Berita Buleleng
Kerinduan Nyepi Bareng Orangtua di Buleleng Pupus, Kadek Angkasa Meninggal Tragis di Jalanan
Kerinduan Nyepi Bareng Orangtua di Buleleng Pupus, Kadek Angkasa Meninggal Tragis di Jalanan
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kondisi hujan deras disertai angin kencang terjadi di Buleleng pada Sabtu (10/3).
Hal ini menimbulkan sejumlah bencana, seperti tanah longsor di shortcut titik 7, tepatnya di Banjar Dinas Wirabuana, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng.
Material longsor bahkan menimbun seorang pengendara motor yang ingin Nyepi bersama keluarga hingga tewas.
Baca juga: Bertengkar Bareng Pacar, Dua Remaja Tewas Kecelakaan, Tangisan Ibu Memelas: Nak Bangun, Ini Ibu
Kapolsek Sukasada Kompol Made Agus Dwi Wirawan dikonfirmasi Minggu (10/3) mengatakan, pengendara yang tewas akibat tanah longsor itu bernama Kadek Angkasa (19) warga asal Banjar Dinas Kawanan, Desa Menyali, Kecamatan Sawan, Buleleng.
Saat hujan deras tepatnya pada Sabtu (9/3) sekitar pukul 19.30 Wita, korban kebetulan melintas di jalur shortcut Desa Gitgit dengan mengendarai motor Yamaha NMax DK 5474 UAW.
Naas disaat bersamaan terjadi tanah longsor.
Baca juga: Empat Orang Tewas, Satu Luka Berat, Dua Siswa SMA, Kecelakaan Maut Gara-gara Ingin Makan Sate
Materialnya kemudian menimpa korban hingga tewas.
Kompol Wirawan menyebut, jasad Angkasa ditemukan dalam kondisi tertimbun longsor.
Jasadnya berhasil ditemukan sekitar pukul 22.00 Wita, setelah masyarakat bersama petugas BPBD Buleleng melakukan penggalian dengan menggunakan alat berat.
"Korban ditemukan dalam kondisi tertimbun tanah longsor. Ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia," ungkap Kompol Wirawan.
Terpisah Perbekel Lemukih Made Jaya Harta mengatakan, sehari-hari korban magang di salah satu hotel kawasan Nusa Dua.
Saat kejadian, pria malang itu sejatinya hendak pulang ke kampung halaman untuk merayakan Nyepi bersama orangtua.
Namun takdir berkata lain, korban tewas dalam perjalanan pulang akibat tertimbun longsor.
Ditambahkan Harta, tiap pulang kampung korban biasanya melintas di jalur Desa Lemukih.
Namun mengingat kemarin hujan deras, orangtuanya pun meminta agar anak bungsu dari dua bersaudara itu melintas di jalur nasional (Desa Gitgit), mengingat jalur Desa Lemukih juga rawan terjadi bencana longsor.
Namun orangtua korban justru mendapat kabar dari sosial media jika sang anak tewas tertimbun longsor di Jalur Desa Gitgit.
"Kalau pulang kampung, biasanya korban lewat di Jalur Desa Lemukih. Tapi karena sekarang musim hujan, orangtuanya menyarankan jangan lewat Lemukih karena rawan longsor.
Korban akhirnya lewat jalur Gitgit dan sempat istirahat di Desa Wanagiri.
Kemarin proses evakuasi disaksikan oleh ibunya, dan dipastikan yang tewas tertimbun itu adalah anaknya," ungkap Harta.
Saat ini jenazah korban telah disemayamkan di rumah duka.
Korban rencananya akan dikremasi di Setra Desa Adat Buleleng pada Jumat (15/3) mendatang.
Tewas Setelah Jaga Ogoh-ogoh, Selamat Jalan Kadek Garin
Alami kecelakaan atau tepatnya tabrak lari, Kadek Garin Juni Antara meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Puskesmas 2 Melaya, Jembrana, Kamis 7 Maret 2024.
Korban kecelakaan merupakan anggota Sekaa Truna asal Desa Adat Sumbersari, Kecamatan Melaya, Jembrana.
Insiden kecelakaan yang menimpa anggota Sekaa Truna ini akibat tabrak lari saat melintas di jalur tengkorak Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk wilayah Desa/Kecamatan Melaya.
Saat itu, Kadek Garin baru saja pulang dari Gedung Kesenian Ir. Soekarno atau Twin Tower Negara.
Dirinya memilih untuk begadang menunggu Ogoh-ogoh perwakilan dari STT Tunjung Sari, Banjar Adat Sari Mumbul, Desa Adat Sumbersari.
Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa kecelakaan di jalur tengkorak tersebut terjadi sekitar pukul 05.50 WITA.
Kejadian kecelakaan di kilometer 115-116 wilayah Desa Melaya tersebut bermula dari Kadek Garin yang mengendarai motor matik DK 5661 ZM.
Kadek Garin mengendarai motornya bergerak dari arah timur (Denpasar menuju Gilimanuk).
Setibanya di TKP saat hari masih gelap dan tidak ada lampu penerangan jalan.
Korban kecelakaan juga saat itu melewati jalan cembung dari arah timur, Kadek Garin tiba-tiba saja bergerak ke kanan masuk jalur lawan (kanan).
Dan saat bersamaan datang kendaraan tak dikenal sehingga terjadi kecelakaan.
Pengendara sepeda motor terjatuh sementara kendaraan tak dikenal memilih untuk meninggalkan lokasi kejadian alias kabur.
Warga Desa Adat Sumbersari menyebutkan, Kadek Garin saat itu baru saja pulang dari Twin Tower Kota Negara karena bergadang menunggu ogoh-ogoh yang masuk nominasi sebagai perwakilan Kecamatan Melaya.
Saat perjalanan pulang, ia mengalami kecelakaan dan kemudian meninggal dunia.
"Baru pulang dari Twin Tower (untuk ogoh-ogoh). Tak disangka kecelakaan dan meninggal dunia," ucapnya.
Pihak kepolisian hingga saat ini juga masih melakukan penyelidikan terkait kasus kecelakaan tersebut.
Jajaran Satlantas Polres Jembrana belum berhasil mengidentifikasi mobil yang terlibat kecelakaan dengan Kadek Garin itu.
Menurut penjelasan Polres Jembrana, mobil tak dikenal yang terlibat kecelakaan itu langsung tancap gas alias kabur setelah kecelakaan.
"Saat kejadian itu, pengendara motor sempat bergerak ke kanan.
Kemudian ada kendaraan lain dari arah berlawanan sehingga terjadi kecelakaan," ungkap Kasat Lantas Polres Jembrana, AKP Yusuf Dwi Admodjo.
Dia melanjutkan, akibat peristiwa tersebut, Kadek Garin mengalami sejumlah luka serius.
Diantaranya mengalami robek serta patah tulang kepala, patah tulang lutut kanan dan patah bahu kanan.
Kemudian pada bagian siku kanan mengalami robek dan menderita lecet-lecet pada bagian wajah.
"Pemuda ini meninggal dunia saat perawatan di Puskesmas 2 Melaya tak lama setelah kejadian," ungkapnya.
AKP Yusuf mengimbau, kepada seluruh pengendara agar tidak memaksakan diri ketika merasa lelah bahkan mengantuk.
Hal ini bisa mengakibatkan kerugian bahkan membahayakan bagi diri sendiri dan orang lain.
"Tetap patuhi tata tertib lalulintas dan segera beristirahat jika merasa lelah saat berkendara," imbaunya.
2 Laka Maut di Buleleng Bali, Pasutri Oleng Saat Nyalip dan Masuk Kolong Truk |
![]() |
---|
Partai Buruh Sampaikan Enam Tuntutan ke Pemkab Buleleng, Salah Satunya Hapus Outsourcing |
![]() |
---|
Seorang Pegawai Minimarket Meninggal Usai Tabrak Truk di Buleleng Bali, Alami Cedera Kepala Berat |
![]() |
---|
SALING LAPOR Antara Perbekel Selat dan Ni Wayan Wisnawati di Buleleng Berakhir Damai |
![]() |
---|
Raih Medali Emas, Tiga Atlet Woodball Harumkan Nama Buleleng Bali di Kancah Internasional |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.