DBD Di Bali

Masuki Musim Penghujan Kasus DBD Alami Peningkatan di Bali Diawal Tahun 2024

Masuki Musim Penghujan Kasus DBD Alami Peningkatan di Bali Diawal Tahun 2024

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Fenty Lilian Ariani
Pixabay
Ilustrasi nyamuk - Masuki Musim Penghujan Kasus DBD Alami Peningkatan di Bali Diawal Tahun 2024 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Masuki musim penghujan hingga 18 Maret 2024, kasus DBD di Bali mencapai 2.131 penderita.

Jumlah ini tersebar di seluruh wilayah di Bali.

Bahkan, 1 orang dinyatakan meninggal dunia akibat DBD.

Hal ini menyebabkan kasus nyamuk deman berdarah dengue (DBD) di Bali sepanjang tahun 2024 mengalami tren kenaikan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom, mengungkapkan bahwa meningkatkan kasus DBD di Bali disebabkan karena hujan mulai tinggi di Bali, sehingga nyamuk DBD mulai banyak berkembang biak.

Tercatat hingga 18 Maret 2024 sebanyak 2.131 orang telah terjangkit DBD.

Satu orang diantaranya meninggal dunia yang terjadi di Kabupaten Gianyar.

Secara rinci, Anom mengungkapkan bahwa kasus DBD selama 3 bulan terakhir (dari Januari hingga 18 Maret 2024) terbanyak terjadi di Kabupaten Gianyar yang jumlahnya telah mencapai 676 orang.

Dan 1 orang meninggal pada bulan Maret 2024 ini. Kasus terbanyak selanjutnya terjadi di Kabupaten Badung yang mencapai 321 orang.

Baca juga: Waspadai Demam Berdarah, Pasien Rawat Inap RSUD Klungkung Didominasi Anak-Anak

Disusul Kabupaten Tabanan sebanyak 276 orang.

Kemudian Kabupaten Buleleng sebanyak 242 orang.

Disusul Kabupaten Klungkung sebanyak 204 orang.

Kemudian Kabupatan Karangasem dan Bangli masing-masing 122 orang.

Disusul Kota Denpasar sebanyak 118 orang. Dan paling sedikit di Kabupaten Jembrana dengan 50 kasus.

Namun demikian, kasus DBD yang terjadi ini masih tergolong rendah dibandingkan kasus tahun 2023 pada periode Januari hingga Maret.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved