Berita Buleleng

Pekan Imunisasi Nasional Serentak di Buleleng Sasar 67 Ribu Anak 

Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio di Kabupaten Buleleng sudah mulai dibuka. Sesuai jadwal, PIN polio dilaksanakan selama dua tahap.

ISTIMEWA
IMUNISASI – Seorang anak mengikuti imuniasi pada PIN serentak di Kabupaten Buleleng, Rabu (24/7). PIN di Kabupaten Buleleng menyasar sebanyak 67.341 anak berusia 0-7 tahun. 

TRIBUN-BALI.COM - Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio di Kabupaten Buleleng sudah mulai dibuka. Sesuai jadwal, PIN polio dilaksanakan selama dua tahap.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha mengungkapkan, tahap pertama PIN dimulai pada 23 Juli hingga 29 Juli 2024. Sedangkan tahap kedua berlangsung pada tanggal 6 Agustus hingga 12 Agustus 2024.

“Pemberian vaksin polio di Buleleng melalui 1.025 pos. Mulai dari puskesmas, pustu, posyandu, hingga sekolah. Kami juga libatkan Disdikpora (Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga), aparat desa, hingga TNI/Polri agar pelaksanaannya lebih optimal,” ungkapnya Rabu (24/7).

Baca juga: Pengusaha Keluhkan Hotel dan Restoran Bodong di Nusa Penida Klungkung Bali!

Baca juga: 4 Putra Bali Lolos Seleksi Administrasi Calon Pimpinan KPK 2024-2029, Ada Nama Pj Gubernur Bali

dr. Arya mengatakan, PIN di Kabupaten Buleleng menyasar sebanyak 67.341 anak berusia 0-7 tahun. Berdasarkan data Dinkes Buleleng, pada hari pertama pelaksanaan PIN tercatat sebanyak 16.003 anak atau 23,76 persen sudah mendapat vaksin.

“Targetnya 95 persen dari jumlah anak di Buleleng mendapatkan vaksin polio. Seluruh anak diberi vaksin polio ini tanpa melihat status imunisasi sebelumnya,” ujarnya.

dr. Arya mengatakan vaksin polio yang diberikan bentuk tetes. Pemberian vaksin polio ini sifatnya wajib, dengan harapan mampu membuat status anak-anak menjadi kebal.

Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Utama RSUD Buleleng ini mengatakan, pelaksanaan PIN disebabkan karena ada kejadian wabah polio di sejumlah daerah di Indonesia. Hal inilah kemudian menjadi awal pemberian vaksin polio secara serentak.

Melalui PIN ini, lanjutnya, diharapkan mampu mengetahui mengetahui tingkat efektivitas vaksin polio sebelumnya yang telah diberikan kepada anak. Sekaligus menyisir apabila ada vaksin yang kurang efektif. “Faktor yang menyebabkan kurang efektifnya vaksin polio seperti faktor keadaan vaksin, cara pemberian, dan keadaan balita saat itu,” katanya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved