Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pilkada Bali 2024

Setelah Mendaftar Lewat KIM, I Nyoman Mulyadi Mangkir di Panggil PDI Perjuangan Tabanan

Mulyadi memilih tidak hadir dalam pemanggilan yang dilakukan oleh DPC PDI Perjuangan pada Senin 1 Juli 2024 pagi.

Tayang:
tribun bali/i komang agus aryanta
Ketua PAC PDI Perjuangan Kediri, I Nyoman Mulyadi - Setelah Mendaftar Lewat KIM, I Nyoman Mulyadi Mangkir di Panggil PDI Perjuangan Tabanan 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Setelah resmi mendaftar sebagai calon Bupati Tabanan dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), Ketua PAC PDI Perjuangan Kediri, I Nyoman Mulyadi langsung dipanggil ke kantor DPC PDI Perjuangan Tabanan.

Hanya saja pemanggilan itu tidak diindahkan dan memilih tidak menghadiri atau tidak memenuhi panggilan itu.

Bahkan Mulyadi menginginkan agar Ketua DPC PDI Perjuangan Tabanan Komang Gede Sajaya berpikir akan kondisi dirinya di PDI Perjuangan Tabanan.

Mulyadi mengaku jika saat ini kondisi DPC PDI Perjuangan yang hendak merapatkan dirinya itu sama halnya dengan peribahasa ‘guru kencing berdiri, murid kencing berlari’.

Baca juga: Megawati 10 Hari di Bali Cermati Pilkada 2024, Dengar Masukan Sebelum Tentukan Calon Gubernur

Peribahasa di atas bermakna bahwa apa pun yang dilakukan oleh guru, akan ditiru oleh murid, mentah-mentah.

Peribahasa itu punya makna yang sama dengan deskripsi orang Jawa terhadap sosok guru sebagai yang digugu dan ditiru, yang dipercaya dan diikuti.

"Samalah sekarang seperti guru kencing berdiri murid kencing berlari," ucap Mulyadi kepada awak Media, Senin 1 Juli 2024

Mulyadi menegaskan, saat ini meminta Sanjaya berpikir. Bahkan dirinya memberikan ruang untuk orang nomor satu di Kabupaten Tabanan itu berpikir tentang kondisi antara dirinya dengan PDI Perjuangan Tabanan saat ini.

Karena itu, dirinya memilih tidak hadir dalam pemanggilan yang dilakukan oleh DPC PDI Perjuangan pada Senin 1 Juli 2024 pagi.

"Saya sengaja memberikan ruang untuk bapak Ketua DPC berpikir. Kalau misalkan nanti dipanggil lagi, itu urusan nanti," tegasnya.

Atas sikap Mulyadi itu, Ketua Partai Gerindra Tabanan, Gde Putu Juliastrawan meyakinkan jika Gerindra menjadi partai pengusung dan siap memenangkan Mulyadi di Tabanan, Bali.

"Gerindra sudah kehilangan kendali mundur, cuma tahu maju saja. Apa saja akan dilawan untuk perbaikan di Tabanan," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Relawan Semut, I Nengah Ardika juga mengatakan hal yang sama.

Dirinya mengaku jika relawan Semut (Semeton Mulyadi Tabanan), tegak lurus pada Mulyadi.

Dirinya juga mengaku taat pada survey yang menjadi kewenangan partai Golkar, yang dibuat secara independen dengan lembaga survei yang jelas.

"Masalah hasil itu silakan partai. Tapi kami yakin 99 persen Mulyadi diusung KIM," imbuhnya. (*)

Kumpulan Artikel Pilkada

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved