Misteri Kematian Vina
SADIS! Aksi Geng Motor di Cirebon Tewaskan Vina & Eki, Sang Ayah Bergetar Cerita Pencarian Pelaku!
Vina dan Eki, sepasang kekasih, yang jadi korban aksi sadis geng motor 8 tahun silam, menjadi bukti bahwa geng motor benar-benar meresahkan.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Aksi sadis yang dilakukan geng motor di Cirebon dan sekitarnya, benar-benar meresahkan warga. Bagimana tidak, aksi geng motor ini membuat nyawa dua remaja hilang.
Vina dan Eki, sepasang kekasih, yang jadi korban aksi sadis geng motor 8 tahun silam, menjadi bukti bahwa geng motor benar-benar meresahkan.
Alhasil kematian Vina dan Eki, yang kemudian ditayangkan ke dalam sebuah film layar lebar bertajuk 'Vina Sebelum 7 Hari' berhasil menyedot perhatian publik.
Dalam film ini, dijelaskan dengan detail bagaimana aksi sadis pembunuhan dan rudapaksa geng motor yang dilakukan pada Vina.
Dari 11 pelaku, baru 8 orang yang ditangkap dan dijatuhi hukuman seumur hidup. Sedangkan 3 orang lainnya berhasil kabur dan masih DPO hingga saat ini.
Publik pun dibuat geram, lantaran 3 pelaku ini belum ketemu sampai sekarang. Aksi sadis yang menyebabkan kematian Vina, tentu menjadi luka tidak hanya pada orangtua korban.
Namun luka bagi orangtua lainnya di Indonesia, melihat seorang anak dibantai dengan sadis sedemikian rupa.
Baca juga: HOROR! Tragedi Korban Geng Motor di Cirebon Diangkat Jadi Film, Vina Sebelum 7 Hari Segera Tayang!
Baca juga: PEMUDA Gunaksa Ramai-ramai Hancurkan Baliho Bergambar Pelaku Pembunuhan Taruna STIP Putu Satria

Sebelumnya, kematian Vina dan Eki disebut sebagai kecelakaan sepeda motor. Namun keluarga merasa aneh, karena tubuh Vina terbilang hancur bukan seperti seseorang yang habis kecelakaan.
Siapa sangka, usut punya usut ternyata memang benar Vina dianiaya bukan kecelakaan. Jasad Vina terlihat hancur lebur, karena dianiaya dengan sadis oleh geng motor sebelum akhirnya kematian menjemput gadis cantik ini.
Keluarga pun tahu, usai temannya Vina bernama Linda kerasukan dan menyebut dirinya Vina. Saat kerasukan itu, ia menjelaskan kronologi pembunuhan yang dilakukan geng motor.
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Erdi A Chaniago, menjelaskan keberlanjutan kasus pembunuhan Vina Cirebon, Jumat (17/5/2024).
Melalui akun Instagram @divisihumaspolri, Erdi menjelaskan kasus Vina Cirebon yang terjadi pada 2016 silam.
Di mana dua korban yakni Vina Dewi (16) dan Muhammad Rizky (16) meninggal dunia di tangan geng motor.
Erdi mengatakan jika saat ini kasus Vina Cirebon masih ditangani oleh Polda Jabar.
"(Kasus) Korban atas nama satu, Vina Dewi Arsita alias Vina dan dua, Muhammad Rizky alias Eki saat ini masih ditangani oleh Polda Jawa Barat," kata Erdi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/5/2024).
Ia menambahkan jika saat ini Bareskrim Polri tidak mengambil alih kasus melainkan hanya memberikan arahan.

"Bareskrim Polri selaku pembina fungsi reserse telah melakukan atau memberikan petunjuk-petunjuk serta arahan yang sering kita sebut sebagai jukrah terkait penyelidikan dan penyidikan yang sedang ditangani oleh Polda Jabar," ucap dia.
"Kami menyampaikan bahwa perkara tersebut masih ditangani Polda Jawa Barat," tambahnya.
Pernyataan Erdi tersebut menyusul penjelasan dari Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Polri Brigjen. Pol. Djuhandani Raharjo Puro, Kamis (16/5/2024).
Dikutip dari Tribratanews, Djuhandani Raharjo Puro menyebutkan bahwa Bareskrim Polri akan turun tangan untuk membantu 3 buronan yang telah dirilis oleh Polda Jabar.
Selain itu, Polda Metro Jaya juga menyatakan pihaknya siap membantu mencari para Daftar Pencarian Orang (DPO) pelaku pembunuhan Vina dan pacarnya, Eki warga Cirebon.
