Pilgub Bali
Letjen Nyoman Cantiasa dan De Gadjah Digadang-gadang Jelang Pilgub Bali, Nasib Rai Mantra?
Letjen Nyoman Cantiasa dan De Gadjah Digadang-gadang Jelang Pilgub Bali, Nasib Rai Mantra?
Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Beberapa nama digadang-gadang maju dalam Pilgub Bali, kini Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah dikabarkan bakal dipasangkan dengan Wakil Kepala BIN, Letjen TNI I Nyoman Cantiasa.
De Gadjah tak menampik adanya aspirasi masyarakat agar dirinya berpasangan dengan Nyoman Cantiasa.
Sehingga, De Gadjah mengaku akan meneruskan aspirasi tersebut ke DPP Gerindra untuk ditindaklanjuti.
Baca juga: Danrem 163/Wira Satya Tegas, Anggota Ketahuan Main Judi Online Tak Segan-segan Pecat
Kendati demikian, De Gadjah memprediksi pimpinan pusat Gerindra telah mengetahui aspirasi tersebut.
Sebab, banyak politisi senior yang disebut kerap memberikan informasi perpolitikan di Bali kepada pusat.
“Kami akan sampaikan. Pusat juga sudah tahu kayaknya. Bukan hanya kami, Banyak yang menyampaikan.”
“Kita ada tokoh politik, senior, yang menyampaikan itu,” ungkap De Gadjah saat ditemui Tribun Bali di Kantor DPD Gerindra Bali, Rabu 26 Juni 2024.
Baca juga: PILKADA! De Gadjah Panaskan Mesin Gerindra Gianyar, Harus Rangkul Anak Muda dan Perempuan!
Disinggung soal komunikasinya dengan Letjen Nyoman Cantiasa, De Gadjah mengaku dirinya memiliki komunikasi yang baik.
Bahkan, komunikasi itu dikatakan telah berlangsung sejak Nyoman Cantiasa berpangkat Brigjen yang menjabat sebagai Danrem 163/Wirasatya.
Kendati demikian, De Gadjah menegaskan belum ada pembicaraan terkait Pilgub Bali antara dirinya dengan Letjen Nyoman Cantiasa.
“Saya dengan beliau baik. Dari zaman (Letjen Cantiasa) Danrem juga sudah baik. Tapi untuk urusan ini (Pilgub) belum ada pembicaraan seperti itu,” tegasnya.
Lebih jauh, De Gadjah memandang Letjen Nyoman Cantiasa merupakan sosok yang kompeten. Salah satunya, soal keamanan.
Ditambah lagi, kata De Gadjah, Letjen Nyoman Cantiasa adalah lulusan terbaik Akmil tahun 1990 yang meraih Bintang Adhi Makayasa.
“Kalau Cantiasa memang beliau berkompeten. Beliau bintang 3 (Letjen), beliau penguasa teritorial, dan beliau keamanan juga sangat paham.”
“Beliau juga orang pintar. Adhi Makayasa,” pandang De Gadjah.
Diketahui, sebelumnya De Gadjah dipasangkan dengan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra atau Rai Mantra, eks Walikota Denpasar yang juga Anggota DPD RI terpilih Pemilu 2024.
Bahkan, pasangan yang disebut Mantra-Mulia ini telah dideklarasikan usai partai politik di Bali yang tergabung dalam KIM Plus menggelar rapat konsolidasi, 24 Mei 2024 lalu.
Menanggapi hal ini, De Gadjah mengaku menyerahkan tindak lanjut pasangan tersebut kepada masyarakat dan pimpinan KIM Plus di pusat.
Bila nantinya terdapat perubahan instruksi dari pusat, KIM Plus di Bali dikatakan tetap solid dan akan all out menjalankan instruksi.
“Intinya KIM di Bali solid. Kami sampaikan kemarin, setuju dengan paket ini (Mantra-Mulia). Jika ada instruksi lain dari pimpinan kami di pusat, KIM di Bali akan siap all out,” pungkasnya.
Direstui Prabowo dan Jokowi
Sebelumnya, Koalisi Parpol pemenang di Pilpres 2024, Koalisi Indonesia Maju sepakat mengusung pasangan Rai Mantra-De Gadjah di Pilgub bali 2024 mendatang.
Pasangan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Made Muliawan Arya (De Gadjah) dinilai memiliki dukungan paling kuat mengingat paslon berada dibawah pengaruh kemenangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 lalu.
