Bule di Ubud
VIRAL Bocah Bule di Ubud, KPPAD Minta Aparat Cari Ortunya, Waspada Terjadi Kasus Kemudian Terekspos
Terlebih lagi di Kabupaten Gianyar yang selama ini dikenal sebagai daerah tujuan wisata internasional dan Kabupaten Layak Anak (KLA).
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Bocah laki-laki berambut pirang, berkulit putih, sebut anak Warga Negara Asing (WNA) berkeliaran di Ubud. Bocah bule tersebut kerap terlihat melakukan aktivitas di luar rumah tanpa pengawasan orangtuanya.
Bocah itu sering terekspos tidak memakai baju di jalan ramai, sering memanjat ketinggian, mulai dari memanjat pohon kelapa dan sebagainya. Dia sering terekam saat siang maupun malam.
Komisioner Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali, I Kadek Ariasa mengaku prihatin dan sangat menyayangkan hal seperti itu terjadi di Bali.
Terlebih lagi di Kabupaten Gianyar yang selama ini dikenal sebagai daerah tujuan wisata internasional dan Kabupaten Layak Anak (KLA).
Baca juga: KRI Ahmad Yani-351 Open Ship di Pelabuhan Benoa Bali, Bangun Jiwa Bahari pada Anak-anak
Baca juga: Proyek Sekolah Baru Dimulai 2025, Anggarkan Rp 40 Miliar untuk SMPN 17 Denpasar
"Sebelum-sebelumnya sudah ada beberapa kasus bule atau para wisatawan dewasa yang bertingkah macam-macam dan merusak citra pariwisata Bali. Sekarang ada anak bule bertingkah aneh yang membahayakan dirinya sendiri maupun image pariwisata di Bali. Kami sangat menyayangkan hal tersebut," ujarnya, Senin (15/7).
Ia meminta agar para aparat keamanan jika itu hotel atau vila, supaya mengingatkan dan menegur orangtuanya. "Memang itu anak bule atau anak orang asing, tapi jika terjadi kekerasan yang menimpa anak tersebut, lalu terekspos ke luar negeri, tentu akan mencoreng citra pariwisata Bali," ujarnya.
Pria asal Desa Mas, Ubud ini mengatakan, selama ini kerap terjadi musibah yang dialami oleh anak-anak WNA di Bali. Mulai dari anak WNA tewas tenggelam di kolam hotel hingga menjadi korban kekerasan seksual oleh pengemudi online.
"Sepatutnya semua stakeholder pariwisata Bali bersama instansi terkait terus melakukan peningkatan pengawasan atas berbagai tingkah laku para wisatawan, termasuk anak-anaknya," ujarnya.
"Terlebih akhir-akhir ini sering terdengar wacana peningkatan kualitas wisatawan yang datang ke Bali, bukan hanya kuantitas, agar tidak merusak citra dan alam Bali yang kita sucikan dan banggakan selama ini," sambung dia. (weg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/a-vsbvgsefbhndernj.jpg)