Kebakaran di Gianyar

Diduga Korsleting Listrik, Restoran Di Ubud Gianyar Terbakar

Polsek Ubud dan dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di TKP pukul 20.00 Wita

istimewa
Polsek Ubud menggelar olah TKP pasca kebakaran di sebuah restoran di Ubud, Senin 8 Juli 2024 malam - Diduga Korsleting Listrik, Restoran Di Ubud Gianyar Terbakar 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Peristiwa kebakaran terjadi di Restaurant Suka Hotdogs di Jalan Raya Andong, Banjar Ambengan, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Senin 8 Juli 2024, sekitar pukul 19.45 Wita.

Kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Kerugian ditafsir mencapai Rp 30 juta.

Informasi dihimpun Tribun Bali, Selasa 9 Juli 2024, diketahui bahwa pada Senin, sekitar pukul 19.45 Wita, I Nyoman Adi Putra sedang memasak orderan makanan di dapur Suka Hotdogs.

Dapur ini berada di bagian depan restoran.

Baca juga: Kebakaran Garasi di Mengwi Badung, Mobil dan Sepeda Motor Ludes Terbakar

Tiba-tiba ia mendengar suara ledakan dari bagian arah timur bangunan restoran.

Setelah itu, ia mengecek sumber ledakan tersebut dan dilihatnya sudah ada kobaran api yang cukup besar menyala di sekitar lampu penerang ruangan, tepatnya di bagian plafon atap restoran.

Melihat hal tersebut, Adi Putra mencoba memadamkan api dengan cara menyiramkan air.

Namun api tidak mati dan justru membesar.

Lalu Adi Putra menghubungi Manager Restaurant Suka Hotdogs, Deo melalui handphone.

Lalu Deo menghubungi pemadam kebakaran dan Polsek Ubud.

Sekitar pukul 20.00 Wita, Polsek Ubud melalui piket fungsi yang dipimpin oleh Kanit Lantas, Iptu Wayan Sutama, selaku Pawas, dan dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di TKP.

Api dapat dipadamkan sekitar pukul 20.15 Wita.

Kapolsek Ubud, Kompol I Gusti Nyoman Sudarsana saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

Kata dia, benda yang terbakar berupa plafon yang dimodifikasi dengan ilalang, atap bangunan, sejumlah kursi, meja dan kabel listrik.

"Yang terbakar merupakan bangunan permanen dengan ukuran 2,5 meter kali 10 meter. Tidak terdapat korban jiwa, namun kerugian ditafsir mencapai Rp 30 juta," ujarnya.

Terkait penyebab, Kompol Sudarsana belum bisa memastikan. Namun diduga akibat korsleting listrik.

"Dugaan karena terjadi korsleting listrik. Yakni sebelum terjadi kebakaran diawali dengan sumber ledakan dari lampu bagian sebelah timur yang terpasang di plafon," ujarnya. (*)

Kumpulan Artikel Gianyar

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved