Berita Bangli

Bangli Defisit Beras Tiap Tahun, Kementerian Kirim Traktor untuk 20 Kelompok Tani

Berdasarkan data lima tahun terakhir, kebutuhan beras di Bangli terus bertambah. Pada tahun 2018 produksi beras Bangli sebanyak 18 ribu ton lebih.

ISTIMEWA
BANTUAN TRAKTOR - Pemkab Bangli saat menyerahkan bantuan traktor pada 20 kelompok tani di Bangli, Senin (24/6). Bantuan ini merupakan upaya pemerintah meminimalisir angka defisit beras. 

TRIBUN-BALI.COM  - Puluhan kelompok tani di Kabupaten Bangli menerima bantuan alat dan mesin pertanian. Bantuan ini merupakan upaya pemerintah dalam menekan angka defisit beras.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli, I Wayan Sarma mengatakan, hingga saat ini Bangli belum mampu memenuhi kebutuhan bahan pokok beras untuk konsumsi bagi seluruh masyarakatnya Bangli.

"Hal ini dikarenakan banyak faktor, mulai dari jumlah lahan basah/sawah di Bangli yang sedikit, dan lebih didominasi lahan kering atau hortikultura. Selain juga pertambahan jumlah penduduk," ucapnya, Senin (24/6).

Berdasarkan data lima tahun terakhir, kebutuhan beras di Bangli terus bertambah. Pada tahun 2018 produksi beras Bangli sebanyak 18 ribu ton lebih.

Baca juga: LENGKAP! Jadwal Odalan Selama Bulan Juli 2024 pada Berbagai Pura yang Ada di Bali dan Luar Bali

Baca juga: VIRAL Ada Penghuni Gorong-gorong di Bantaran Tukad Mati, Satpol PP Sidak & Tidak Temukan Apapun!

BANTUAN TRAKTOR - Pemkab Bangli saat menyerahkan bantuan traktor pada 20 kelompok tani di Bangli, Senin (24/6). Bantuan ini merupakan upaya pemerintah meminimalisir angka defisit beras.
BANTUAN TRAKTOR - Pemkab Bangli saat menyerahkan bantuan traktor pada 20 kelompok tani di Bangli, Senin (24/6). Bantuan ini merupakan upaya pemerintah meminimalisir angka defisit beras. (ISTIMEWA)

Dengan jumlah penduduk sebanyak 226.200 jiwa, membutuhkan beras sebanyak 22 ribu ton lebih. Bangli kekurangan 3.000 ton beras.

Sedangkan tahun 2022, jumlah kekurangan produksi beras tercatat semakin tinggi, yakni mencapai 11 ribu ton lebih. Dengan 267.133 jiwa, kebutuhan beras mencapai 26 ribu ton lebih. Sementara produksi beras di Bangli hanya sebanyak 14 ribu ton lebih.

Maka dari itu salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bangli untuk mengurangi angka defisit beras yakni dengan optimalisasi pemanfaatan lahan atau intensifikasi.

Kata Sarma, dalam upaya optimalisasi pemanfaatan lahan perlu didukung oleh alat dan mesin pertanian pra panen khususnya traktor.

"Bantuan traktor ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan alat dan mesin pertanian untuk pengolahan tanah bagi petani, dalam rangka peningkatan produksi melalui peningkatan indeks pertanaman. Di mana sumber anggarannya dari APBN," sebutnya.

Lebih lanjut dikatakan, bantuan traktor roda dua yang diserahkan berjumlah 20 unit. Seluruhnya didistribusikan pada para petani yang tergabung dalam 20 kelompok tani. "Tentunya penerima bantuan ini menyebar di empat kecamatan," tandasnya.

Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta menilai pada era mekanisasi saat ini, ketersediaan alat dan mesin pertanian merupakan hal yang urgent dan wajib diperhatikan. Mesin mampu meningkatkan efisiensi kerja dibandingkan dengan pemanfaatan tenaga konvensional.

"Alat dan mesin pertanian juga mampu memotivasi ahli teknologi yang dapat menumbuhkan minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian," ungkapnya.

Ia berharap alat dan mesin pertanian yang diterima oleh kelompok tani dapat dikelola secara agribisnis, dalam bentuk Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA). Dengan demikian, alat dan mesin tersebut terpelihara dan kelompok tani memiliki dana cadangan untuk operasional, serta dana pengganti pembelian alsintan baru untuk regenerasi. (mer)


Meningkatkan Produktivitas

Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta mengungkapkan, penggunaan alat dan mesin pertanian mampu mewujudkan kedaulatan pangan, peningkatan kesejahteraan petani, peningkatan nilai tambah dan daya saing usaha pertanian. Ia berharap ini bisa meningkatkan produktivitas komoditas pertanian di Bangli.

"Program bantuan alsintan merupakan salah satu bentuk intervensi langsung pemerintah, yang kini cukup dominan dalam bidang alsintan. Dengan berkembangnya pemanfaatan alsintan, diharapkan akan mendorong petani untuk meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas pertanian di Kabupaten Bangli," harapnya. (mer)


Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved