Mahasiswa STIP Tewas
Soroti Terulangnya Kekerasan di STIP yang Tewaskan Putu Satria dari Bali, Komisi X DPR: Audit Total
Buntut kasus tewasnya taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta asal Klungkung Bali, Putu Satria memantik kekecewaan berbagai kalangan
Dalam aturan tersebut dimungkinkan adanya pembubaran sekolah kedinasan atau dialihkan pengelolaannya ke kementerian lain jika dari hasil evaluasi ditemukan hal-hal yang merugikan peserta didik.
“Maka kami meminta ada audit total agar diketahui kelayakan Kemenhub menyelenggarakan dan mengelola lembaga pendidikan. Jika memang tidak layak kenapa misalnya tidak dialihkan pengelolaanya ke Kementerian Pendidikan Budaya Riset dan Teknologi. Sehingga pengelolaan pendidikan di Indonesia satu pintu saja,” pungkasnya.
Peran 3 Tersangka
Diwartakan Tribun Bali sebelumnya, kasus Putu Satria, taruna asal Klungkung Bali yang tewas dianiaya oleh seniornya di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta kini memasuki babak baru.
Setelah jenazah Putu Satria Ananta Rustika (19) pada Jumat, 10 Mei 2024 kemarin dilakukan prosesi pengabenan di setra Desa Gunaksa, Klungkung, Bali.
Tampak ribuan krama mengiringi layon (jenazah) Putu Satria menuju ke peristirahatan abadinya.
Di lain sisi, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tewasnya Putu Satria dan telah menetapkan Tegar Rafi Sanjaya (21) sebagai tersangka utama.
Paling anyar, pihak penyidik dari Polres Metro Jakarta pun telah menetapkan tiga tersangka baru dari kasus tewasnya Putu Satria.
Tiga tersangka yang ditetapkan oleh penyidik polisi diketahui berinisial A, W, KAK yang merupakan taruna tingkat II STIP.
Ketiga tersangka itu adalah A, W, dan K yang merupakan taruna STIP.
Menukil dari laman Kompas.com, 11 Mei 2024, tiga tersangka baru di atas punya peran masing-masing terkait kasus tewasnya Putu Satria.
"Tiga tersangka itu menjadi atau mempunyai peran turut serta, turut melakukan dalam konteks ini orang yang melakukan, atau orang yang turut menyuruh perbuatan itu," kata Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jakarta Utara, Kombes (Pol) Gidion Arif Setyawan di Polres Metro Jakarta Utara pada Kamis 8 Mei 2024.
Peran mereka terkuak usai polisi melakukan pengembangan penyidikan dan gelar perkara.
Berdasarkan hasil penyidikan, A merupakan orang yang pertama kali memanggil Putu bersama teman-temannya.
"Adapun peran masing-masing dari tersangka itu adalah pelaku FA alias A memanggil korban dengan mengatakan 'woi tingkat satu yang makai PDO (pakaian dinas olahraga) sini'. Jadi, turun dari lantai tiga ke lantai dua," sambung Gidion.
Fakta Baru Percakapan Putu Satria Sama Kekasih Via WA Beber Soal Ancaman dan Tradisi Baptis |
![]() |
---|
Beber Sang Ibu Soal Penganiaya Putu Satria yang Dari Bali: Inisial KA dan Sebut dari Jembrana |
![]() |
---|
1 Tersangka Penganiaya Putu Satria Disebut Berasal dari Bali, Rusmini Tak Mau Temui Keluarga Pelaku |
![]() |
---|
RUSMINI Tak Mau Temui Keluarga Pelaku! 1 Tersangka Penganiaya Putu Satria Disebut Berasal dari Bali |
![]() |
---|
NUNAS BAOS Keluarga Mendiang Putu Satria, Sebut Faktor Iri Hati, Sang Ibu Enggan Ketemu Tersangka |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.