Pilkada 2024

Giri Prasta Sebut Semua Itu Sah, Disandingkan dengan Pj Gubernur Sebagai Calon Gubernur Bali

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan berlangsung November 2024. Untuk di Bali, nama Giri Prasta digadang-gadang akan maju merebut kursi pemilihan

|
Istimewa
Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya bersama Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri apel Hut Satpol PP Badung 

Tak jarang, banyak masyarakat yang “menjodohkan” Kader PDIP itu dengan SM Mahendra Jaya, Pj Gubernur Bali saat ini untuk mengikuti Pilkada Bali.

Menanggapi hal ini, pengamat politik Universitas Pendidikan Nasionak (Undiknas) Dr. Drs. I Nyoman Subanda, M.Si memandang, peluang terbesar pada Pilkada kali ini berada pada seorang politisi, bukan profesional.

Sebab, dalam pertarungan di Pilkada nanti, masyarakat mempertimbangkan soal investasi sosial yang bersangkutan.

SM Mahendra Jaya, kata Subanda, memang memiliki pengalaman yang mumpuni. Mulai dari di kepolisian, hingga Kemendagri.

Subanda juga tak memungkiri jika SM Mahendra Jaya sempat mencicipi rasanya menjadi pemimpin Bali.

Namun soal investasi sosial, SM Mahendra Jaya dikatakan masih biasa-biasa saja.

“Peluang terbesar itu memang politisi saat ini. Pj (Penjabat Gubernur Bali) ini kan orang profesional. Dari kepolisian, kemudian Depdagri.”

“Berpengalaman di pemerintahan, iya. Memimpin Bali dalam jabatan politik juga iya. Tapi investasi sosialnya biasa-biasa saja,” ungkap Subanda saat dihubungi Tribun Bali, Senin 25 Maret 2024.

Pun sosok profesional tersebut mempunyai kapabilitas dan popularitas yang tinggi lantaran berprestasi, masih tak sepadan dengan sosok yang memiliki investasi sosial di masyarakat.

“Kecuali memang yang bersangkutan punya kapabilitas, popularitas yang tinggi karena punya prestasi yang luar biasa.”

“Rasanya masih kalah kapabilitas di mata masyarakat terhadap orang-orang yang sudah punya investasi sosial,” imbuhnya.

Selain itu, Subanda juga mengungkapkan kelemahan sosok profesional bila terjun ke dunia politik.

Salah satunya, sosok profesional dikatakan tak memiliki partai untuk mengusungnya dalam kontestasi politik.

Bila pasangan Koster-SM Mahendra Jaya terus berlanjut, maka tantangan terberatnya yakni berhadapan dengan partai besar.

“Partai juga tidak punya. Orang profesional kan kelemahannya ada di partai.”

“Kalau dilawan oleh partai besar, juga berat. Nggak gampang orang profesional terjun langsung,” bebernya. (*)

 

Berita lainnya di Pilkada 2024

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved