Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Nasib Pabrik Air Minum Gianyar Tidak Jelas. Direksi Terkesan Tertutup

proyek yang menelan anggaran sekitar Rp 19 miliar yang telah beroperasi sejak Februari 2021 tersebut, belum terdengar penghasilannya

Tayang:
istimewa
Suasana pabrik Air Minum Dalam Kemasan milik Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani Gianyar, Jumat 14 Juni 2024. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) atau Be Gianyar milik Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani atau PDAM Gianyar, Bali sempat digembar-gemborkan akan menyumbangkan Pendapat Asli Daerah (PAD) miliran rupiah.

Namun, proyek yang menelan anggaran sekitar Rp 19 miliar yang telah beroperasi sejak Februari 2021 tersebut, belum terdengar penghasilannya.

Bahkan sejauh ini, pihak Perumda Sanjiwani terkesan menutup-nutupi kondisi penghasilan AMDK ini.

Baca juga: Selamat Jalan Yolla, Korban Tewas ke 11 di Kasus Kebakaran Gudang LPG Denpasar, Belum Ada Tersangka?

Sebab, Dirut Perumda Sanjiwani, Made Sastra Kencana beberapa kali dimintai penjelasan tentang pendapatan AMDK ini, ia tidak pernah memberikan data.

Bahkan lebih mencurigakan lagi, direksi Perumda Tirta Sanjiwani terkesan menghindari awak media sejak adanya pabrik AMDK ini.

Baca juga: Selamat Jalan Budi dan Danu, Korban Kebakaran Gudang Elpiji Denpasar Jadi 9 Orang, Beda Tujuh Jam

Dimana sebelum adanya pabrik, direksi hampir setiap bulan memiliki agenda jumpa pers, menyampaikan terkait kemajuan dan permasalahan yang sedang dihadapi saat perusahaan ini masih bernama PDAM Gianyar.

Karena hal tersebut, sejumlah wartawan yang meliput di Kabupaten Gianyar pun mendatangi pabrik AMDK ini ke Desa Bukian, Kecamatan Payangan, tiba di sana sekitar pukul 11.23 Wita.

Mereka ingin mengetahui progres pabrik yang menelan anggaran APBD tersebut. Namun sesampainya di depan pabrik, tampak pintu gerbang terbuka.

Akhirnya wartawan pun masuk ke dalam.

Di dalam, tampak mobil bak terbuka dan ruangan tempat air minum yang sudah dikemas dalam kardus, ruangannya dalam keadaan terbuka.

Namun beberapa kali salam, tidak ada yang menyahut.

Beberapa wartawan pun mendekati pabrik produksi hingga sedikit masuk ke dalam. Namun tetap saja tidak ada satu orangpun.

"Kemana orang-orang, kenapa seperti terbengkalai," celetuk seorang wartawan.

Dirut Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani Gianyar, Made Sastra Kencana saat dikirimi video terkait pabrik sepi, dan diminta konfirmasi terkait progres AMDK Gianyar, ia tidak memberikan respon apapun.

Sementara, Kepala Unit Produksi Air Kemasan 'Be Gianyar', Made Suarka saat dikonfirmasi mengatakan, saat itu para pekerja ada yang sedang beristirahat dan ada juga yang sedang bekerja di luar. 

"Mohon maaf jam 12 tenaga produksi  jam istirahat, tenaga  administrasi satu orang sakit dan 1 orang lagi ke bank melakukan pembayaran pajak dan transaksi lainya," ujarnya.

Ditanya apakah pabrik tersebut memang sering sepi, dan bisa masuk secara bebas tanpa adanya satpam, Suarka mengatakan tidak. "Pas kebetulan produksi galon sudah selesai  galonnya  sudah habis," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved