Populer Bali
Ini Daftar Harga Tiket Bus di Denpasar Jurusan Jawa Timur dan Jawa Tengah, Naik Sampai 90 Persen
Berikut update daftar harga tiket bus di Denpasar untuk jurusan ke Jawa Timur dan Jawa Tengah jelang hari Raya Idul Fitri 2024.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ady Sucipto
Ini Daftar Harga Tiket Bus Denpasar ke Jawa Timur dan Jawa Tengah, Naik Sampai 90 Persen
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Berikut update daftar harga tiket bus di Denpasar untuk jurusan ke Jawa Timur dan Jawa Tengah jelang hari Raya Idul Fitri 2024.
Sebagai informasi harga tiket bus di Denpasar untuk mudik Lebaran atau hari Raya Idur Fitri 2024 mulai naik.
Simak ulasan selengkapnya daftar harga tiket bus di Denpasar pada mudik kali ini.
Baca juga: DBD Serang 2.372 Orang, Empat Meninggal, Dinkes Bali Masih Tunggu Kajian Wolbachia
Harga tiket bus untuk mudik Lebaran tahun 2024 mulai naik.
Salah satunya pada harga tiket bus Gunung Harta.
Jelang hari raya Idul Fitri ini, mulai banyak masyarakat yang melakukan mudik atau pulang ke kampung halaman.
Operator Tiket Gunung Harta Bali, Yuda Praditya mengatakan, harga tiket bus mulai naik jelang mudik Lebaran.
Biasanya pemudik yang menggunakan bus Gunung Harta bertujuan ke Jawa Timur dan Jawa Tengah.
“Lumayan naik untuk mudik tahun ini harga bertahap naiknya dari tanggal 28 Maret 2024 sampai 10 April 2024 kurang lebih dari 20 persen sampai 90 persen,” kata Yuda, Kamis (28/3).
Pada hari normal harga tiket bus ke Jawa Timur mulai dari Rp 280 ribu. Untuk mudik Lebaran ini bisa sampai Rp 480 ribu.
Sementara untuk tujuan Jawa Tengah pada hari biasa Rp 380 ribu dan mudik Lebaran ini bisa sampai Rp 670 ribu.
“Kenaikan harga Rp 400 ribu untuk tujuan Jawa Timur mulai 7-9 April 2024. Paling banyak yang pesan untuk ke Yogyakarta, Semarang dan Surabaya,” imbuhnya.
Baca juga: Mudik Lebaran, Harga Tiket Bus dari Bali Naik hingga 90 Persen
Diakui Yuda pada Lebaran tahun 2024 ini terjadi peningkatan jumlah penumpang dibandingkan tahun lalu.
Biasanya tujuan ke Yogyakarta hanya menggunakan 3 bus, saat ini menjadi 5 bus. Untuk saat ini tiket rombongan sudah habis terjual. Hanya tersisa beberapa seat saja.
“Untuk saat ini harga tiket tujuan Jawa Timur naik Rp 300 ribu dan Jawa Tengah Rp 400 ribu. Harga ini berlaku sampai 31 Maret 2024,” tandasnya.
Yuda memprediksi puncak jumlah penumpang bertambah banyak yakni mulai 3 April sampai 8 April 2024.
Sementara itu, pantauan Tribun Bali di lapangan di sejumlah perusahaan otobus (PO), seperti PO Mansion di Jalan Pidada III Denpasar, kenaikan signifikan terjadi di jurusan Denpasar-Jepara.
Pada hari biasa, harga tiket bus jurusan Denpasar-Jepara hanya Rp 300 ribu kini melonjak menjadi Rp 700 ribu untuk keberangkatan tanggal 3 April hingga 8 April 2024 atau H-2 Lebaran.
Sementara itu, salah satu agen penjualan tiket bus AKAP di Terminal Pesiapan Tabanan, Made Suartaya mengaku, penjualan tiket menjelang Idul Fitri mulai meningkat.
Dibandingkan dengan hari-hari biasanya, peningkatan penumpang mencapai 50 persen dari hari biasanya.
“Ya kemungkinan akan terus berlanjut mendekati hari raya nanti. Banyak yang sudah pesan. Mereka rata-rata menuju Jakarta, Jawa Tengah, dan Bandung,” paparnya.
Baca juga: JADWAL Mudik Gratis Lebaran 2024 Jalur Darat dan Laut, Kemenhub Buka Pendaftaran Mulai 5 Maret 2024
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tabanan menggelar ramp check seiring arus mudik Idulfitri.
Karena itu, Dishub Tabanan menggelar inspeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan (Ramp Check).
Kelayakan kendaraan penumpang dan kesehatan pengemudi jelang mudik Lebaran diperiksa, khususnya menyasar bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
Inspeksi yang dimulai sejak dua minggu lalu berakhir, Kamis (28/3), menyasar sejumlah pool bus di Tabanan dan Terminal Pesiapan.