Dengan masuknya 1 calon di Pilgub Bali 2024, peta politik akan kembali bergeser mengingat PDIP pasti akan memajukan nama yang memiliki pengaruh kuat.
Ada kemungkinan sosok besar seperti Giri Prasta akan diusung jadi calon kuat dari PDIP untuk bersaing di Pilkada Bali 2024 mendatang.
Pemilihan paslon Rai Mantra-De Gadjah maju di Pilgub bali 2024 disampaikan usai KIM menggelar rapat konsolidasi di The Brass, Bali pada Jumat 24 Mei 2024 siang.
“Yaitu Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra sebagai bakal calon Gubernur Bali dan Made Muliawan Arya sebagai bakal calon Wakil Gubernur Bali,” ungkap Made Muliawan Arya alias De Gadjah.
De Gadjah mengatakan, pasangan yang selanjutnya disebut Mantra-Mulia ini merupakan pasangan yang direstui oleh dua sosok penting.
Dua sosok tersebut adalah Presiden RI Joko Widodo dan Presiden RI terpilih 2024, Prabowo Subianto yang sekaligus Ketua Umum Gerindra.
“Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang akan dicalonkan atau didukung oleh peserta rapat dalam pelaksanaan kontestasi Pilkada 2024 Provinsi Bali adalah pasangan calon yang didukung oleh Presiden Jokowi dan Presiden terpilih Prabowo Subianto,” jelasnya.
Kendati demikian, De Gadjah yang mewakili KIM mengaku siap mendukung keputusan pusat bila nantinya terjadi perubahan.
Disinggung soal komunikasinya dengan Rai Mantra, De Gadjah mengaku telah menjalin komunikasi.
Bahkan, secara tersirat Rai Mantra disebut siap menerima keputusan dari Jokowi dan Prabowo.
“Sudah. Beliau kan sudah perintah dari Pak Jokowi dan Pak Prabowo. Beliau siap,” ujarnya.
Tak hanya pada Pilgub Bali, KIM yang kini juga diisi oleh NasDem dan PKB itu akan melanjutkan koalisinya hingga ke Pilkada Kabupaten/Kota se-Bali.
Hal tersebut dilakukan guna mengawal keputusan pemerintah pusat hingga ke tingkat daerah demi terciptanya kebermanfaatan masyarakat Bali.
“Para peserta rapat, sepakat berkoalisi sebagai kepanjangan tangan koalisi di pusat dengan tujuan untuk mengawal setiap keputusan pemerintah pusat, dapat tercapai dengan baik.”
“Melalui kebijaksanaan pemerintah daerah sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat Bali,” ungkapnya.
Disinggung soal Pilkada Kabupaten/Kota se-Bali, De Gadjah menerangkan bahwa KIM sepakat hanya mengusung satu Paslon.
Sehingga, tidak mencalonkan dan tidak mendukung Paslon yang di luar keputusan koalisi “jumbo” itu.
“Para peserta rapat sepakat hanya akan mencalonkan 1 pasangan bakal calon bupati dan walikota dalam kontestasi pemilihan kepala daerah 2024 pada masing-masing Kabupaten/Kota di Provinsi Bali.”
“Para peserta rapat sepakat untuk tidak mencalonkan dan tidak mendukung pasangan bakal calon di luar keputusan koalisi,” pungkasnya.
Diketahui, kesepakatan ini terbentuk usai KIM yang kini ditambah NasDem dan PKB memggelar rapat koalisi.
Usai mencapai kesepakatan, hal tersebut diperkuat dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman.
Adapun para peserta rapat yang hadir yakni dari partai Gerindra, Golkar, Demokrat, PSI, NasDem, PKB, dan Garuda.
Sementara Parpol sisanya dikatakan berhalangan hadir. (*)
LEGOWO, Tim Mulia-PAS Tak Lakukan Gugatan ke MK, Beri Catatan Terkait Tingginya Golput |
![]() |
---|
3 Survei Terbaru Pilgub Bali, Siapa Lebih Kuat Mulia-PAS vs Koster-Giri? Peradah Menangkan De Gadjah |
![]() |
---|
LKPP Peradah Rilis Hasil Polling Pilgub Bali 2024, Mulia-PAS dan Koster-Giri Bersaing Ketat |
![]() |
---|
Paslon 01 Berhalangan Hadir, Dialog Kebangsaan Undiknas Batal Digelar |
![]() |
---|
Di Sela Kampanye di Buleleng, Mulia-PAS Uji Coba Program Makan Siang ke Siswa SMK |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.