Hari Raya Idul Fitri

Padat Dua Arah di Gilimanuk, Lonjakan Wisatawan dan Pemudik ke Bali Malam Hari

puncak arus balik pasca Lebaran 2024 diprediksi terjadi Minggu 14 April 2024 dan Senin 15 April 2024.

Made Prasetia Aryawan/Tribun Bali
Suasana pemeriksaan identitas di Pos KTP Gilimanuk, Jembrana, Bali, Minggu 14 April 2024. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Puncak arus balik Lebaran ke Bali diprediksi terjadi, Minggu 14 April 2024 dan Senin 15 April 2024.

Lonjakan pengguna jasa Pelabuhan, baik pemudik maupun wisatawan (dua arah) terpantau padat di malam hari.

Untuk mengurai kepadatan kendaraan, kapal perbatuan dengan kapasitas jumbo tetap dioperasikan selama arus balik Lebaran tahun ini.

Menurut data yang berhasil diperoleh dari ASDP Cabang Ketapang, pada H+1 Lebaran atau Jumat 12 April 2024, tercatat 34.025 orang yang masuk Bali via Pelabuhan Gilimanuk.

Baca juga: Pelecehan Pemudik di Gilimanuk Terus Didalami, Polres Jembrana Periksa 4 Saksi, Pelaku Belum Mengaku

Dari jumlah tersebut, didominasi oleh sepeda motor 3.980 unit dan kendaraan kecil (roda empat pribadi) 3.867 unit.

Sementara, orang keluar Bali pada H+1 Lebaran tercatat 28.926 orang yang didominasi kendaraan kecil atau roda empat 3.913 unit.

Sementara pada H+2, Sabtu 13 April 2024, tercatat 41.725 orang masuk Bali dengan total 11.158 unit kendaraan.

Sementara, orang keluar Bali pada H+1 Lebaran tercatat 28.926 orang yang didominasi kendaraan kecil atau roda empat 3.913 unit.

Dan pada H+2 atau Sabtu 13 April 2024, tercatat 33.138 orang keluar Bali dengan jumlah kendaraan 7.216 unit.

Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) Pelabuhan Kelas I Pelabuhan Gilimanuk, I Made Ria Fran Dharma Yudha mengatakan, secara umum situasi dan kondisi di Pelabuhan Gilimanuk terbilang aman dan lancar.

Wisatawan yang hendak balik dari Bali dan pemudik yang hendak masuk Bali aktivitasnya terlihat sejak Sabtu 13 April 2024.

"Pergerakan (kendaraan dan orang) pengguna jasa Pelabuhan lebih banyak di malam hari. Tapi kondisinya padat namun mengalir," kata Yudha, Minggu 14 April 2024.

Dia melanjutkan, puncak arus balik pasca Lebaran 2024 diprediksi terjadi Minggu 14 April 2024 dan Senin 15 April 2024.

Sebab, hari libur rangkaian Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah ini telah usai Senin.

Sehingga, pada Selasa aktivitas seperti perkantoran dan sekolah mulai normal kembali.

Selama arus balik, kata dia, pola operasi kapal masih tergolong normal.

Suasana pemeriksaan identitas di Pos KTP Gilimanuk, Jembrana, Bali, Minggu 14 April 2024.
Suasana pemeriksaan identitas di Pos KTP Gilimanuk, Jembrana, Bali, Minggu 14 April 2024. (Made Prasetia Aryawan/Tribun Bali)

Ada 31 kapal dengan pola 8 trip diterapkan, Minggu 14 April 2024.

Sementara kapal perbantuan dengan kapasitas jumbo juga masih dioperasikan untuk mengurai kepadatan lalu lintas mengantisipasi kemacetan, khususnya di Dermaga MB IV Pelabuhan Gilimanuk.

"Cuaca juga masih sangat mendukung. Serta aktivitas bongkar muat juga lancar," tandasnya.

General Manager PT ASDP Cabang Ketapang, Syamsudin mengatakan situasi dan kondisi arus lalu lintas pada arus balik mudik tahun 2024 masih terpantau aman dan lancar.

Situasinya padat mengalir dan lancar.

Sementara ini didominasi oleh kendaraan roda dua dan roda empat atau kendaraan kecil.

"Puncaknya kemungkinan Minggu malam dan Senin. Karena masih ada libur pada Senin. Sehingga aktivitas bekerja di berbagai bidang baru dimulai Selasa lusa," ungkapnya.

Dia mengimbau seluruh masyarakat agar tetap waspada dan hati-hati selama perjalanan mengingat potensi cuaca buruk masih bisa saja terjadi.

"Kami imbau tetap utamakan dan keselamatan saat perjalanan," imbaunya.

Periode Lebaran saat ini memasuki masa arus balik karena libur Hari Raya Idul Fitri berakhir, Senin 15 April 2024.

Selain penguatan pada manajemen arus balik, selama periode libur lebaran, Polda Bali memberikan atensi pengamanan pada obyek wisata.

Selain itu, untuk mengantisipasi tindak kriminalitas, Polda Bali gencar menggelar patroli menyasar rumah-rumah kosong yang ditinggal mudik, pertokoan, mall atau pusat perbelanjaan.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan SIK MH mengatakan, untuk atensi keseluruhan dalam Operasi Ketupat Agung-2024, Polda Bali melibatkan 2.005 personel yang terbagi menjadi 7 Satgas.

"Usai mengamankan arus mudik dan salat id, kini fokus pada pengamanan objek Vital, seperti tempat wisata dan pusat perbelanjaan. Berdasarkan hasil pemetaan, Polda Bali mengamankan 97 objek wisata dan 66 pusat perbelanjaan,” kata Kombes Pol Jansen, Minggu 14 April 2024.

Menurutnya, ditempatkannya personel polisi di objek-objek wisata dan pusat perbelanjaan dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan yang sedang menikmati hari libur.

“Kami terus berupaya menjaga situasi Kamtibmas dengan meningkatkan kegiatan Ops Ketupat Agung melalui pemberian edukasi, imbauan, sambang door to door dan patroli dialogis, melalui peran Satgas Preventif,” tuturnya.

Kabid Humas mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan dan membawa barang-barang mewah atau berharga secara berlebihan saat bepergian ke tempat wisata atau pusat perbelanjaan agar tidak menjadi korban sasaran tindak kriminalitas.

Selain masyarakat, yang menjadi perhatian juga personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Agung 2024, di mana personel Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Bali yang tergabung dalam satgas Banops memberikan pelayanan kesehatan bagi anggota Polri yang terlibat.

Melalui pelayanan kesehatan, diharapkan para personel tetap sehat dan menjaga kondisi fisik tetap prima saat melaksanakan kegiatan operasi.

Biddokes Polda Bali melaksanakan pelayanan kesehatan untuk mengecek kondisi para personel yang terlibat operasi melalui pemeriksaan tensi darah dan memberikan vitamin tambahan.

Kegiatan ini dilakukan setiap hari dengan tempat dan waktu yang berbeda.

Karena selain intensitas kegiatan Operasi Ketupat Agung 2024 sangat tinggi, faktor cuaca juga memengaruhi kesehatan tubuh personel yang bertugas.

Pengecekan kesehatan ini sangat penting untuk dapat mencegah dan mengobati gangguan kesehatan, sehingga anggota dapat menjalankan tugas sampai berakhirnya Operasi Ketupat Agung 2024.

“Secara umum, sampai saat ini tidak ada personel yang mengalami gangguan kesehatan yang serius. Hanya ada beberapa personel yang tensinya rendah dan tinggi,” pungkasnya. (mpa/ian)

Satpol PP Badung saat melakukan pemeriksaan duktang di Terminal Tipe A Mengwi pada Minggu 14 April 2024 dini hari.
Satpol PP Badung saat melakukan pemeriksaan duktang di Terminal Tipe A Mengwi pada Minggu 14 April 2024 dini hari. (ISTIMEWA)

Periksa Identitas Duktang

PENGAWASAN di Terminal Tipe A Mengwi, Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi pasca libur Lebaran mulai diperketat.

Bahkan pemeriksaan terhadap penduduk pendatang (Duktang) sudah dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung, Sabtu 13 April 2024.

Selama dua hari pemeriksaan Duktang, yakni Sabtu 13 April 2024 hingga Minggu 14 April 2024, Satpol PP mendapatkan tiga Duktang tidak kantongi identitas.

Pemeriksaan Duktang akan terus diperketat hingga beberapa hari kedepan.

Kepala Satpol PP Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengakui penertiban Duktang yang datang tanpa identitas dan tujuan yang jelas perlu dilakukan.

Mengingat semua itu untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas di Gumi Keris.

“Penjaringan sudah kita lakukan dari kemarin. Jadi setiap penumpang yang tiba akan kami periksa kelengkapan identitasnya,” ujar Suryanegara, Minggu 14 April 2024.

Menurutnya, pengawasan Duktang akan dilakukan tiga tahap, yakni menjelang Lebaran, saat Lebaran dan pasca Lebaran.

Pengawasan arus balik akan dilaksanakan beberapa hari ke depan, sehingga pengawasan duktang bisa diperketat.

“Pengawasan penumpang yang masuk Terminal Mengwi akan dilakukan selama tiga hari kedepan. Mengingat sudah masuk jam kerja, jadi selanjutkan akan dilakukan pengawasan di tingkat desa,” katanya.

Suryanegara mengaku berkewajiban untuk selalu mengantisipasi kerawanan sebelum Lebaran, Lebaran dan pasca hari raya.

Bahkan yang paling urgent adalah pasca Lebaran akan melakukan penertiban H+2 Lebaran hingga seminggu kedepan.

“Jadi pada arus balik kita gencarkan. Sehingga tidak ada masyarakat yang tanpa tujuan atau tanpa identitas di Badung,” bebernya.

Dia menjelaskan dari dua hari pemeriksaan pihaknya mendapatkan 3 orang yang tanpa identitas.

Namun tiga orang itu sudah ada penjaminnya yakni keluarganya di Bali, sehingga tidak dipulangkan paksa.

“Sabtu ada 478 orang yang kami periksa dengan total 27 bus. Dari ratusan penumpang itu, 3 orang tidak membawa identitas dan sudah dibina dan sudah ada penjamin dari keluarga,” tegasnya.

Selanjutnya pada Minggu 14 April 2024, ada 19 unit bus yang masuk terminal dengan jumlah penumpang 494 orang.

Namun saat pemeriksaan tidak ditemukan pelanggaran dan tidak ada duktang bodong.

Jika ada duktang bodong, ada dua hal yang dilakukan, sidang tipiring atau dipulangkan.

Sementara itu, Disdukcapil Kota Denpasar akan melakukan sidak arus balik pasca lebaran.

Pasalnya, mereka yang mudik akan kembali ke Bali, bahkan akan ada yang mengajak lebih banyak sanak saudara ke Bali termasuk Denpasar.

Untuk mengantisipasi duktang bodong, Disdukcapil akan melakukan sidak di pintu masuk ke Kota Denpasar, salah satunya di Pelabuhan Benoa.

Kadisdukcapil Denpasar, Dewa Gede Juli Artabrata mengatakan pihaknya masih menunggu jadwal kedatangan kapal yang akan sandar di Pelabuhan Benoa karena pemeriksaan seperti itu harus bersamaan dengan datangnya jadwal kapal.

Satpol PP Badung saat melakukan pemeriksaan duktang di Terminal Tipe A Mengwi pada Minggu 14 April 2024 dini hari.
Satpol PP Badung saat melakukan pemeriksaan duktang di Terminal Tipe A Mengwi pada Minggu 14 April 2024 dini hari. (ISTIMEWA)

"Kami akan ada sidak. Tapi sekarang masih menunggu jadwal,” kata Dewa Juli, Minggu 14 April 2024.

Dikatakan, kegiatan seperti ini sudah rutin dilakukan untuk menghindari adanya warga yang tidak membawa identitas saat masuk Denpasar.

Dalam sidak tersebut, pihaknya akan mengecek identitas duktang tersebut dan lokasi tinggalnya di Denpasar.

Selain itu, barang bawaan mereka juga akan dicek. Sehingga mereka memiliki tujuan yang jelas saat ada di Denpasar.

Pihaknya juga mengimbau warga yang akan kembali ke Kota Denpasar selepas mudik selalu membawa identitas.

Selain itu, pendataan dan sidak duktang atau penduduk non permanen juga akan yang dilakukan desa/kelurahan masing-masing.

Sasarannya yakni kantong-kantong penduduk non permanen.

"Untuk di desa atau kelurahan kita serahkan ke desa atau kelurahan masing-masing," katanya. (gus/sup)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved