Berita Buleleng
Kasus Desa Sidetapa Berlanjut, Polres Buleleng Beri Sinyal Bakal Panggil 4 Pemilik Akun Medsos
Kasus Desa Sidetapa Berlanjut, Polres Buleleng Beri Sinyal Bakal Panggil 4 Pemilik Akun Medsos
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Laporan terhadap empat akun sosial media (sosmed) yang diduga melakukan ujaran kebencian terhadap Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Buleleng masih terus bergulir.
Kini Sat Reskrim Polres Buleleng akan meminta bantuan Tim Cyber Crime Polda Bali untuk melacak para pemilik akun.
Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Darma Diatmika dikonfirmasi Rabu (27/3) mengatakan, laporan dari Perbekel Desa Sidetapa telah diterima pihaknya.
Baca juga: Viral! Video Kejar-kejaran WNA Rusia dan Pegawai Tol Bali Mandara, Nekat Terobos Gerbang Tol
Laporan Perbekel Sidetapa itu ditindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi oleh penyidik Polres Buleleng.
Sat Reskrim Polres Buleleng juga akan memintai keterangan saksi ahli untuk memastikan apakah komentar empat netizen itu mengandung unsur pidana atau tidak.
Bahkan penyidik juga akan meminta bantuan tim Cyber Crime Polda Bali untuk melacak pemilik empat akun sosmed yang dilaporkan oleh sang perbekel tersebut.
Baca juga: Pengalaman Buruk Ni Wayan Srimertanadi di Kintamani, Berakhir dengan Kejar-kejaran hingga Ubud
Bila nantinya saksi ahli menyebut jika komentar ke empat netizen itu mengandung unsur ujaran kebencian, maka pihaknya akan segera melakukan pemanggilan terhadap pemilik keempat akun sosmed tersebut.
"Nanti pemilik akun itu akan dimintai keterangan juga. Kalau posisi mereka berada di luar Buleleng, kami akan berkoordinasi dengan Polda Bali apakah kasusnya akan dilimpahkan atau tetap ditangani Polres Buleleng," terangnya.
Diberitakan sebelumnya, Perbekel Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Buleleng I Made Sutama melaporkan empat akun sosmed yang diduga menyebarkan kebencian terhadap desanya.
Laporan dilayangkan ke Polres Buleleng, Selasa (26/3).
Sutama melapor dengan didampingi sejumlah warga Desa Sidetapa. Kedatangannya itu diterima langsung oleh Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi.
Kepada Tribun Bali, Sutama menyebut ada beberapa netizen yang memberikan komentar ujaran kebencian terhadap Desa Sidetapa.
Komentar itu berkaitan dengan kasus ditemukannya 27 mobil yang diduga hasil penggelapan di pekarangan rumah oknum warga Desa Sidetapa.
"Katanya kalau tidak maling tidak makan, ada juga yang bilang desa saya mau dimutilasi dan diaben massal. Ada juga yang bilang Perbekel, Kelian Adat dan Kepala Dusun dapat setoran dari orang-orang yang berbuat jahat di desa kami. Padahal kami tidak seperti itu. Kami murni mengabdi untuk memajukan desa. Jangankan waktu dan tenaga, nyawa pun akan saya gratiskan untuk memajukan desa," tegas Sutama.
Komentar ujaran kebencian itu lantas membuat masyarakat Desa Sidetapa marah. Bahkan beberapa hari lalu sempat terjadi gejolak. Dimana sekitar 1.000 orang sempat berkumpul di sekitar Pura Desa Sidetapa dan menuntut agar pemilik empat akun sosial media itu segera dilaporkan ke polisi.
"Kami bukan membela masyarakat yang melanggar hukum. Kalau memang ada hal gadai-menggadai atau penggelapan, kami dari tokoh masyarakat Desa Sidetapa sama sekali tidak ada pembelaan. Yang kami bela karena desa kami dihujat. Itu sangat menyakitkan perasaan masyarakat Sidetapa. Kami membela nama desa, bukan membela masyarakat yang salah," tegasnya. (rtu)
Seorang Pegawai Minimarket Meninggal Usai Tabrak Truk di Buleleng Bali, Alami Cedera Kepala Berat |
![]() |
---|
SALING LAPOR Antara Perbekel Selat dan Ni Wayan Wisnawati di Buleleng Berakhir Damai |
![]() |
---|
Raih Medali Emas, Tiga Atlet Woodball Harumkan Nama Buleleng Bali di Kancah Internasional |
![]() |
---|
Tabrak Lari di Buleleng Bali, Deva dan Wahyu Diturunkan di Pinggir Jalan, Korban Dirawat Instensif |
![]() |
---|
Perbekel Selat dan Warganya Sepakat Damai di Bali, Cabut Laporan Dugaan Penganiayaan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.