TKI Asal Bali Meninggal di Jepang
Sisa Donasi yang Terkumpul Akan Digunakan Untuk Biaya Ngaben dan Diserahkan Kepada Keluarga
Sisa Donasi yang Terkumpul Akan Digunakan Untuk Biaya Ngaben dan Diserahkan Kepada Keluarga
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Keluarga sempat terkendala biaya untuk memulangkan layon Ida Bagus Subali ke Bali dan sempat membuka dana donasi.
Setelah membuka donasi dan meminta bantuan ke Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali, Disnaker Jembrana dan pihak terkait lainnya akhirnya layon Ida Bagus Subali tiba di Bali pada sore ini.
"Kami kemarin terkendala dengan biaya yang cukup besar sehingga kami galang donasi untuk pemulangan secara gotong royong," ujar Ketua Umum Puskor Hindunesia, Ida Bagus Ketut Susena sekaligus perwakilan keluarga, saat ditemui pada Rabu 21 Februari 2024 di terminal kargo internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.
Dimana awalnya pihak keluarga sempat bingung dan buntu tidak ada jalan keluar untuk menanggung biaya kepulangan layon Ida Bagus Subali tersebut mengingat nominalnya yang cukup besar.
Diperkirakan biaya untuk proses kepulangan itu memakan hingga Rp 80 juta.
"Perkiraan angkanya 80 jutaan itu kita sudah nyerah secara finansial apalagi yang bersangkutan adalah TKI ilegal tidak memiliki jaminan asuransi dan ketenagakerjaan. Termasuk tidak memiliki inang (penyalur tenaga kerja) yang kita mintai pertanggungjawaban. Ini yang menjadi kendala," imbuh Bagus Susena.
Lalu pihaknya (Puskor Hindunesia) melakukan koordinasi dengan KBRI di Tokyo dan mereka siap membantu proses pemulangan dengan menanggung setengah dari keseluruhan biaya.
Kemudian setengahnya lagi biaya itu dibayar dari hasil penggalangan donasi yang terkumpul.
"Kemarin yang sudah terkumpul itu mencapai Rp 90 jutaan, dan sudah direncanakan selain untuk biaya pemulangan itu donasinya akan kita gunakan untuk biaya pengabenan dan untuk santunan keluarga," ungkapnya.
Baca juga: Jenazah PMI Ida Bagus Subali Akhirnya Tiba di Bali Dengan Dana Donasi dan Fasilitasi Pemerintah
Baca juga: Almarhum Ida Bagus Subali Bekerja di Jepang Sejak 2020, Gunakan Visa Kunjungan
Sebelumnya keluarga sangat mengharapkan almarhum ini sebagai tulang punggung keluarga baik untuk pendidikan anak-anak maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga ada hal dari sisi kemanusiaan kita untuk membantu keluarga juga (berikan santunan).
Dan prosesi pengabenan akan dilakukan keluarga pada 26 Februari 2024 mendatang.
Bagus Susena mengatakan pihak keluarga mendapatkan kabar duka meninggalnya almarhum pada 22 Januari 2024 lalu dikarenakan sakit.
Sakit yang dialami itu sebelumnya sudah diketahui oleh keluarga sebelum almarhum berangkat ke Jepang pada 2020 lalu.
Dimana saat itu almarhum mengidap penyakit gula darah atau diabetes dan belum normal kadar gula darahnya.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.