Kasi Angkutan Dishub Tabanan, Dewa Nyoman Arsa Diana mengatakan, ramp check di Terminal Pesiapan merupakan kegiatan rutin digelar menjelang Lebaran setiap tahun.
Ini juga sekaligus menjalankan perintah Balai Pengelola Transportasi Darat.
Dalam kegiatan ini dilakukan pengecekan meliputi kelengkapan keselamatan berlalulintas pada kendaraan umum, seperti ban cadangan, pemecah kaca hingga kelengkapan surat-surat layak jalan.
“Tujuannya adalah untuk menjaga keselamatan penumpang, khususnya saat mudik Lebaran,” ucapnya, Kamis (28/3).
Dewa Arsa mengaku, kegiatan yang dilakukan sudah menyasar puluhan bus AKAP. Dan tidak ditemukan adanya pelanggaran atau semua telah melengkapi ketentuan untuk layak jalan.
Jika dalam ramp check ditemukan bus yang kelengkapannya kurang, maka bus tersebut tetap diizinkan melanjutkan perjalanan ke terminal berikutnya.
Hanya saja, bus tersebut diarahkan untuk melengkapi di pool busnya masing-masing.
Selanjutnya, melaporkan kembali atas kekurang yang sudah dilengkapi di terminal yang mereka lewati berikutnya.
“Kita tidak boleh menghentikan perjalan bus ketika menemukan adanya kekurangan pada saat dilakukan ramp check, karena di setiap daerah akan diperiksa hal sama. Sehingga akhirnya nanti mereka pasti akan melengkapi,” bebernya.
Terpisah, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Padang Bai, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem menggelar uji kelayakan kapal laut (ramp check) jelang arus mudik Idul Fitri.
Uji kelayakan difokuskan di sekitar Pelabuhan Padang Bai dan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Kepala Satuan Pelaksana BPTD XII, I Nyoman Sastrawan, mengaku, uji kelayakan melibatkan petugas BPTD dan Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padang Bai.
Kegiatan dilaksanakan bertahap, dan mengecek kelayakan kapalnya. Tujuannya agar armada fit, dan nyaman saat melaksanakan arus mudik.
"Jumlah kapal dari Pelabuhan Padang Bai ke Lembar 26 unit. Yang pasti operasi 22, sedangkan 1 unit masih perbaikan dan 3 unit masih docking. Semua kapal sudah dilakukan ramp check. Sebagian di Padang Bai serta sebagian di Lembar," kata Sastrawan, Kamis (28/3).
Dari 22 kapal yang di ramp check, semuanya dinyatakan layak beroperasi. Hanya beberapa kapal harus memperbaiki sebelum arus mudik.
Seperti kebersihan kamar mandi, alat keselamatannya (life jacket) bisa diperbanyak, serta bekas oli yang ditemukan di bagian mesinnya dibersihkan agar penumpang nyaman.
Ramp check dilakukan untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan terpenting kelancaran jelang arus mudik.
Petugas akan melaksanakan pengawasan, pengecekan, dan pemeriksaan saat penyeberangan.
"Ramp check rutin digelar menjelang Hari Raya Idulfitri," kata Nyoman Sastrawan.
Selain ramp check, BPTD dan KSOP juga mengecek kondisi Dermaga I dan II Pelabuhan Padang Bai.
Sementara dermaga masih bagus, layak digunakan. Tak ada kerusakan menjelang arus mudik.
Sedangkan untuk proses bongkar muat sudah dibuatkan skema, sehingga tidak ada antrean di Padang Bai.
"Skema yang dibuat ada tiga. Skema pertama yakni normal, waktu bongkar muat 1,5 jam dengan trip penyeberangan 13 kali.
Kedua padat, waktu bongkar muat 1 jam dengan trip penyeberangan 18 unit. Terakhir sangat padat, waktu bongkar muat sebentar. Semua armada dioperasikan," katanya.
Menurutnya, jumlah penumpang yang menyeberang di pertengahan bulan puasa masih landai. Kendaraan yang menyeberang puluhan unit per hari. Biasanya lonjakan penumpang terjadi H-7 Idul Fitri.
Seandainya ada lonjakan penumpang, petugas akan mempercepat bongkar muat kendaraan dan penumpang," katanya. (sar/ang/ful)
Viral Bali: Pengeroyokan di Jalan Imam Bonjol Denpasar, Polisi Kejar Gerombolan Pelaku |
![]() |
---|
Viral Bali: Kapal Tanker Terbakar 5 ABK Tewas, Pria Jatim Terlindas Truk, Laka Maut 2 Pria Bali |
![]() |
---|
Viral Bali: Jaringan Mobil Bodong di Nusa Penida Dibongkar Polisi & Sorotan Geng Gaza Rambah Pelajar |
![]() |
---|
Viral Bali: Bule Brasil Ngamuk Rusak Cafe di Jimbaran Ditangkap Polisi & Sorotan Pencurian Pratima |
![]() |
---|
Viral Bali: Rekonstruksi Pencurian Pratima Pura di Buleleng, Karangasem Mulai Krisis Air |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.