Populer Bali

Daftar Bahan Pokok yang Naik H-3 Jelang Hari Raya Galungan: Beras, Buah Impor & Lokal, Sampai Busung

Tiga hari (H-3) menjelang Hari Raya Galungan, berita hangat di Bali yang menjadi sorotan adalah kenaikan sejumlah bahan-bahan pokok, seperti beras

Penulis: Arini Valentya Chusni | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/ Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
Suasana ruko buah di Pasar Badung jelang Hari Raya Galungan, Jumat 23 Februari 2024. Harga buah pisang capai Rp 4 ribu per biji. 

Terkait penampahan Galungan ini, Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar memastikan stok babi masih cukup aman.

Hal ini karena populasi babi di Kota Denpasar masih cukup banyak yang membuat harga babi sempat anjlok.

Selain itu, jarang juga masyarakat yang memotong babi secara mandiri dan kebanyakan memanfaatkan Rumah Potong Hewan atau RPH.

Hal itu diungkapkan Kepala Distan Kota Denpasar Anak Agung Gde Bayu Brahmasta, Sabtu (24/2).

Ia mengatakan, saat ini rata-rata penyembelihan perhari di rumah potong hewan (RPH) sebanyak 200 ekor.

Saat H-1 penampahan, ia memprediksi bisa memotong dua kali lipat dari itu.

"Kalau stok babi kami pastikan aman. Kalau pemotongan di RPH pasti meningkat hingga dua kali lipat. Ya 350 ekor sampai 400 ekor kita lakukan pemotongan. Setiap Galungan pasti naik," katanya.

Dikatakannya, harga daging babi bersih juga masih stabil di angka Rp 80.000 per kilogram. Sementara untuk harga babi hidup sudah naik mencapai Rp 35.000 sampai Rp 40.000 per kilogram.

"Kemarin karena stok babi melimpah peternak sempat pusing harga babi anjlok. Sekarang sudah naik stabil," katanya.

Sementara itu, proses pemeriksaan daging babi jelang penampahan Galungan hanya cukup di pasar-pasar besar saja.

Pihaknya tidak lagi menurunkan tim untuk pemeriksaan kesehatan dan kebersihan hewan di rumah-rumah.

Sebab, pemotongan babi di Denpasar masih lebih banyak ke RPH. Alasannya, selain murah pemotongan di RPH juga lebih higienis karena ada pemeriksaan dari dokter hewan langsung.

"Biasanya ada yang berkelompok motong sendiri. Sekarang sudah menurun, kebanyakan di RPH. Karena jatuhnya lebih murah dan kebersihannya terjamin. Setelah itu baru dibagikan ke masing-masing warga," imbuhnya.

Khusus pemeriksaan ini, pihaknya menerjunkan 15-20 tim ke pasar-pasar.

Mereka akan memeriksa kebersihan dan kesehatan daging yang sudah disiapkan pedagang. Hal itu dilakukan untuk antisipasi kandungan bakteri bisa membahayakan masyarakat. (tribunbali/avc/sar/sup)

>>> Baca berita terkait <<<

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved