Berita Denpasar

Tiru Surabaya, Pemkot Denpasar Akan Lakukan Penataan Pedestrian Jalan Gajah Mada

Tiru Surabaya, Pemkot Denpasar Akan Lakukan Penataan Pedestrian Jalan Gajah Mada

Penulis: Putu Supartika | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Suasana kawasan Jalan Gajah Mada Denpasar baru-baru ini 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pedestrian kawasan Jalan Gajah Mada Kota Denpasar rencananya akan ditata.

Penataan pedestrian ini tak hanya meliputi Jalan Gajah Mada Denpasar, namun juga Jalan Hasanuddin hingga Jalan Thamrin, Denpasar. 

Khusus untuk di Jalan Gajah Mada akan dibuat seperti pedestrian di Surabaya dengan penataan yang lebih baik lagi. 

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, rencana penataan Pedestrian Gajah Mada ini sudah direncanakan sejak lama. 

Bahkan sudah ada Detail Enggineering Design (DED). 

"Kami memang sudah merancang Jalan Gajah Mada bisa ditata lagi. Bahkan itu sudah ada DED dengan konsep seperti Pedestrian di Surabaya," kata Arya Wibawa, Minggu 18 Februari 2024. 

Selain penataan, utilitas juga bakal ditata termasuk penggunaan LPJU dengan yang lebih baik lagi. 

Pihaknya juga akan merubah konsep terutama untuk toko-toko yang masih fokus menjual kain.

Baca juga: Dua Mantan Kades Di Kintamani Berpeluang Lolos Jadi Anggota DPRD Bangli


Dimana akan dilakukan pendekatan agar tempatnya bisa dikolaborasikan dengan konsep berjualan lainnya seperti menjual kopi.

"Konsepnya kemungkinan nanti akan dirubah. Kami akan melakukan pendekatan kepada toko-toko itu. Kalau sudah pasti pendanaan baru akan mendekati pemilik toko di gajah Mada dan Sulawesi. Sekarang kan masih buka kain, jam 18.00 Wita19.00 Wita saja sudah sepi. Kenapa itu  tidak dimanfaatkan. Seperti di bawahnya pusat oleh-oleh di atasnya kopi. Kalau memang tidak bisa meninggalkan kainnya, bisa di atas kain di bawahnya kopi," katanya.

Namun menurutnya, realisasinya diundur karena masih ada kendala Pemilu di tahun 2024 ini.

Kemungkinan ke depannya, penataan rencananya akan dilakukan berkolaborasi dengan Pemprov Bali. 

Sebab, bukan saja penataan di Jalan Gajah Mada, namun juga akan berlanjut ke perbaikan Jalan Hasanuddin hingga Jalan Thamrin. 

Ia menambahkan, kemungkinan program tersebut baru akan terealisasi tahun 2025 atau di tahun 2026. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved