Populer Bali

Viral Bali: Shuttle Bus Gratis Bagi Pemedek Tangkil di Pura Besakih dan Rencana Palebon Cok Sawitri

Sorotan berita Viral Bali pertama terkait kabar baik bagi pemedek yang tangkil atau sembahyang ke Pura Besakih Bali kini siap dilayani shuttle bus

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Putu Supartika
Walikota Denpasar Ngaturang Bhakti Penganyar di Pura Agung Besakih, Ribuan Umat Tangkil 

Tjokorda Sawitri atau yang dikenal dengan Cok Sawitri (55) mengembuskan napas terakhir, Kamis (4/4).

Jenazah budayawan, sastrawan dan pemain teater Bali itu selanjutnya dilakukan proses mekingsan ring gni di Krematorium Bebalang, Bangli, Jumat, 5 April 2024.

Keluarga dan kerabat hadir untuk memberi penghormatan terakhir.

Penglingsir Puri Pemayun Sidemen Karangasem, Tjokorda Sutedja Pemayun menjelaskan, alasan prosesi mekingsan ring gni di Krematorium Bebalang, karena di Setra Sidemen sedang dilaksanakan upacara palebon.

"Antara upacara palebon dan mekingsan tidak bisa dilaksanakan bersamaan. Sehingga kami mengalah, dan melaksanakan prosesi mekingsan ring gni di sini," jelasnya.

Sementara upacara palebon, lanjut Tjok Sutedja, masih akan dirembuk terlebih dahulu.

Pihak keluarga juga masih menunggu kedatangan kakak Cok Sawitri dari Jerman.

"Mungkin (upacara palebon) sekitar bulan Agustus," imbuhnya.

Tjok Sutedja mengaku sangat kehilangan atas berpulangnya Cok Sawitri.

Sosoknya dikenal sangat positif, sebab selalu mendukung apapun keputusan keluarga.

"Almarhum juga merupakan sosok yang sangat rendah hati, walaupun di luar namanya sangat dikenal masyarakat," ucapnya.

Dikatakan pula, pada Purnama kemarin pihak keluarga mendapati Cok Sawitri berada di rumah sekitar lima hari.Diakui hal ini jarang terjadi.

Sedangkan sebelum menghembuskan napas terakhir Cok Sawitri tidak pernah menunjukkan gejala sakit ataupun diketahui memiliki riwayat sakit.

"Riwayat sakit tidak ada. Mungkin karena capek dan keluar darah dari livernya, serta lambat pertolongan. Belum sempat dibawa ke rumah sakit, beliau ditemukan sudah meninggal dunia," ucapnya.

Tjok Sutedja yang juga kakak misan Cok Sawitri melihat banyak sahabat yang sangat men-support Cok Sawitri.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved