Berita Karangasem
Bemula Dari Asam Lambung, Hingga Berbudidaya Madu Kale
I Wayan Hendrawan (32), pemuda asal Br. Pekarangan, Desa Ngis, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem sukses membudidayakan madu jenis kale
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Fenty Lilian Ariani

Untuk permintaan madu cukup banyak di pasar.
Panen rutin tiap bulan."Astungkara sekarang menghasilkan. Minimal 700 ribu perbulan,"imbuh Hendrawan.
Wisatawan domestik dan mancanegara yang datang ke lokasi untuk panen madu lumayan banyak.
Kadang wisatawan yang datang beli madu hingga 1 juta. Wisatawannya mengaku puas dengan wisata pondok madu kale.
Pihaknya rencana menambah koloni, sehingga madu kale yang dihasilkan terus meningkat.
Pihaknya mengaku sering mengikuti pameran untuk mempromosikan made kale. Terakhir ikut pameran festival di Nusa Penida, Klungkung.
Sebelumnya juga sempat ikut pameran di Candra Buana, Kab. Karangasem.
"Mangsa pasar sudah ada. Warga sekitar serta luar yang membeli madu lumayan banyak,"kata Wawan
"Rintis usaha madu tahun 2023. Karena didukung pasar, akhirnya lanjut ke usaha ini. Untuk sekarang panen terhambat dikarenakan musim hujan. Kalau musim hujan hasil panen alami penurun karena sari bunga berguguran, dan kale tak mau keluar,"akui Wayan Hendrawan.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.