Mahasiswa STIP Tewas
BREAKING NEWS: Prosesi Pengabenan Hari Ini, Putu Satria, Korban Kekerasan Seniornya di STIP
Duka mendalam menyelimuti rumah duka Putu Satria, seorang taruna berusia 19 tahun yang meninggal akibat kekerasan seniornya di STIP Jakarta.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: I Made Wira Adnyana Prasetya
Selain itu nantinya sistem asrama hanya akan diberikan kepada anak-anak tinggat I, sementara anak tingkat selanjutnya bisa tinggal di tempat-tempat kos di sekitar kampus.
"Kami juga akan libatkan orangtua untuk ikut mengasuh anak didik, melalui komite sekolah," jelas Budi.
Bahkan perombakan juga dilakukan hingga atribut kampus.
Menurutnya, atribut yang selama ini dikenakan, terkesan memunculkan persepsi dan pemisah antara senior dan junior.
"Ke depan semua atribut kami hilangkan. Kami akan gunakan yang lebih humanis. Tidak setiap hari kami gunakan seragam itu (dinas), tapi ada seragam putih, batik, olahrahraga, dan libur bisa pakaian bebas," jelas Budi.
Rencana-rencana ini diharapkan bisa mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
"Ini menjadi dasar reformasi pendidikan vokasi di Kemenhub," ujar Budi, menekankan pentingnya perubahan tersebut.
Lebih dari sekedar duka dan keadilan, keluarga Rio juga diberi harapan baru dengan pemberian beasiswa oleh Kemenhub kepada adik Rio, Kadek Anandita Pradnya Swari, untuk melanjutkan pendidikan di sekolah vokasi di bawah naungan Kemenhub.
Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengambil tanggung jawab atas tragedi yang menimpa Rio.
Di tengah rasa sakit dan kehilangan, keluarga Rio berharap reformasi yang dijanjikan dapat membawa perubahan positif, tidak hanya untuk STIP tetapi juga untuk semua institusi pendidikan di Indonesia.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.