KazanForum 2024

Rusia dan Negara-negara Dunia Islam Akan Bikin Badan Pertanian dan Ekologi Bersama

Organisasi baru tersebut merupakan salah satu bidang kerja sama antara Rusia dan negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Editor: Kander Turnip
Istimewa/Kazan Forum/RIA
Presiden Kamar Dagang dan Industri Federasi Rusia, Sergey Katyrin berbicara pada acara Forum Ekonomi Internasional XV "Rusia – Dunia Islam: KazanForum" yang digelar di Kota Kazan, Republik Tatarstan, Federasi Rusia, 14-19 Mei 2024. 

Rusia dan Negara-negara Dunia Islam Akan Bikin Badan Pertanian dan Ekologi Bersama

TRIBUN-BALI.COM, KAZAN – Presiden Kamar Dagang dan Industri Federasi Rusia, Sergey Katyrin menyebutkan, ada usulan untuk membentuk badan internasional untuk pertanian dan ekologi, pada acara Forum Ekonomi Internasional XV "Rusia – Dunia Islam: KazanForum" yang digelar di Kota Kazan, Republik Tatarstan, Federasi Rusia, 14-19 Mei 2024.

Menurutnya, struktur baru tersebut akan membantu merumuskan usulan masyarakat dunia dari negara-negara dunia Islam dan negara-negara BRICS.

Baca juga: Forum Diplomat Muda di KazanForum Rusia Dihadiri 30 Orang dari 20 Negara

Organisasi baru tersebut merupakan salah satu bidang kerja sama antara Rusia dan negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Di momen yang sama, Ketua Kamar Dagang dan Industri Republik Tatarstan, Shamil Ageev mengatakan, interaksi dengan OKI juga dilakukan di tingkat regional. Republik ini secara bertahap membangun kontak dengan negara-negara Islam.

Baca juga: Ini Isu Kritis Hubungan Rusia dan Negara-negara Islam, Kata Kepala Badan Investasi Tatarstan

"Tatarstan secara aktif mencari koneksi baru. Rustam Minnikhanov sering bepergian ke negara-negara Asia. Misi bisnis sedang dipersiapkan untuk setiap perjalanan. Perwakilan Iran dan Turki melewati Kamar Dagang dan Industri kami. Sekarang Malaysia bergabung dengan Pakistan," kata Ageev.

Ketua Persatuan Kamar Umum Libya, Mohammed Rayed mengatakan, Libya siap mengembangkan kerja sama dengan Rusia. Ia mencatat bahwa negara-negara tersebut aktif bekerja sama hingga tahun 2011.

Baca juga: Malaysia Dukung Kebijakan Bebas Visa dengan Rusia, Bandingkan Wisatawan yang Datang ke Indonesia

Menurut dia, ada undang-undang bagi investor di negara tersebut, yang mengasumsikan dana mereka tidak dapat diganggu gugat dan tidak adanya tekanan terhadap dunia usaha.

“Kami siap mengundang perwakilan perusahaan dan kamar dagang dan industri Rusia. Kami memberikan kondisi yang baik bagi investor, dan kami berharap dapat menjalin kerja sama yang erat,” kata Ryad. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved