Berita Bali
TOWER TURYAPADA, Pemancar Hingga Destinasi Wisata, Diharapkan Jadi Pusat Perekonomian di Buleleng
Teknologi Tower Turyapada ini juga memiliki tinggi bangunan 115 meter yang terletak pada ketinggian 1.521 m dari permukaan laut.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Pembangunan Tower Turyapada Komunikasi Bali Smarts (KBS) 6.0 Kerthi Bali di Desa Adat Amerta Sari, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, sudah mencapai 98 persen.
Tower yang menggunakan anggaran sebesar Rp 418 miliar ini, akan digunakan sebagai pemancar siaran televisi digital, telekomunikasi, internet dan komunikasi radio.
Selain itu, untuk mengatasi blank spot, sehingga masyarakat sekitar Karangasem, Buleleng dan Jembrana bisa menonton televisi tanpa parabola.
Di sisi lain, Tower Turyapada juga akan menjadi destinasi wisata baru di Buleleng.
Baca juga: Gubernur Bali: Kalau Sudah Selesai Ini Turyapada Tower, Paling Mantap
Rencananya, Tower Turyapada akan dilengkapi dengan wahana edukasi berupa planetarium, sky walk, restoran putar 360 derajat dan jembatan kaca, seperti menara Eiffel dan Tokyo Tower.
Kawasan Tower Turyapada juga dirancang ramah lingkungan, karena berisi kebun bunga dan buah, area bermain anak, glamping, flying fox, UMKM dan restoran.
Untuk kenyamanan pengunjung juga disediakan area parkir seluas 1 hektar, dan gondola yang bergerak sepanjang 1.4 kilometer dari area parkir menuju Turyapada Tower.
"Pembangunan tower ini merupakan pemenuhan janji politik saya saat Pilgub 2018. Janjinya dulu akan membangun tower biasa, yang berfungsi untuk mengatasi jangkauan siaran televisi di Buleleng. Karena tanpa bantuan parabola, masyarakat Buleleng tidak bisa menikmati siaran televisi.
Sekarang yang dibangun bukan tower biasa, tapi tower yang juga bisa digunakan untuk destinasi wisata. Jangkauannya bahkan sampai di Karangasem dan Jembrana," ucap Gubernur Bali, Wayan Koster, Sabtu 23 Juli 2022.
Pada bagian pedestal Tower Turyapada akan dilengkapi dengan wahana penunjang seperti wisata konvensi, laboratorium pendidikan, dan museum keunggulan budaya komunikasi dengan menampilkan teknologi yang diciptakan dan diadopsi pada masing-masing era peradaban.
Koster menyebut, Turyapada Tower didesain secara khusus, dengan koefisien ketahanan gempa tertinggi 1.0 G, kekuatan hidup struktur bangunan minimal 500 tahun, serta dibangun dengan sistem struktur ganda sehingga tahan terhadap beban angin dan gempa.
"Tower ini digagas bersama tim dari Fakultas Teknik Universitas Udayana. Sementara pembangunannya dikerjakan oleh PT Hutama Karya KSO PT Yodya Karya, peserta tender dari BUMN yang sudah memiliki pengalaman dan melewati seleksi ketat," jelasnya.
Koster mengatakan tower ini diharapkan dapat menjadi pusat perekonomian baru di Buleleng hingga ke Candi Kuning Tabanan.
Serta menjadi sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemprov Bali, Pemkab Buleleng dan Pemkab Tabanan.
"Saya yakin nanti restoran akan bergerak ke sini. Termasuk hotel, vila dan restoran. Pajak hotel dan restoran nanti masuk ke kabupaten. Provinsi akan membentuk unit untuk mengelola tower ini, supaya bisa dikelola secara profesional dan menjadi sumber baru PAD," terangnya.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali Gede Pramana berkata bahwa pembangunan Tower Turyapada sudah hampir selesai, dan beberapa waktu lalu telah dilakukan uji coba.
“Sekarang 98 persen, tinggal jembatan kaca karena memang memerlukan ketelitian yang benar sama ornamen-ornamen Bali. Itu yang masih berat kami kerjakan ya, mudah-mudahan cuaca tidak mengganggu," jelasnya, Senin 17 Juni 2024.
Pramana menargetkan pada tanggal 4 Juli 2024 ini, Tower Turyapada bisa selesai sesuai dengan kontrak.
Setelah selesai tinggal menunggu dari stasiun televisi pemegang multiplexer (mux) televisi digital untuk bisa memanfaatkan tower tersebut memancarluaskan televisi digital.
“Sebenarnya sekarang setelah uji coba ya udah jalan, cuma sekarang teman-teman televisi yang tinggal masuk ke Turyapada itu," imbuhnya.
Selain itu, Kadiskominfos berharap Artificial Intelligence digunakan di Tower Turyapada.
Pihaknya akan menyiapkan dana khusus untuk itu.
"Teknologi sekarang kan semua pakai, tentu pemerintah akan menyiapkan dana khusus, karena kalau kita tidak menerapkan itu akan tertinggal," jelasnya.
Teknologi Tower Turyapada ini juga memiliki tinggi bangunan 115 meter yang terletak pada ketinggian 1.521 m dari permukaan laut.
Sehingga total ketinggian tower adalah 1.636 m dari permukaan laut.
Paska rampung, pada puncak tower akan dijadikan tempat pemasangan infrastruktur terpadu dan multi fungsi, yang terdiri dari layanan TV Digital terrestrial, telekomunikasi seluler, internet, dan komunikasi radio komunitas.(rtu/sar)
Kumpulan Artikel Bali
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.