Kebakaran di Denpasar

Selamat Jalan Made Arisanjaya, Istri dan Anak, Video Call dari Sesetan ke Buleleng Jadi Kenangan

Selamat Jalan Made Arisanjaya, Istri dan Anak, Video Call dari Sesetan ke Buleleng Jadi Kenangan

Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
Tribun Bali/Putu Supartika
Kolase foto lokasi kebakaran di Gang Taman Sari 2C Blok I, Banjar Pembungan, Sesetan Denpasar, Bali pada 7 Mei 2024 pagi. 

Blok pertama dimiliki oleh dirinya dengan jumlah 4 kamar kos dan ludes terbakar.

"Ada empat kamar kos, tapi yang terisi tiga kamar. Dan satunya lagi baru mau akan ada yang kos, tapi sudah terbakar," katanya.

Blok kedua dimiliki sang adik, Ketut Suardana yang merupakan satu rumah kontrakan.

Di rumah kontrakan inilah satu keluarga asal Buleleng ini meninggal terpanggang.

"Awalnya itu mau dipakai rumah tinggal oleh adik saya. Namun karena agak sempit dan sudah ada anak 3 orang, adik saya pindah dan ngontrak rumah yang lebih luas," tuturnya.

Sementara itu, di blok ketiga yang berada paling utara merupakan kos-kosan milik adik perempuannya bernama Ni Wayan Sutari.

Di blok ketiga ini ada 6 kamar kos namun tidak terlalu terdampak kebakaran ini.

"Hanya dua tempat ini yang parah. Kos saya ada 4 kamar dan satu rumah kontrakan adik saya," katanya.

Ia mengaku mengetahui kebakaran ini sekitar pukul 23.00 Wita.

Dirinya saat itu sedang berada di Karangasem dihubungi oleh kerabatnya jika kosnya terbakar.

Dirinya pun datang pagi tadi dan mendapati sudah hangus terbakar.

Selain itu, ada tiga orang meninggal di rumah kontrakan milik adiknya.

"Ketiganya ditemukan di kamar mandi jenazahnya," katanya.

Selain itu dua kendaraan bermotor juga hangus terbakar yakni satu Scoopy, dan NMAX baru.

Dirinya mengatakan api muncul dari rumah kontrakan yang menyebabkan korban jiwa.

"Sebelum kebakaran, karena jualan online, korban sempat menurunkan barang jualan berupa kasur," imbuhnya.

Dirinya menambahkan, tanah tempat kontrakan maupun kos tersebut bukanlah miliknya.

"Saya dan adik-adik juga ngontrak selama 25 tahun dari warga sini namanya Nyoman Kartika. Baru berjalan 10 tahun. Intinya saya investasi saat ada KUR itu," katanya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved