Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Inflasi Bali Diprediksi Turun Juni, Indeks Ekspektasi Harga Umum Lebih Rendah dari Bulan Sebelumnya

Inflasi Bali diprediksi merosot pada bulan Juni, Indeks Ekspektasi Harga Umum lebih rendah bulan-bulan sebelumnya.

Tayang:
Editor: Ni Ketut Dewi Febrayani
Pixabay
Ilustrasi - Inflasi Bali Diprediksi Turun Juni, Indeks Ekspektasi Harga Umum Lebih Rendah dari Bulan Sebelumnya 

DENPASAR, TRIBUN BALI - inflasi Bali diprediksi merosot pada bulan Juni, Indeks Ekspektasi Harga Umum lebih rendah bulan-bulan sebelumnya.

Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali pada April 2024 meningkat sebesar 110,7 atau naik 9,6 persen (yoy) dibandingkan Bulan April 2023.

Peningkatan IPR ini didorong oleh kegiatan konsumsi masyarakat pada periode Bulan Ramadhan hingga Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali, Erwin Soeriadimadja saat dikonfirmasi Senin (20/5) menyampaikan, meningkatnya penjualan eceran tersebut didorong oleh pertumbuhan Sub Kelompok Sandang yang meningkat sebesar 4,7 persen (mtm), Kelompok Barang Lainnya sebesar 3,4 persen (mtm) dan Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi sebesar 3,1 persen (mtm).

Baca juga: Jelang Idul Fitri, Inflasi Bali Alami Kenaikan 0,93 Persen

Hal itu sejalan dengan peningkatan kegiatan masyarakat pada saat periode HKBN Idul Fitri dan kuatnya daya beli karena adanya tambahan tunjangan hari raya (THR) bagi para pekerja dan banyaknya program potongan harga menjelang Lebaran.

Sementara itu, terdapat kelompok barang yang terkontraksi menahan penguatan penjualan eceran yakni pada Kelompok Barang Peralatan Informasi dan Komunikasi sebesar -3,5 persen (mtm) dan kelompok barang Suku Cadang dan Aksesori sebesar -1,4 persen (mtm).

Dari sisi harga, tekanan inflasi pada Juni 2024 diprakirakan menurun, tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan mendatang tercatat sebesar 198,0 lebih rendah dari IEH bulan sebelumnya sebesar 200,0.

Dalam menjaga kinerja penjualan eceran dan tingkat konsumsi masyarakat, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bali senantiasa berkoordinasi erat dalam menjaga stabilitas harga komoditas agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan ekonomi Bali tetap tumbuh kuat. (avc)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved