Harga Beras di Bali
Harga Beras di Bangli Turun Rp 200 Per Kilogramnya
Harga beras di pasar tradisional kembali turun. Jika sebelumnya turun Rp 200 per kilo, saat ini harganya diketahui kembali turun Rp 200 per kilo.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Harga beras di pasar tradisional kembali turun. Jika sebelumnya turun Rp 200 per kilo, saat ini harganya diketahui kembali turun Rp 200 per kilo.
Hal tersebut diungkapkan salah satu pedagang di Pasar Kidul Bangli bernama Subaktiasih. Dikatakan dia, turunnya harga beras terjadi pada Minggu (3/3/2024).
"Sebelumnya sudah turun Rp 200, dan baru kemarin turun lagi Rp 200," ucapnya Senin (4/3/2024).
Lanjut dia, penurunan harga beras Rp 400 ini terjadi di seluruh jenis dan merk.
Mulai dari merk Samudra, Supermama, Ratu, Osing.
Sedangkan ketersediaan beras juga diakui tidak ada kendala alias aman.
"Sebelumnya harga beras sempat menyentuh Rp 416.000 per 25 kilo. Sedangkan saati ini sudah Rp 390.000," sebutnya.
Lantas disinggung potensi kenaikan harga beras, terlebih jelang hari raya Kuningan dan Nyepi, Subaktiasih mengaku pihaknya tidak bisa memprediksi.
Sebab naik turunnya harga beras tergantung pada distributor.
Di sisi lain, salah satu pedagang nasi campur di wilayah Kota Bangli bernama Faidzin, mengaku belum bisa menurunkan harga jualannya.
Baca juga: Kompas Gramedia Fasilitasi Layanan Pendampingan Pengisian SPT dan Pemadanan NIK-NPWP Karyawan
Ini dikarenakan penurunan harga beras terjadi baru-baru ini.
"Kalau baru-baru ini turun harga (beras), saya tidak bisa langsung menurunkan harga nasi. Karena saya beli beras saat di harga masih tinggi. Sehingga setelah stok beras habis, barulah saya menurunkan harga," tandasnya.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.