Berita Bangli

SMPN 6 Kintamani Terapkan Belajar Daring Akibat Cuaca Ekstrem

SMPN 6 Kintamani yang berlokasi di Desa Bayunggede, menerapkan pembelajaran dalam jaringan (daring/online) bagi siswanya.

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Fenty Lilian Ariani
Dok. Tribun Bali
Ilustrasi hujan - SMPN 6 Kintamani Terapkan Belajar Daring Akibat Cuaca Ekstrem 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - SMPN 6 Kintamani yang berlokasi di Desa Bayunggede, menerapkan pembelajaran dalam jaringan (daring/online) bagi siswanya.

Penerapan proses pembelajaran ini sebagai upaya antisipasi, akibat cuaca buruk yang terjadi sejak beberapa hari terkahir.  

Kepala Sekolah SMPN 6 Kintamani, I Wayan Mustapayasa saat dikonfirmasi Jumat (15/3/2024) membenarkan hal tersebut.

Dikatakan dia, proses belajar daring untuk sementara diterapkan selama dua hari. Yakni mulai Jumat 15 Maret 2024 hingga Sabtu 16 Maret 2024. 

"Sementara kami terapkan dua hari sembari melihat kondisi cuaca. Apabila hingga Senin ternyata kondisinya masih buruk, tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang," ucapnya. 


Mustapayasa menegaskan, penerapan sistem belajar daring utamanya demi keselamatan siswa. Ini mengingat SMPN 6 Kintamani menerapkan sistem double shift akibat kekurangan ruang belajar. 

Shift siang, kata dia, dikhususkan bagi kelas IX. Yang mana proses belajar dimulai pukul 12.45 wita hingga 18.00 wita. 

Jam pulang inilah yang diakui Mustapayasa banyak dikhawatirkan oleh siswa. Sebab mulai dari jam 15.00 wita, wilayah Desa Bayunggede sudah mulai hujan ditambah angin.

Selain itu suasana ruang belajar juga kurang nyaman akibat dingin. 

Baca juga: Okupansi Jaringan Hotel HIG Region Bali Meningkat Saat Libur Panjang Hari Raya Nyepi


Terlebih banyak siswa yang berasal dari wilayah kaldera Batur. Seperti dari Desa Terunyan, Abang Batudinding, Buahan, Kedisan. 

"Mereka memikirkan pulangnya bagaimana, karena takut angin dan pohon tumbang di perjalanan. Karena kekhawatiran siswa dan orang tua, akhirnya kami bersama komite membuat kebijakan belajar daring," ungkapnya. 

Sementara Kepala Disdikpora Bangli I Komang Pariarta dikonfirmasi terpisah membenarkan jika pihak dia sebelumnya sudah memberikan arahan pada masing-masing satuan pendidikan, berkaitan dengan cuaca buruk ini. 

"Kami meminta sekolah mengantisipasi terhadap cuaca buruk yang terjadi. Bilamana perlu, sekolah dapat memberikan dispensasi pada siswa, atau menerapkan proses belajar dari rumah. Arahan ini tujuan utamanya demi keselamatan warga sekolah, terutama para siswa," tegasnya. 

Pariarta mengatakan, saat ini ada dua sekolah yang diketahui menerapkan kebijakan belajar daring. Yakni SMPN 6 Kintamani dan SMPN 7 Kintamani. 

"Kalau di SMPN 7 Kintamani informasinya sebagian siswa diberi dispensasi belajar daring. Ini khusus bagi siswa yang rumahnya berada di wilayah rawan longsor dan pohon tumbang. Sedangkan di SMPN 6 Kintamani, seluruh siswa diberi kebijakan belajar daring," tandasnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved