KazanForum 2024

Organisasi Kerja Sama Islam Akan Mengembangkan Kerja Sama dengan Rusia

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menilai positif kerja sama dengan Federasi Rusia, dan melihat prospek pengembangan hubungan.

Editor: Kander Turnip
Istimewa/Kazan Forum/RIA
Perwakilan Islamic Development Bank, Murad Yandiyev berbicara pada Forum Ekonomi Internasional XV "Rusia – Dunia Islam: KazanForum" yang digelar di Kota Kazan, Republik Tatarstan, Federasi Rusia, Jumat 17 Mei 2024. 

Organisasi Kerja Sama Islam Akan Mengembangkan Kerja Sama dengan Rusia

TRIBUN-BALI.COM, KAZAN – Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menilai positif kerja sama dengan Federasi Rusia yang berstatus negara pengamat sejak 2005, dan melihat prospek pengembangan hubungan.

Hal ini dikatakan Deputi Sekretaris Jenderal OKI Bidang Politik, Mukhamed Tekaya pada konferensi pers "55 tahun OKI: implementasi praktis kerja sama multi-vektor antara Rusia dan OKI untuk dialog" dalam kerangka Forum Ekonomi Internasional XV "Rusia – Dunia Islam: KazanForum" yang digelar di Kota Kazan, Republik Tatarstan, Federasi Rusia, Jumat 17 Mei 2024.

Baca juga: Forum Diplomat Muda di KazanForum Rusia Dihadiri 30 Orang dari 20 Negara

“Tahun 2025 akan menjadi tahun yang sangat penting bagi kedua belah pihak. Peringatan 20 tahun perolehan status pengamat Rusia di Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) akan dirayakan. Sejak Federasi Rusia memperolehnya, hubungan di antara kami mulai berkembang. Kami menganggap perkembangan ini sebagai tahun yang sangat penting bagi kedua belah pihak, positif dan menjanjikan,” ujarnya.

Menurut dia, penguatan hubungan Rusia dengan negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam bertujuan untuk memperkuat aspirasi dan gerakan bersama untuk memperkuat landasan perdamaian di kancah internasional.

Baca juga: Pakar TI di KazanForum Rusia Desak Pemerintah Negara Bagian Bersatu Perangi Kejahatan Dunia Maya

Dia menyebut KazanForum, yang diadakan setiap tahun di Tatarstan, merupakan acara penting yang membuka peluang baru untuk kerja sama ekonomi dan interaksi lainnya antara Federasi Rusia dan negara-negara Islam.

Perwakilan Islamic Development Bank, Murad Yandiyev mengatakan, masih banyak yang belum mengetahui dan memahami apa itu OKI, padahal OKI merupakan organisasi terbesar kedua setelah PBB.

Ini mencakup lusinan organisasi dari banyak negara Muslim di seluruh dunia.

Baca juga: KazanForum Usulkan untuk Membentuk Komite Internasional di Bidang Farmasi

“Jika Anda berpikir bahwa OKI adalah sebuah organisasi yang bisa Anda hubungi dalam satu isu, maka hal ini tidak benar. Ini termasuk, misalnya, Bank Pembangunan Islam (Islam Development Bank). Ini adalah organisasi yang sangat besar. Ini adalah pintu masuk yang sangat baik ke dalam OKI, dunia Islam. Ini adalah 57 negara peserta tetap, 5 negara pengamat, termasuk Rusia,” kata Yandiev.

Direktur Departemen Penerangan Organisasi Kerja Sama Islam, A Salehi, menyoroti fakta bahwa budaya Muslim berkembang di Rusia.

OKI bekerja sama dengan negara Rusia dan media massanya untuk pengembangannya.

Baca juga: KazanForum 2024, Keuangan dan Logistik di Negara-negara Islam Akan Berubah

“Hubungan ini telah mengarah pada pengembangan banyak program pengembangan profesional. Misalnya, lokakarya media diadakan kemarin,” kata Direktur Jenderal Persatuan Badan Informasi Organisasi Kerja Sama Islam, Mohammed Al-Yami.

Dia menyerukan penguatan fondasi yang menjadi landasan kantor berita dan media lainnya. “Kami tentu berupaya menjalin kerja sama multilateral mungkin,” kata Al-Yami. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved