Populer Bali

Daftar Bahan Pokok yang Naik H-3 Jelang Hari Raya Galungan: Beras, Buah Impor & Lokal, Sampai Busung

Tiga hari (H-3) menjelang Hari Raya Galungan, berita hangat di Bali yang menjadi sorotan adalah kenaikan sejumlah bahan-bahan pokok, seperti beras

Penulis: Arini Valentya Chusni | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/ Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
Suasana ruko buah di Pasar Badung jelang Hari Raya Galungan, Jumat 23 Februari 2024. Harga buah pisang capai Rp 4 ribu per biji. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Inilah beberapa berita menarik di Bali yang menyedot perhatian luas publik menjelang Hari Raya Galungan, Minggu, 25 Februari 2024.

Tiga hari (H-3) menjelang Hari Raya Galungan, berita hangat di Bali yang menjadi sorotan adalah kenaikan sejumlah bahan-bahan pokok, seperti beras premium yang belum menunjukkan penurunan.

Masih jelang H-3 momentum Hari Raya Galungan, pemerintah Kota Denpasar menjamin stok daging babi aman.

Baca juga: Viral Bali: Pura Termegah di Indonesia Ada di Klungkung, Kakek Tewas Ditabrak Mobil di Denpasar

Berikut berita terhangat Bali jelang perayaaan Hari Raya Galungan:

Harga beras premium dan buah turut naik

Menjelang hari raya Galungan, harga beras kualitas super I di Bali belum turun, bahkan cenderung terus naik.

Sudah satu bulan lamanya, beras dijual dengan harga Rp 17.000 per kg.

Selain beras, harga telur, minyak goreng dan buah-buahan juga naik. Pedagang dan ibu-ibu di Denpasar mengeluhkan kenaikan harga komoditas pangan ini.

Santi, salah satu pedagang di Pasar Cokroaminoto Denpasar mengatakan stok beras yang ia ambil dulunya laku dalam waktu satu minggu.

Namun kini, Santi mengambil beras tersebut untuk kemudian diecer kembali ke pembeli.

“Iya dulu sekali ngambil 10 pak misalnya, habis dah satu minggu terjual semua. Sekarang nggak begitu. Masyarakat lebih milih beras eceran yang dijual Rp 16 ribu per kg,” ujar Santi kepada Tribun Bali, Sabtu (24/2).

Adapun harga beras Rp 16 ribu per kg tersebut merupakan beras jenis medium lokal C4. Santi menjual beras premium kemasan 5 kg dibanderol Rp 83 ribu.

“Bersihnya saya dapat untung paling-paling Rp 700-800. Belum dihitung plastiknya untuk bungkus, keresek dan sebagainya. Kalau kotor ya Rp 1 ribu,” kata Santi.

Baca juga: Harga Beras Terus Merangkak Naik, Menkeu Sri Mulyani Khawatir Inflasi Ikut Terkerek

Selain beras, harga telur juga naik dibanderol Rp 52 ribu per krat. Padahal dulunya hanya Rp 50 ribu.

“Biasanya yang beli per krat itu yang dagang makanan. Kalau masyarakat biasa sukanya beli per butir, 10 butir dibanderol Rp 18 ribu,” kata Santi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved