Berita Nasional
BURONAN Pembunuh Vina & Eky Dibekuk Polisi, Pegi Ubah Nama Jadi Robi, Jadi Kuli Bangunan di Bandung
Pegi Setiawan alias Perong, tersangka aktor intelektual kasus pembunuhan sepasang kekasih Vina dan Muhamad Rizky alias Eky tahun 2016 telah ditangkap.
TRIBUN-BALI.COM - Pegi Setiawan alias Perong, tersangka aktor intelektual kasus pembunuhan sepasang kekasih Vina dan Muhamad Rizky alias Eky tahun 2016 telah ditangkap polisi. Sosok Pegi alias Perong ternyata tidak terlalu dikenal oleh warga desanya.
Ketua RT 2/3, di Blok Simaja, Desa Kepompongan, Kecamatan Talun, Cirebon, Aries Lesmana mengungkapkan, bahwa Pegi jarang bergaul dan lebih sering bermain di luar desa. "Saya kurang tahu apakah dia sering pulang atau tidak.
Terakhir lihat waktu Lebaran kemarin," ujar Aries saat diwawancarai media, Kamis (23/5). Menurutnya, Pegi jarang berkumpul dengan teman-temannya dan hanya menyapa tanpa tahu bahwa dirinya adalah ketua RT. "Orangtua Pegi juga belum pernah mengeluh soal kasus anaknya," ucapnya.
Foto Pegi yang beredar di media sosial dan berita memang menunjukkan rumahnya. Tetapi Aries mengakui dirinya tidak terlalu mengenal Pegi secara pribadi.
"Bapaknya Pegi namanya Rudi dan ibunya Kartini," jelas dia. Sementara, salah satu warga sekitar, Masniah (55), menyebut, Pegi sejak kecil sudah tinggal di rumah neneknya.
"Ya dari dulu (kecil) Pegi tinggal di sini, kesehariannya Pegi kuli bangunan," ujar Masniah. Menurutnya, sudah lima hari Pegi meninggalkan rumahnya.
Saat itu, Pegi pergi meninggalkan Cirebon menuju Bandung untuk ikut ayahnya bekerja. "Pegi sudah 5 hari ke Bandung, ikut ayahnya," ucapnya.
Baca juga: SADIS! Aksi Geng Motor di Cirebon Tewaskan Vina & Eki, Sang Ayah Bergetar Cerita Pencarian Pelaku!
Baca juga: HOROR! Tragedi Korban Geng Motor di Cirebon Diangkat Jadi Film, Vina Sebelum 7 Hari Segera Tayang!

Ia mengungkapkan, sudah cukup lama Masniah tidak melihat Pegi beraktivitas di rumah. Sebab, Pegi juga jarang bergaul dan hanya ibunya saja yang kerap mengikuti agenda pengajian.
"Terakhir ngeliat di sini kurang paham, karena saya jarang ketemu sama Pegi. Tapi ibunya saja suka ngomong ke saya," ucapnya.
Masniah juga telah mengetahui, bahwa Pegi telah ditangkap oleh kepolisian. Rumah nenek Pegi alias Perong di Blok Simaja, Desa Kepompongan, Kecamatan Talun, Cirebon didatangi polisi, Rabu (22/5).
Pantauan Tribun di lokasi, petugas mendatangi lokasi menggunakan dua kendaraan roda empat. Terdapat pula petugas yang menggunakan sepeda motor.
Masyarakat dan media tidak diperkenankan untuk terlalu dekat ke lokasi. Dilihat dari jauh, akses menuju rumah milik nenek Pegi alias Perong melewati perkebunan. Petugas terlihat berkumpul di dekat halaman rumah nenek Pegi alias Perong.
Di akses menuju rumah neneknya Pegi juga, petugas berjaga agar tidak ada masyarakat maupun media yang terlalu dekat. Salah satu warga, Masniah (55) membenarkan bahwa rumah yang didatangi kepolisian dari Polres Cirebon Kota merupakan milik neneknya Pegi alias Perong.
"Itu rumah neneknya Pegi, nama lengkapnya Pegi Setiawan," ujar Masniah. Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota, AKP Anggi Eko Prasetyo menjelaskan, kedatangan polisi ke rumah nenek Pegi alias Perong guna melakukan penggeledahan.
Hal itu dilakukan sebagai bagian dari prosedur penyidikan. Penggeledahan tersebut dimulai pada pukul 13.30 WIB dan berlangsung selama kurang lebih tiga jam hingga selesai pukul 16.30 WIB.
"Dapat kami sampaikan, pada hari ini Rabu (22/5), tadi kami petugas gabungan dari Dirkrimum Polda Jabar dan Polres Cirebon Kota bersama-sama melaksanakan prosedur penyelidikan, yakni penggeledahan," ujar AKP Anggi.
Menurutnya, penggeledahan dilakukan di kediaman pelaku berinisial P dengan tujuan mencari bukti-bukti yang dapat membantu proses penyidikan yang sedang berjalan. Namun, ia menegaskan bahwa informasi detail mengenai hasil penggeledahan belum bisa disampaikan ke publik.

"Karena sifatnya penyidikan, maka mohon maaf belum bisa kami sampaikan, tentunya perkembangan-perkembangan ketika sudah dianggap bisa disampaikan ke publik, kami akan sampaikan melalui humas," ucapnya.
Dalam penggeledahan tersebut, petugas menemukan tiga orang di dalam rumah, yang merupakan anggota keluarga dan beberapa saksi. "Di dalam tadi (kami temui) ada tiga orang, tentunya mereka pihak keluarga dan ada beberapa saksi," jelas dia.
Penggeledahan ini diharapkan dapat mengungkap lebih lanjut mengenai kasus pembunuhan Vina dan Eki. Serta membawa keadilan bagi keluarga korban.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Kombes Jules Abraham Abast mengatakan, Pegi alias Perong ditangkap di Jalan Kopo, Kota Bandung, Jawa Barat, sekitar pukul 18.23 WIB. Saat itu Pegi hendak pulang usai bekerja sebagai kuli bangunan.
Menurut Jules, selama ini Pegi selalu berpindah tempat, sehingga polisi sempat kesulitan untuk melacak keberadaannya. Pegi selama ini berpindah tempat dari Cirebon ke Bandung.
"Berpindah tempat, di antaranya Cirebon dan Bandung," kata Jules.Jules mengungkapkan, selama menjadi buron Pegi menggunakan nama lain. Di tempat kerjanya, Pegi mengaku bernama Robi.
"Dia berganti nama. Panggilan di tempat kerja (kuli bangunan) mengaku bernama Robi," terang Jules. (Tribun Network)
Berasal dari Keluarga Tak Mampu
KELUARGA Pegi Setiawan alias Perong, yang baru-baru ini rumahnya digeledah oleh pihak kepolisian terkait kasus pembunuhan Vina dan Eki, dikenal sebagai keluarga tak mampu dan sering mendapatkan bantuan sosial.
Kepala Desa Kepompongan, Wawan Setyawan menjelaskan, kondisi keluarga Pegi dan penangkapan yang mengejutkan masyarakat setempat.
"Ya betul kemarin ada penggeledahan (oleh pihak kepolisian ke rumah Nenek Pegi), tapi kami tidak tahu (kedatangannya). Tahu-tahu sudah terjadi keramaian, penggeledahan atas peristiwa tersebut (Vina dan Eki)," ujar Wawan saat ditemui di kantornya, Kamis (23/5).
Ia mengungkapkan, bahwa keluarga Pegi, yang terdiri dari orangtua bernama Rudi dan Kartini, dikenal keluarga tak mampu dan sering menerima bantuan dari pemerintah desa.
"Kami melihat kondisi keluarga Pegi sekeluarga itu yang kami tahu orang kurang mampu. Makanya kami sempat memberikan bantuan program rutilahu sebanyak 2 kali, bantuan PKH dan bantuan lainnya, karena memang kondisinya semacam itu," ucapnya.
Meskipun Pegi tercatat sebagai warga Desa Kepompongan, Wawan menambahkan, bahwa Pegi sendiri jarang dikenal oleh masyarakat setempat karena lebih sering berada di Kota Cirebon.
"Pegi tidak dikenal oleh masyarakat, karena yang bersangkutan tidak pernah hidup di Desa Kepompongan, jadi di luar khususnya di Kota Cirebon, karena rumah Pegi juga berbatasan dengan wilayah kota," jelas dia.
Namun, yang membuat situasi menjadi lebih membingungkan adalah fakta bahwa di Desa Kepompongan terdapat lima nama Pegi.
"Uniknya yang membuat kami bingung, di Desa Kepongpongan sendiri ada 5 nama Pegi. Sedangkan, Pegi yang kemarin ditangkap itu, kehidupan sehari-harinya di wilayah kota, jarang bergaul di desa," katanya.
"Jadi, Pegi yang ditangkap mah kurang dikenal oleh masyarakat, tapi Pegi lainnya dikenal karena sering bergaul," katanya.
Wawan juga menambahkan, bahwa masyarakat desa tidak menyangka dengan kabar penangkapan Pegi. "Sebenarnya Allahuallam ya, kalau ditanya nyangka enggak dengan kabar penangkapan Pegi," ujarnya.(Tribun Network)

Kisahnya Difilmkan, Kasus Pembunuhan Vina Kembali Dibicarakan Publik
PENGACARA kondang, Hotman Paris siap membantu pihak keluarga agar kasus pembunuhan Vina diusut tuntas dan tiga pelaku yang masih buron dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Diakui Hotman, kasus pembunuhan Vina kini menyita perhatian publik hingga polisi kembali melakukan penyidikan setelah difilmkan oleh sutradara Anggy Umbara di bawah naungan Dee Company.
Secara pribadi, Hotman merasa iba melihat keluarga Vina berjuang sendiri mencari keadilan karena masih ada tiga pelaku diduga sebagai otak pembunuhan Vina masih berkeliaran bebas.
"Nah tentu tetap terimakasih karena gara-gara itu (film) lah kasus ini pengais keadilan ini bayangkan coba mereka (keluarga) sendiri tidak tahu kejadiannya," tutur Hotman.
Dheeraj mengatakan bahwa dirinya memang ingin membuat kasus ini kembali naik ke permukaan dan jadi pembicaraan khalayak ramai. "Jadi intinya kalau saya bicara dari produksi film intinya kalau nggak ada film ini kan kasihan keluarga udah delapan tahun kasusnya terkubur," kata Dheeraj.
"Dengan adanya film ini kita ingin masyarakat tahu, Polda Jabar juga semua, dari dorongan netizen. Awal saya ketemu kalian kan tidak bisa tersenyum seperti sekarang jadi intinya itu lah semoga keluarga mendapatkan keadilan," terusnya.
Hotman melanjutkan bahwa sejak awal masyarakat hanya diberitahu bahwa Vina meninggal karena kecelakaan dan kabar soal pembunuhannya masih simpang siur. Hingga akhirnya delapan anggota geng motor berhasil diamankan dan menjalani hukuman seumur hidup, barulah terungkap bahwa kasus tersebut adalah sebuah kasus pembunuhan.
"Mereka mikir kok waktu pertama kali disebutkan kecelakaan tunggal yang mengatakan itu adalah oknum polisi padahal motornya gak rusak, handphonenya enggak rusak," beber Hotman.
"Dari awal ini sudah ada sesuatu kekurang seriusan penanganannya," katanya. Sebagai informasi, Hotman Paris dengan tegas mendesak kepada pihak kepolisian agar membuka kembali kasus tersebut dan melakukan BAP ulang ke delapan narapidana yang sudah diamankan.
Hal itu untuk mencari tahu dimana keberadaan tiga orang terduga pelaku yang disebut-sebut merupakan keluarga polisi dan anggota dewan Cirebon. (tribun network)
Made Vaniradya Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai Nipah, Firasat Buruk Ayah Terjadi |
![]() |
---|
CEO Tribun Network, Dahlan Dahi, Dinobatkan Jadi Tokoh Media Berpengaruh oleh MAW Talk Award |
![]() |
---|
DEMO 28 Agustus di Depan Gedung DPR Ricuh, di Bali Tuntut Stop PHK, Tolak Tunjangan Berlebih DPR! |
![]() |
---|
MK Putuskan Wamen Dilarang Rangkap Jabatan sebagai Komisaris BUMN |
![]() |
---|
MK Putuskan Wakil Menteri Dilarang Rangkap Jabatan, Inilah 32 Wamen yang Merangkap Jabatan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.