Hal itu menanggapi kabar kalau pelaku utama kasus pembunuhan tersebut, yakni Pegi alias Perong yang disebut berada di Jakarta.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes. Pol. Ade Ary Syam Indradi mengaku, jika ada permintaan bantuan ke pihaknya, pasti akan segera menindaklanjutinya.
"Pada prinsipnya, setiap ada permohonan bantuan atau DPO yang sudah diinformasikan ke Polda Metro, Polda Metro prinsipnya siap membantu," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, kasus Vina Cirebon kembali mendapat sorotan dari masyarakat bersamaan dengan pemutaran filmnya di layar lebar.
Diketahui, Vina merupakan gadis 16 tahun yang tewas setelah dikeroyok oleh geng motor bersama kekasihnya.
Kejadian itu terjadi dan sempat membuat heboh di tahun 2016 silam.
Namun, hingga kini kasus tersebut masih menyisakan tanda tanya lantaran belum juga usai dari pihak kepolisian.
Terbaru, Humas Polda Jabar merilis 3 pelaku pembunuhan Vina yang masih buron.
Hal itu disampaikan melalui Instagram Humas Polda Jabar, Selasa (14/5/2024).
Berikut ini 3 DPO yang dirilis oleh Polda Jabar berkaitan dengan kasus Vina Cirebon.
1. Pegi alias Perong
Usia: 22 tahun (2016) - 30 tahun (2024)
Jenis Kelamin: Laki-laki
Kewarganegaraan: Indonesia
Tempat Tinggal Terakhir: Desa Banjarwangun, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon
Ciri-ciri Khusus: Tinggi 160 cm, badan kecil, rambut keriting, kulit hitam
2. Andi
Usia: 23 tahun (2016) - 31 tahun (2024)
Jenis Kelamin: Laki-laki
Kewarganegaraan: Indonesia
Tempat Tinggal Terakhir: Desa Banjarwangun, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon
Ciri-ciri Khusus: Tinggi 165 cm, badan kecil, rambut lurus, kulit hitam
3. Dani
Usia: 20 tahun (2016) - 28 tahun (2024)
Jenis Kelamin: Laki-laki
Kewarganegaraan: Indonesia
Tempat Tinggal Terakhir: Desa Banjarwangun, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon
Ciri-ciri Khusus: Tinggi 170 cm, badan sedang, rambut keriting, kulit sawo matang
Ayah Mendiang Eki Buka Suara
Sosok ayah mendiang Muhamad Rizki Rudiana atau Eki, kekasih Vina yang tewas dibunuh akhirnya muncul ke publik, sampaikan permintaan ini.
Diketahui, Eki dan kekasihnya Vina meninggal dunia secara tragis setelah disiksa oleh 11 anggota geng motor, di Cirebon, Jawa Barat pada tahun 2016 silam.
Tiga dari 11 pelaku bernama Dani, Andi, dan Pegi alias Egi hingga saat ini masih buron.
Netizen berasumsi, kalau ayah dari salah satu pelaku tersebut adalah seorang polisi.
8 tahun berlalu akhirnya terkuak kalau yang merupakan anak polisi adalah Eki korban pembunuhan.
Terbaru, sosok ayah kandung dari Eki yang bernama Iptu Rudiana akhirnya muncul.
Iptu Rudiana ternyata menjabat sebagai Kapolsek Kapetakan Polres Cirebon Kota.
Melalui akun media sosial pribadinya @rudianabison, Iptu Rudiana mengungkap pengakuannya.
"Assalamualaikum, pada kesempatan ini saya berharap kepada seluruh warga Indonesia," kata Iptu Rudiana, pada Jumat (17/5/2024) dilansir Tribun Jakarta.
"Saya adalah orangtua kandung dari almarhum Muhammad Rizki Rudiana atau Eki," imbuhnya.
Dengan suara bergetar, Iptu Rudiana meminta netizen untuk tidak berasumsi macam-macam terkait kasus pembunuhan Eki dan Vina.
"Saya mohon kepada seluruh masyarakat Indonesia, agar jangan membuat kami lebih sakit," ucap Iptu Rudiana.
"Eki adalah anak kandung saya yang mana menjadi korban daripada kelompok-kelompok yang kejam," imbuhnya,.
Air mata Iptu Rudiana tumpah juga.

Ia mengaku selama 8 tahun tidak diam, dirinya bekerja sama dengan Reskrim untuk mencari tiga pelaku pembunuhan anaknya yang masih buron.
"Saya tidak diam, saya terus berupaya dan terus bekerjasama dengan reskrim," ucap Iptu Rudiana.
"Terbukti beberapa kita amankan dan sisanya kami perjuangkan."
"Untuk dilakukan pengungkapan," imbuhnya.
Dengan suara terbata-bata menahan sesak di dada, Iptu Rudiana meminta doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar kasus pembunuhan anaknya bisa terungkap.
"Saya mohon doa orang-orang yang telah mengambil nyawa anak saya segera bisa terungkap," ujar Iptu Rudiana.
Ia mengaku selama 8 tahun ini sudah bersabar menghadapi asumsi-asumsi miring dari masyarakat.
"Saya mohon untuk warga Indonesia jangan berasumsi, dan mengeluarkan pernyataan yang membuat kami lebih sakit," ucap Iptu Rudiana.
"Kami cukup yang mengalaminya selama 8 tahun saya berupaya untuk sabar."
"Saya mohon seluruh Indonesia bisa mendoakan anak saya supaya tenang, dan supaya pelakunya bisa terungkap," imbuhnya.
Untuk diketahui, kasus kebrutalan geng motor di Cirebon delapan tahun silam yang telah menewaskan Vina dan Eki kembali viral usai tayangnya film "Vina: Sebelum 7 Hari".
Kasus naas yang menimpa Vina dan Eki itu terjadi di Jalan Raya Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, pada 27 Agustus 2016.
Selepas membunuh korban, geng motor tersebut merekayasa kematian korban seolah-olah Vina dan pacarnya tewas karena kecelakaan.
Kala itu, polisi menangkap sebanyak 11 orang terlibat dalam kasus pembunuhan Vina dan Eki.
Dari delapan orang yang sudah divonis, tujuh di antaranya berusia dewasa.
Mereka divonis hukuman seumur hidup karena melakukan pembunuhan berencana.
Adapun satu pelaku lainnya divonis 8 tahun penjara karena masih di bawah umur dan masuk dalam perlindungan anak.
Delapan orang terdakwa pemerkosa dan pembunuh Vina telah divonis Pengadilan Negeri Cianjur pada Mei 2017.
Namun, terdapat tiga buronan yang hingga kini tak kunjung tertangkap.
Bareskrim Turun Tangan
Bareskrim Polri ikut membantu proses pencarian terhadap tiga buronan pembunuh dan pemerkosa Vina ini.
Tim Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri turut mem-back up Polda Jawa Barat untuk menangkap ketiga DPO.
"Kami turunkan tim untuk back up Polda Jawa Barat," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro, Kamis (16/5/2024).
Meski demikian, Djuhandani belum merinci lebih lanjut terkait proses penyelidikan dan perburuan terhadap pelaku tindak pidana tersebut.
Polisi Bantah Sembunyikan Pelaku
Kombes Pol Jules Abraham Abast membantah ketiga buron kasus Vina disembunyikan aparat kepolisian.
Hal itu sekaligus menjawab isu yang menarasikan bahwa salah satu diantara tiga tersangka buron tersebut merupakan anak anggota polisi.
Jules menyebut, justru korban bernama Rizky atau Eky lah yang merupakan anak anggota Polri.
"Jadi, perlu saya sampaikan, hasil pemeriksaan maupun fakta di persidangan yang sesungguhnya bahwa salah satu korban yang merupakan pacar atau rekan dari saudari Vina yaitu saudara Eki adalah anak dari anggota kami, anggota kepolisian."
"Artinya, justru salah satu korban adalah anak dari anggota kepolisian, bukan pelaku ya."
"Jadi tiga orang yang berstatus DPO belum ada keterangan baik di pemeriksaan maupun fakta di persidangan yang menyebutkan adalah pelakunya dari anak anggota kepolisian, itu yang perlu kami tegaskan," ucapnya, Selasa.
(*)
Vina
Cirebon
Eki
kematian
Geng Motor
Bandung
ayah
sadis
motor
kecelakaan
pembunuhan
kerasukan
Polri
Polda Jabar
Muhamad Rizki Rudiana
meninggal dunia
ADU Jangkrik 2 Pengendara Sepeda Motor Buleleng di Ruas Jalan Singaraja - Busungbiu! Ini Kondisinya |
![]() |
---|
NUANU Creative City Bantah Sejumlah Hasil Sidak Komisi 1 DPRD Bali, Ini Penjelasan Lengkapnya! |
![]() |
---|
Hitungan Tabel Angsuran KUR BPD Bali Akhir Agustus 2025, Dokumen, Cara Pengajuan dan Syarat Utama |
![]() |
---|
Hitungan Tabel Angsuran KUR BRI Akhir Agustus 2025, Persyaratan, Cara Daftar dan Dokumen Penting |
![]() |
---|
35 Soal TKA IPA Kelas 12 Kurikulum Merdeka, Jawaban Lengkap dengan Pembahasan Terbaru |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.