Berita Bali
JUDI Online Lebih Susah Diawasi Dibanding Tajen! Ketua DPRD Bali Akan Sanksi Anggota yang Main Judol
Dia mengatakan, banyak masyarakat yang mengatakan agar jangan berjudi sebab telah diwakilkan oleh anggota Dewan.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM – Judi online (Judol) rupanya tak hanya dimainkan oleh kalangan masyarakat. Belakangan santer diberitakan mulai dari aparat hingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) juga ikut memainkan judi online.
Menanggapi hal tersebut, I Nyoman Adi Wiryatama selaku Ketua DPRD Bali mengatakan, pengawasan judi online pada masyarakat hingga anggota Dewan sulit dilakukan sebab, judi online dilakukan di dunia maya.
“Itu kan memang sulit kita awasi dunia maya. Tapi biasanya kelihatan dari sisi pergaulan. Sementara belum ada (Dewan main judi online) di Bali,” jelasnya saat ditemui seusai Rapat Paripurna DPRD Bali, Senin (1/7).
Dia mengatakan, banyak masyarakat yang mengatakan agar jangan berjudi sebab telah diwakilkan oleh anggota Dewan.
Tentunya, kata Adi, hal tersebut sangat memalukan. Ia berharap pada anggota Dewan agar jangan mewakili kegiatan yang bukan-bukan. Terlebih user judi online, kata dia, sangat sulit dideteksi sehingga untuk pencegahannya pun juga cukup sulit.
Selain itu juga ditemukan kasus judi online ini membuat seorang aparat tega membakar suaminya hingga tewas karena kerap bermain judi online sehingga sumber penghasilan mereka raib.
Adi Wiryatama pun membandingkan pemberantasan judi ‘Tajen’ yang ada di Bali selama ini dengan judi online lebih mudah dilakukan.
Baca juga: OKNUM Pengoplosan LPG di Banjar Pande Abiansemal Dapat Penangguhan, Kades: Iya Beliau Sudah di Rumah
Baca juga: 87 Orang Lainnya Segera Dideportasi dari Bali, 16 WNA Taiwan Pelaku Kejahatan Siber Juga Didepak!

“Ini sangat berbahaya. Mari kita awasi bersama karena pelan pasti merusak. Daripada judi yang kelihatan kasat mata kan banyak orang tahu, masyarakat tahu, lingkungannya tahu.
Kalau ini tidak. Mereka pribadi sambil tidur dimana mereka judi. Jadi ini sangat berbahaya. Kalau judi Tajen kalau lawannya berani, dia tidak berani, jadi gagal.
Atau di luar ada angin ada hujan Tajen jadi batal. Kalau ini judol, tidak mengenal angin ribut, hujan dia jalanin terus 24 jam.
Jam berapa aja bisa. Ini sulit diawasi. Kita hanya bisa imbau masyarakat, khususnya anggota Dewan tidak melakukan itu,” bebernya.
Sementara itu, jika ditemukan anggota Dewan yang kecanduan bermain judi online kata Adi Wiryatama sebagai pimpinan DPRD Bali akan ada sanksi yang diberlakukan.
“Kalau terlalu kita tegur, sebagai pimpinan saya wajib menegur. Kemudian kalau tidak dapat ditegur akan dibawa ke sidang kehormatan. Kalau tidak bisa dibina secara langsung ya kita bawa ke Dewan Kehormatan.
Nanti di sana ditentukan sanksi. Kalau tidak bisa ditegur Dewan Kehormatan, kita surati induk organisasinya untuk menarik yang bersangkutan untuk tidak di (jadi) anggota (DPR) lagi,” katanya. (sar)
Generasi Muda Hindu Ditempa Jadi Pemimpin Berkarakter di HLYC 2025 |
![]() |
---|
Dua Orang Pendaki Gunung Batukaru Bali Kelelahan, Tim SAR Gabungan Lakukan Evakuasi |
![]() |
---|
IESR dan Pemprov Bali Resmikan Empat PLTS di Tiga Desa, Total Kapasitas 15,37 kWp |
![]() |
---|
BERKAS 22 Tersangka Kasus Penganiayaan Prada Lucky Diserahkan ke Oditurat Militer |
![]() |
---|
MEMANAS! Massa Aksi di Polda Bali Tidak Kondusif, Lempari Batu dan Merusak Fasilitas |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.