Berita Denpasar
Kelanjutan Parkir Tapping di Denpasar Tunggu Realisasi Kenaikan Tarif Parkir
Kelanjutan pelaksanaan parkir tapping saat ini masih menunggu realisasi kenaikan parkir dari Pemkot Denpasar dan Perumda
Penulis: Putu Supartika | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kelanjutan pelaksanaan parkir tapping saat ini masih menunggu realisasi kenaikan parkir dari Pemkot Denpasar dan Perumda Bhukti Praja Sewakadharma.
Dimana untuk saat ini, penerapan parkir tapping baru dilaksanakan di Pasar Badung.
"Parkir tapping masih di Pasar Badung saja. Karena kami masih menunggu kenaikan parkir dulu," kata Dirut Perumda Pasar Sewakadharma Denpasar, IB Kompyang Wiranata, Senin 15 April 2024.
Apalagi menurutnya, kegiatan parkir tapping ini memerlukan biaya operasional yang tinggi.
"Saat ini kenaikan tarif parkir kan masih dikaji sehingga kita melakukan kegiatan tapping perlu modal, biaya itu masih kami perhitungkan," katanya.
Ia mengatakan, saat ini tapping di Pasar Badung masih berjalan dan menjadi percontohan.
Hanya saja implementasi maksimalnya yang belum berjalan.
Kompyang Wiranata mengatakan, saat uji coba di Pasar Badung, pelayanan lebih cepat ketimbang menggunakan sistem manual.
"Dari uji coba ada peningkatan terutama untuk keluar jadi lebih cepat. Cuma perlu kesadaran lagi dari masyarakat dan kami juga akan menyediakan konter untuk kartunya," katanya.
Baca juga: Ditangkap Saat Menempel Sabu di Wilayah Sanur, Budiarta Dituntut Bui 7 Tahun dan 2 Bulan
Pihaknya menambahkan, jika sudah ada penyesuaian tarif parkir, pihaknya akan menerapkan di beberapa pasar besar.
Beberapa pasar yang rencananya akan diterapkan parkir tapping yakni Pasar Cokroaminoto, Pasar Anyar Sari, Pasar Gunung Agung, dan Pasar Suci.
"Untuk Pasar Suci kami akan maksimalkan tapping," katanya.
Untuk diketahui, pelaksanaan uji coba parkir tapping di Pasar Badung sudah dilakukan sejak 2023.
Pihaknya memberikan sekitar 200 unit kartu yang bisa digunakan untuk parkir tapping ini kepada pedagang sebagai percontohan.
Polanya sama seperti masuk jalan tol.
Menurutnya, uji coba ini juga menjadi ajang sosialisasi kepada masyarakat serta pedagang.
Apalagi kondisi pasar di Kota Denpasar pada pagi hari khususnya di Pasar Badung kerap mengalami antrean hingga berjubel saat masuk ke area.
Hal itu dikarenakan untuk mengambil karcis parkir perlu waktu cukup lama, sehingga ketika pengunjung ramai, akan terjadi antrean.
Apalagi, bila pedagang dan pengunjung pasar yang datang sekalian.
“Sekarang dengan menggunakan sistem tapping ini, pengunjung bisa memperpendek waktunya di pintu parkir. Sementara di pintu keluar juga tidak perlu lagi ngantre,” katanya.
Ia menambahkan, saat menggunakan karcis, ketika pengunjung ke luar area parkir juga banyak yang tidak menyetorkan karcis.
Hal ini juga menurutnya dinilai rawan terjadi penyimpangan.
Pengunjung tinggal membawa kartu berisikan saldo parkir, mereka yang akan masuk tinggal menempelkan kartu.
Dikatakan, saat ke luar pasar pengunjung juga wajib tapping lagi sekali.
Namun, untuk pembayarannya cukup hanya sekali. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.