Berita Gianyar

Diduga Dewa Made Oka Disembunyikan Mahkluk Halus, Gamelan pun Dibunyikan di Pantai Lebih Gianyar

Diduga Dewa Made Oka Disembunyikan Mahkluk Halus, Gamelan pun Dibunyikan di Pantai Lebih Gianyar

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Kondisi ombak di Pantai Lebih, Gianyar, Bali. 

 


TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Dewa Made Oka, seorang pria keterbelakangan mental berusia 60 tahun, asal Banjar Lebih Beten Kelod, Desa Lebih l, Gianyar, Bali dinyatakan hilang oleh keluarganya, Jumat 23 Februari 2024.

Proses pencarian orang hilang itu telah dilakukan, sebagian di pesisir pantai, mulai dari Pantai Masceti, Pantai Siyut hingga ke Pantai Lepang Klungkung.

Hal tersebut dikarenakan selama ini, Dewa Oka kerap mondar-mandir di kawasan pantai, lantaran rumahnya juga berada di kawasan pantai.

Baca juga: Kecelakaan Tunggal, Sopir Ngantuk, Maryam Tewas di Tempat, Kadek Yasa Ungkap Kronologi Lengkapnya

Namun hingga Minggu 25 Februari 2024 siang, Dewa Oka masih belum ditemukan.

Pencarian ini pun telah melibatkan Sat Polairud Polres Gianyar dan Balawista.

Pelibatan dua instansi yang mewilayahi perairan ini, untuk mengantisipasi korban berada di area laut.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta mengatakan, berdasarkan informasi, Dewa Oka meninggalkan rumah pukul 13.00  Wita.

Baca juga: Mantan Suami Habisi Nyawa Korban Lalu Jasadnya Digantung di Rumah, Skenario Palsu Terungkap

Awalnya keluarga tidak curiga saat korban meninggalkan rumah. Sebab hal tersebut sudah biasa. 

"Biasanya yang bersangkutan pulang ke rumah sore jam 5. Akan tetapi  sampai pukul 21.20 belum pulang, keluarga khawatir dan sempat mencari ke wilayah seputaran By Pass Prof Ida Bagus Mantra kawasan Siyut dan Masceti, tapi tidak ditemukan," ujar Dibya.

Dibya mengatakan, pencarian sudah dilakukan dengan berbagai upaya, termasuk juga menggunakan cara niskala sesuai keyakinan masyarakat Bali.

Yakni memainkan alat musik gamelan di kawasan yang diduga korban disembunyikan mahkluk halus. 

"Kemarin sudah dilakukan pencarian niskala dengan memainkan gamelan di kawasan hutan kecil di areal dekat rumah tinggal korban, tapi tetap tidak ada kabarnya," ujarnya.

Kasat Polairud Polres Gianyar, AKP Gede Endrawan mengatakan, pihaknya telah melakukan patroli di kawasan pantai di Kabupaten Gianyar, menanyakan pada masyarakat di kawasan pesisir atas keberadaan korban.

"Sejauh ini, korban belum diketahui keberadaannya," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved