Berita Ekonomi

Emak-Emak di Denpasar Geleng Kepala, Jelang Galungan, Harga Cabai dan Bahan Pangan Lain Naik

Harga cabai rawit yang naik seolah tak terkendali membuat emak-emak di Denpasar geleng-geleng kepala. Jelang Hari Raya Galungan, harga cabai rawit

Tribun Bali/Arini Valentya Chusni
Salah satu pedagang di Pasar Cokroaminoto, Denpasar, Bali, Sabtu 24 Februari 2024. Jelang Galungan, hampir semua kebutuhan pokok alami kenaikan termasuk beras, telur, dan minyak. 


Karena cabai rawit merupakan bahan pokok yang mudah busuk, maka Ketut Tini hanya mengambil dari petani sekitar 8-10 kg per hari.

“Ini kan sudah hampir seminggu cabai ikutan naik. Padahal awal Februari masih normal. Jadi saya ngambilnya pas banyakin deket hari Galungan untuk menghindari kebusukan,” katanya. Harga tomat terpantau, Kamis (22/2), di kisaran Rp 30 ribu per kg. Naik 3 persen dari harga sebelumnya Rp 27 ribu.


Ketut Laksmi, pembeli bahan pokok mengaku pasrah dengan kenaikan harga bahan pokok yang melambung sangat tinggi.

“Pasrah saja lah. Mau gimana lagi. Tetapi saya beli per kg aja tiap hari. Takut busuk juga kalau stok lama-lama. Per kilo sampai Rp 100 ribu berat banget. Belum lagi beli kebutuhan lain, seperti sayur, daging, dan sebagainya,” kata Laksmi.


Dikutip dari data Sistem Informasi Harga Komoditas Strategis (Sigapura), Jumat (23/2), harga cabai rawit merah Rp 71.954 per kg, cabai merah besar Rp 76.796 per kg, bawang merah Rp 27.715 per kg, bawang putih Rp 35.281 per kg, beras medium 1 Rp 15.386 per kg.


Di Karangasem, harga cabai yang sebelumnya Rp 40 ribu, kini Rp 70 ribu.

Harga ayam yang semula Rp 40 ribu menjadi Rp 43 ribu. Harga tomat dari Rp 8 ribu per kg kini Rp 28 ribu. Diah, pedagang di Pasar Subagan, mengatakan, harga pangan naik lantaran jelang Galungan, Kuningan, dan akan memasuki Ramadan.

Selain itu juga pasokan sedikit berkurang karena cuacanya tak bersahabat. Berpengaruh pada proses pertumbuhan cabai dan tomat petani di sekitar Karangasem.


Bupati Karangasem, I Gede Dana, mengaku, pihaknya sempat berkoordinasi dengan pedagang. Harga kebutuhan pokok dan jenis bumbu dapur di pasar selalu terjadi saat jelang hari raya.

"Saya sempat dialog dengan pedagang, baik daging ayam, bumbu, sembako. Untuk ketersediaan serta pasokan masih aman," kata Dana.


Seandainya harga kebutuhan pokok di pasar sudah di luar dari kewajaran, Pemda Karangasem melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Karangasem akan mengambil langkah untuk stabilisasi harga. Satu diantaranya melaksanakan pasar murah, baik di tingkat kecamatan maupun desa.

"Kami sudah koordinasi dengan Bulog Bali untuk tambah pasokan beras SPHP ke pasar tradisional di Karangasem agar stabilitas harga tetap terjaga jelang hari raya," katanya.


Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada pada beberapa waktu lalu mengatakan, tanaman cabai rawit bisa tumbuh di mana saja, termasuk di pekarangan rumah, kebun, bahkan sawah."

"Selama ini ia mengatakan sudah membagikan bibit cabai rawit sehingga harga cabai standar. Hal tersebut dilakukannya untuk antisipasi agar masyarakat cukup mengonsumsi cabai dan tidak kesulitan stok.


“Bagi-bagi bibit cabai kepada masyarakat bagi yang butuh bibit cabai ready ada di kita gratis. Yang penting jangan banyak-banyak dan cukup untuk kebutuhan rumah tangga. Dan tergantung permintaan dia cukup untuk ditanam di pekarangannya,” ucap Sunada. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved