Populer Bali

Daftar Bahan Pokok yang Naik H-3 Jelang Hari Raya Galungan: Beras, Buah Impor & Lokal, Sampai Busung

Tiga hari (H-3) menjelang Hari Raya Galungan, berita hangat di Bali yang menjadi sorotan adalah kenaikan sejumlah bahan-bahan pokok, seperti beras

Penulis: Arini Valentya Chusni | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/ Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
Suasana ruko buah di Pasar Badung jelang Hari Raya Galungan, Jumat 23 Februari 2024. Harga buah pisang capai Rp 4 ribu per biji. 

Selain itu, harga Minyakita kemasan juga naik. Santi mengatakan Minyakita dibanderol Rp 16 ribu per kemasan.

“Kalau ambil kan per dus, jadi sekarang juga mulai langka. Adapun sekarang harganya naik jadi Rp 16 ribu, dulu Rp 14-15 ribu sudah dapat,” ungkapnya.

Selain Santi sebagai pedagang yang mengeluhkan harga bahan pokok terus naik, Dewi Kumala sebagai pembeli di pasar tersebut juga mengeluh.

“Saya kan jualan nasi goreng. Jadi perlu banget minyak, telur, cabai, bawang putih, bawang merah, dan sebagainya. Ini apa-apa naik, termasuk bahan utama beras juga naik. Akhirnya selama sebulan ini nasi goreng saya ikut naik juga. Jadi Rp 13 ribu per bungkus,” kata Dewi.

Kenaikan bahan pokok lainnya juga terjadi pada bawang merah, bawang putih, dan tomat. Harga bawang merah naik 9,84 persen mencapai Rp 28-29 ribu per kg.

Harga bawang putih naik 0,74% di kisaran Rp 40-45 ribu per kg untuk yang sudah dikupas.

Sedangkan harga tomat terpantau di kisaran Rp 30 ribu per kilogram. Naik 3?ri harga sebelumnya Rp 27 ribu.

Di sisi lain, Galungan identik dengan buah-buahan. Tak jarang mendekati hari raya ini, harga berbagai jenis buah-buahan naik.

Misalnya, pisang yang wajib terdapat di banten Galungan harganya naik hingga 2 kali lipat. Selain permasalahan kenaikan harga, masyarakat juga dihadapkan sedikitnya pasokan buah.

Sang Ayu Anggawati, pedagang buah di Pasar Badung, Denpasar mengatakan, beberapa jenis buah lokal dan impor sulit didatangkan.

Hal tersebut membuat terjadi kenaikan harga.

“Seperti apel fuji yang saat ini Rp 60 ribu per kg dari sebelumnya Rp 50 ribu per kg untuk kualitas super dan untuk kualitas medium Rp 40 ribu per kg dari Rp 35 ribu per kg,” kata Anggawati, Jumat (23/2).

Dia mengatakan kenaikan harga buah juga terjadi pada anggur impor. Selain itu anggur hijau yang sebelumnya Rp 100 ribu per kg naik menjadi Rp 150 ribu per kg.

“Jenis anggur semua naik dari Rp 60 ribu naik ke Rp 80 ribu, ada yang Rp 100 ribu naik jadi Rp 120 ribu. Termasuk anggur hitam lokal dari Rp 25 ribu naik ke Rp 30 ribu. Dan untuk pear hijau malah sudah lama tidak ada stok,” katanya.

Selain buah impor, harga buah lokal juga naik, seperti mangga Rp 50 ribu per kg sebelumnya Rp 20 ribu per kg. Apel malang yang sebelumnya Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu ukuran normal, saat ini Rp 30 ribu per kg untuk ukuran kecil.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved