Populer Bali

Viral Bali: Shuttle Bus Gratis Bagi Pemedek Tangkil di Pura Besakih dan Rencana Palebon Cok Sawitri

Sorotan berita Viral Bali pertama terkait kabar baik bagi pemedek yang tangkil atau sembahyang ke Pura Besakih Bali kini siap dilayani shuttle bus

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Putu Supartika
Walikota Denpasar Ngaturang Bhakti Penganyar di Pura Agung Besakih, Ribuan Umat Tangkil 

Ia pun berharap pada sahabat-sahabat Cok Sawitri agar bisa melanjutkan cita-citanya, terutama di bidang seni dan budaya.

"Almarhum basic-nya drama dan pemain teater. Namun juga bergerak di bidang lainnya, seperti menjadi penulis hingga tutor yang luar biasa," tandasnya.

Suasana duka terlihat di rumah Cok Sawitri di Puri Sidemen, Desa Sidemen, Kecamatan Sidemen, Karangasem, Jumat (5/4) siang.

Karangan bunga berbelasungkawa atas wafatnya Cok Sawitri, berjejer sekitar area parkir Puri Sidemen.

Ratusan krama yang mengenakan pakaian adat datang silih berganti ke Puri Sidemen.

Mereka datang untuk mengucapkan belasungkawa, mengirimkan doa agar mendiang mendapat tempat terbaik, serta menghadiri upacara mesiram dan narpana sebelum dikremasi di Banjar Bebalang, Bangli.

Tjok Suteja mengungkapkan, kepergian Cok Sawitri menyisakan kesedihan mendalam.

Keluarga, saudara, rekan, teman, dan masyarakat sekitar mengaku kehilangan sosok wanita tangguh, optimistis, dan berani.

Tjok Sutedja mengatakan, pukul 09.00 Wita digelar mesiram. Dilanjutkan upacara narpana pukul 11.00 Wita.

Narpana dipuput langsung oleh Ida Pedanda Istri Agung.

Menurutnya, ngaben masih menunggu rembuk keluarga karena kakak kandung Cok Sawitri yakni Cokorda Widnyana tinggal di Jerman, dan adiknya Cokorda Rupini bekerja di Makassar.

Cok Sawitri adalah sosok pekerja keras, humoris, serta konsisten melestarikan dan menjaga  kebudayaan Bali dari pengaruh luar yang ingin mengikisnya.

Tjok Sutedja menceritakan, sosok wanita yang dikaguminya, Cok Sawitri adalah anak ke-2 pasangan Cokorda Gede Raja serta Jero Wisma.

Di masa kecilnya, Cok Sawitri tinggal di Kota Amlapura karena orangtuanya mendapatkan tugas di sana.

Dari kecil Cok Sawitri hobi kesenian, seperti menari, menabuh, menulis, dan lainnya.

"Setelah dewasa beliau memutuskan ke Denpasar. Meneruskan cita-citanya jadi seorang sastrawan, seniman," kata Tjok Sutedja.

Selama di Denpasar, Cok Sawitri tetap berkomunikasi dengan keluarga dan berkunjung di Puri Sidemen.

Tiap bulan dan saat ada acara Cok Sawitri menyempatkan diri bercanda dengan saudara di Puri Sidemen.

"Beliau terakhir ke Puri Sidemen saat piodalan, Minggu (24/3). Tumben beliau nginap 5 hari. Biasanya nginap hanya 2 hari," katanya.

Ditambahkan, banyak candaan dan guyonan yang diceritakan saat menginap di Puri Sidemen 5 hari.

Tidak ada firasat. Komunikasi berjalan seperti biasanya. Beliau ngobrol seperti sebelumnya.

Canda, bercerita terkait kebudayaan, hingga hal-hal yang perlu diceritakan. Wajahnya terlihat biasa saat kembali ke Kota Denpasar.

"Beliau hanya bilang ada kerjaan. Dalam waktu dekat akan pentas di Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem. Saya kaget setelah mendengar beliau meninggal dunia. Keluarga merasa terpukul. Beliau sosok humoris, pekerja keras, berani," imbuhnya.

Sebelum meninggal, beliau sempat mengeluhkan sakit lantaran bagian livernya bermasalah dan menderita bronkitis karena kuat merokok.

"Namun beliau itu tetap ceria di depan keluarganya. Semua penyakitnya disamarkan. Semoga mendapatkan tempat terbaik," doa Tjok Suteja. (tribun bali/ful/mer/)

>>> Baca berita terkait <<<

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved