Pemilu 2024

Hasil Hitung Cepat Ganjar-Mahfud Keok, Wayan Koster Jilid II Terancam di Bali? PDIP Bersuara

Hasil Hitung Cepat Ganjar-Mahfud Keok, Wayan Koster Jilid II Terancam di Bali? PDIP Bersuara

Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
Istimewa
Tim pemenangan Ganjar-Mahfud menggelar kampanye akbar di Balai Budaya Ida Dewa Istri Kanya Klungkung, Rabu (17/1/2024) sore. Eka Mita Suputra 

Di Badung, Ganjar-Mahfud hanya meraih suara 41.91 % , kalah jauh dari Prabowo-Gibran yang mendapat suara 55.03 % . Sedang Anies-Muhaimin mendapapat suara 3.06 % .

Begitu juga di Kabupaten Buleleng, daerah asal Ketua DPD PDIP Bali yang juga eks Gubernur Bali I Wayan Koster.

Di Buleleng, Ganjar-Mahfud bahkan hanya meraih suara 34.35 % , kalah jauh dari Prabowo-Gibran yang mendapat suara 55.82 % . Sedang Anies-Muhaimin mendapapat suara 9.836 % .

Kekalahan juga dialami jagoan PDIP di Kota Denpasar dan Karangasem, yang Wali Kota dan Bupatinya dari PDIP.

Sementara di Klungkung dan Jembrana, dua kabupaten yang tidak dikuasai PDIP, Ganjar-Mahfud mengalami kekalahan telak dari Prabowo-Gibran.

Perolehan suara Ganjar-Mahfud ini menjadi perhatian khusus bagi DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar.

PDIP Denpasar menilai, perolehan Pilpres ini akan berdampak pada Pilkada 2024, dimana Wayan Koster juga kabarnya akan maju menjadi kontestan dalam Pilgub Bali.

Terkait hal itu, PDIP Denpasar akan mengubah strategi dalam Pilkada 2024 mendatang.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat diwawancarai 15 Februari 2024 di kantor DPC PDIP Denpasar.

“Kami akan pelajari hal ini dalam satu minggu ke depan. Pola kerja akan kami ubah untuk mengamankan suara di Pilkada,” kata Arya Wibawa.

Apalagi menurutnya, Pilkada serentak dan berdekatan dengan Pilpres serta Pileg merupakan barang baru bagi semua partai politik.

Oleh karena itu, mempelajari strategi yang tepat dan pola kerja yang baru merupakan sesuatu yang harus dilaksanakan.

Arya Wibawa mengatakan, meskipun Paslon Ganjar-Mahfud kalah di Denpasar, namun tak berbanding lurus dengan suara Legislatif.

“Misalnya ada satu banjar Ganjar mendapat 1550 suara, kemudian Prabowo dapat 1750 suara. Namun  dalam pemilihan legislatif malah terbalik, PDIP unggul 1.800,” katanya.

Ia pun menilai, dalam pemilihan legislatif, masyarakat masih cenderung memilih PDI Perjuangan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved