WWF di Bali

Rencana Siswa di Kuta Selatan Belajar di Rumah Saat WWF, Disdikpora Badung Akui Menunggu Petunjuk

Dwipayana mengakui jika pada kegiatan WWF yang akan berlangsung beberapa hari ke depan, sebagian besar kegiatannya dilaksanakan di wilayah Sanur

istimewa
Kepala Disdikpora Badung I Gusti Made Dwipayana - Rencana Siswa di Kuta Selatan Belajar di Rumah Saat WWF, Disdikpora Badung Akui Menunggu Petunjuk 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pemerintah Provinsi Bali berencana akan melakukan pembatasan kegiatan belajar mengajar di sekolah saat World Water Forum (WWF) 2024.

Hanya saja pembatasan belajar di sekolah hanya diberlakukan di wilayah Kuta Selatan, Badung.

Sampai saat ini kabar terkait pembatasan belajar di sekolah itu pun belum sampai ke pemerintah daerah khususnya Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Badung.

Bahkan Disdikpora provinsi belum melakukan koordinasi ke Badung.

Baca juga: Terkait Pelaksanaan WWF, Pemkot Denpasar Siapkan 3 Destinasi untuk Dikunjungi Delegasi

Kepala Disdikpora Badung, I Gusti Made Dwipayana yang dikonfirmasi 9 Mei 2024 mengakui jika belum ada koordinasi dari Disdikpora Provinsi.

Bahkan dirinya mengaku belum mengetahui rencana siswa di Kuta Selatan belajar di rumah saat WWF.

"Belum ada, kita menunggu petunjuk provinsi dulu," kata Dwipayana.

Pihaknya menyebutkan, koordinasi belum dilakukan.

Bahkan dirinya belum mengetahui pasti terkait petunjuk teknis proses belajar mengajar di wilayah Kuta Selatan

"Jadi kita masih menunggu petunjuk provinsi nggih. Kami belum bisa memastikan apa akan dilakukan belajar di rumah atau tidak," terangnya.

Kendati demikian Dwipayana mengakui jika pada kegiatan WWF yang akan berlangsung beberapa hari ke depan, sebagian besar kegiatannya dilaksanakan di wilayah Sanur Denpasar.

Namun pihaknya mengaku beluk berani memastikan semua itu.

"Kalau tidak salah kegiatan lebih banyak di Sanur. Namun untuk pembelajaran kita tunggu dulu nggih," imbuhnya

Untuk diketahui di wilayah Kuta Selatan, Badung ada 56 Sekolah Dasar (SD) 17 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 8 Sekolah Menengah Atas (SMA), 8 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan 2 Sekolah Luar Biasa (SLB).

Sebelumnya pada kegiatan KTT G20, sejumlah sekolah tersebut juga melakukan kegiatan belajar dari rumah.

Proses belajar mengajar pun dilakukan secara daring, sehingga dipastikan proses belajar mengajar tetap jalan namun tidak mengganggu kegiatan delegasi. (*)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved