Kebakaran di Bali

Selamat Jalan Budi dan Danu, Korban Kebakaran Gudang Elpiji Denpasar Jadi 9 Orang, Beda Tujuh Jam

Selamat Jalan Budi dan Danu, Korban Kebakaran Gudang Elpiji Denpasar Jadi 9 Orang, Beda Tujuh Jam

Wahyuni Sari/Tribun Bali
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Korban meninggal dunia akibat insiden kebakaran Gudang penyimpanan gas elpiji 3 Kg di Jalan Kargo Taman Denpasar pada, Minggu 9 Juni 2024 bertambah dua orang. 

Adapun data kedua korban kebakaran tersebut diantaranya Eko Budi Santoso (37) laki-laki dengan luka bakar 80 persen.

Eko sebelumnya merupakan pasien rujukan dari RSUD Mangusada dan meninggal dunia pada Jumat 14 Juni 2024 pukul 05.40 wita di Burn Unit ICU RSUP Prof Ngoerah. 

Baca juga: Dimana Sukojin? 7 Orang Tewas, Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kebakaran Gudang Elpiji di Denpasar

Lalu korban kebakaran kedua yakni Danu Sembara (36) laki-laki dengan luka bakar 79 persen.

Danu juga merupakan pasien rujukan dari RSUD Mangusada dan meninggal dunia pada Kamis 13 Juni 2024 pukul 23.05 wita di Burn Unit ICU RSUP Prof Ngoerah. 

Bertambahnya dua orang ini sebagai korban meninggal dunia membuat jumlah korban meninggal akibat kebakaran gudang elpiji tersebut menjadi 9 orang.

Baca juga: Jenazah Kakak Beradik Korban Kebakaran Gudang Elpiji Denpasar Disambut Tangis Ratusan Orang

Dengan rincian dirawat hingga meninggal dunia di RSUP Prof Ngoerah sebanyak 8 orang dan di RSUD Wangaya Denpasar 1 orang. 

Direktur Medik, Perawatan dan Penunjang RSUP Prof Ngoerah Denpasar dr. Affan Priyambodo menerangkan hingga kini total pasien yang dirawat di RSUP Prof Ngoerah sebanyak 17 pasien dan 8 pasien diantaranya meninggal dunia.

Terdapat tambahan 2 pasien pada Kamis 13 Juni 2024 kemarin. 

“Dan yang masih mendapatkan perawatan intensif sebanyak 9 pasien masih menggunakn alat bantu nafas dan kondisi kritis yang masih menjalani fase akut resustitasi cairan dan perbaikan keadaan umum pasien.

Pasien semua dirawat di Burn Unit dengan rencana tindakan lanjutan tetap memperbaiki keadaan umum dan perawatan luka pasien,” jelasnya.

Sukojin Tak Muncul

Dengan alasan sedang syok berat, hingga saat ini pemilik gudang elpiji tersebut, Sukojin belum juga muncul memberikan keterangan resmi.

Padahal, Sukojin diketahui sempat memenuhi panggilan penyidik di Polresta Denpasar terkait peristiwa kebakaran itu.

Kondisi Sukojin syok berat itu disampaikan Kuasa hukumnya, Siswo Sumarto, Kamis 13 Juni 2024.

Sukojin memang menitip pesan lewat kuasa hukumnya untuk menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Denpasar.

Lewat kuasa hukumnya, Sukojin juga mengucapkan bela sungkawa kepada 7 karyawannya yang meninggal dunia.

"Klien kami mohon maaf atas keresahan selama ini di masyarakat. Kami berbela sungkawa terhadap almarhum. Komitmen klien kami akan membiayai sepenuhnya terhadap korban yang masih dirawat di rumah sakit.

Kedua concern kami juga akan memberikan santunan kepada almarhum, dan ketiga, pihak kami juga concern terhadap biaya anak istri bagi mereka yang berkeluarga sampai pemulihan terpenuhi," kata pria yang karib disapa Bowo ini. 

Klaim Miliki Izin

Meski Disperindag Kota Denpasar membantah mengeluarkan izin operasi gudang tersebut, namun Bowo memastikan kliennya memiliki izin pendirian kegiatan usaha tersebut sebagai CV, yang sebelumnya disebutkan pihak kepolisian bernama CV Bintang Bagus Perkasa sebagai pengecer.

Begitu pula sanggahan dari Pertamina yang menyebutkan bahwa gudang penyimpanan gas milik Sukojin tersebut bukan agen atau pangkalan resmi milik Pertamina.

"Izin itu saat ini masih dalam ranah pendalaman di ranah kepolisian, kalau normatif itu tidak bisa akan berjalan penjualan kalau tidak ada regulasi yang sudah ditentukan dinas terkait. Untuk investigasi lebih dalam belum kami dalami, untuk lebih validnya teman-teman penyidik lebih paham," kata dia

"(Pernyataan Pertamina,-Red) Kami belum sejauh itu (berbicara dengan klien,-Red), kami saat ini  bagaimana caranya fokus dulu bertanggung jawab terhadap korban dan para almarhum.

Karena ini dalam tahap penyidikan kami serahkan kepada pihak kepolisian yang mumpuni," jelasnya. 

Bowo mengungkapkan, bahwa saat ini sang pemilik gudang, Sukojin masih dalam kondisi syok berat akibat kejadian tersebut dan dalam berkomunikasi dengan kuasa hukumnya diwakili oleh istrinya. 

"Ini (izin,-Red) saya kurang paham jadi lebih paham nanti di penyidik aja, karena komunikasi saya dengan klien ini saat ini beliau lagi syok, jadi kita ajak bicara jawabannya agak tidak nyambung, saat ini kita komunikasi lewat istri," bebernya. 

"Karena sudah beroperasi lebih dari setahun. Artinya izin itu memang ada tapi penjabaran lebih luas nanti teman-teman penyidik bisa diklarifikasi. Kami tidak bisa memberi itu karena dalam rangka penyelidikan," imbuh Bowo. 

Bowo menegaskan, bahwa tidak ada praktik atau tindak pengoplosan Elpiji bersubsidi 3 kilogram ke Elpiji non subsidi seperti dugaan-dugaan yang mencuat ke publik. 

"Iya. Karena tidak ada pengoplosan di sana dan saya yakin itu ada insiden kecelakaan," jelasnya.

Bowo menyampaikan, bahwa saat kejadian, Sukojin sedang berada di rumahnya dan mendengar laporan kejadian itu, Sukojin langsung bergegas menuju TKP untuk mengecek kondisi yang terjadi.

Nahas 18 dari 20 karyawannya menjadi korban luka bakar, dan hingga kini 6 diantaranya dinyatakan meninggal dunia. 

"Jumlah pekerja kurang lebih 20 orang. Mereka shift-shiftan tapi untuk pastinya coba kami nanti gali ke admin karena belum bisa kita minta keterangan dan para korban semua kondisi dalam keadaan sakit jadi informasi kita masih terbatas," tuturnya. 

"(Aktivitas karyawan saat kejadian,-Red) Itu juga saya belum dapat. Karena korban semua tidak bisa diminta keterangan," sambungnya.

Lebih lanjut Bowo menambahkan, bahwa kliennya saat ini berfokus pada ranah kemanusiaan terhadap para korban yang ditimbulkan dan dipastikan tidak lari dari tanggungjawabnya dari sisi hukum yang bergulir di kepolisian.  

"Jadi untuk progres itu tali kasih sudah terpenuhi sampai biaya pengiriman almarhum korban luar Bali. Untuk tanggung jawab moril nanti kami akan tuangkan dalam bentuk berita acara. Untuk per hari ini sudah terpenuhi semua. Sudah ada semua, nanti finalnya akan approve, kita ga bisa mengira-gira berapa jumlah nominal, nanti by data semua," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved