narkoba, Amankan Ribuan Ekstasi hingga Ratusan Gram Sabu

Namun apes, upaya penangkapan gagal dilakukan sebab Joko berhasil kabur lewat atap rumah tetangganya. 


Selama kabur dari kejaran polisi, Joko rupanya sempat bersembunyi di sebuah kebun yang ada di wilayah Desa Pegayaman.

Ia kemudian pulang ke rumah mengambil mobilnya, lalu kabur ke rumah mantan istrinya di Malang, Jawa Timur.

Baca juga: Polres Kawasan Bandara Ngurah Rai Amankan Dua Orang yang Terlibat Narkoba di Bali

Setelah beberapa hari berada di Malang, Joko kemudian memutuskan untuk kembali ke Bali.

Kedatangan Joko di Bali berhasil diketahui oleh Sat Narkoba Polres Buleleng, sehingga Joko berhasil ditangkap di Terminal Mengwi pada Jumat (2/2) kemarin. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved