Pria Tewas di Puncak Gunung Agung
Desa Adat Besakih Akan Gelar Pembersihan Pasca Temuan Jenazah di Puncak Gunung Agung Bali
Desa Adat Besakih Akan Gelar Pembersihan Pasca Temuan Jenazah di Puncak Gunung Agung Bali
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Putu Kartika Viktriani
AMLAPURA, TRIBUN-BALI.COM - Desa Adat Besakih, Kecamatan Rendang akan menggelar pecaruan serta prayascita pasca ditemukan jenazah di Puncak Gunung Agung, Karangasem, Bali, pada Selasa 12 Maret 2023 sore.
Upacara rencana digelar 2 atau 3 hari usai petugas mengevakuasi jenazah ke bawah, dan dilaksanakan di Pengubengan, Desa Besakih, Karangasem, Bali.
Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiarta, mengaku, penemuan jenazah di Puncak Gunung sudah dirapatkan bersama prajuru di Besakih.
Hasilnya, adat rencana melaksanakan pecaruan dan prayascita untuk membersihkan lokasi di Kawasan area Pura Agung Besakih sebelum dilaksanakannya Ida Bhatara Turun Kabeh.
"Upacara pembersihan rencana dilaksanakan 2 atau 3 hari pasca evakuasi. Lokasi rencana disentralkan di Pengubengan, Desa Besakih, Kecamatan Rendang. Semoga upacara pembersihan jalan lancar, tidak ada hambatan," harap Jro Mangku, sapaan akrab.
Pihaknya meminta untuk wisatawan domestik dan mancanegara tidak melakukan pendakian selama dilakukan karya Ida Bhatara Turun Kabeh.
"3 hari sebelum nedunang Ida Bhatara jalur pendakian harus steril. Tidak boleh ada pendakian. Wisatawan harus menghormati karena adanya upacara," imbuh Jro Mangku Widiarta.
Aktivitas pendakian ke Gunung Agung, Rendang Kabupaten Karangasem ditutup sementara selama 29 hari, terhitung mulai dari 17 Maret sampai 14 April 2024.
Mengingat dilaksanakannya Tawur Tabuh Gentuh serta Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Penataran Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali.
Baca juga: BREAKING NEWS: Bukan WNA, Ini Identitas Pria Tewas di Puncak Gunung Agung, Asal Yogyakarta
Penutupan pendakian dilakukan untuk memperlancar upacara dari awal hingga akhir.
Yang terpenting untuk menjaga kesucian Pura Besakih.
"Penutupan sudah kesepakatan bersama. Oleh karena itu saya menghimbau warga agar tak lakukan pendakian selama karya. Warga harus menghormati," ungkap Jro Mangku Widiarta.
Panitia Karya Ida Bhatara Turun Kabeh sudah memberitahu ke guide untuk menunda pendakian jika ada wisatawan yang hendak mendaki.
Pihaknya meminta kepada pemandu untuk ikut menjaga jalur pendakian ke puncak gunung.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.