Berita Bali

Event Festival Jazz di Indonesia Banyak Namun Tak Bisa Akomodir Seluruh Musisi yang Ada

Event Festival Jazz di Indonesia Banyak Namun Tak Bisa Akomodir Seluruh Musisi yang Ada

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Konferensi pers kesiapan penyelenggaraan Sthala Ubud Village Festival Jazz 2024.(Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Perkembangan musik jazz di Indonesia baik secara penggemar maupun musisi berkembang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Hal itu terlihat dari banyaknya event musik jazz di Indonesia setiap tahun dan menjadi event tahunan.

Namun dibalik banyaknya festival jazz di Indonesia tidak mengakomodir seluruh musisi jazz yang ada di tanah air.

Baca juga: Beredar Kabar Oknum Kasat di Polresta Denpasar Digerebek Bareng Istri Orang di Jembrana

“Perkembangan jazz saat ini kalau saya lihat itu sebenarnya Indonesia banyak memiliki musisi-musisi jazz. Cuma festival jazz banyak namun tidak bisa mengakomodir semua musisi-musisi jazz,” ujar Co-Founder Ubud Village Jazz Festival Anom Darsana, Kamis 25 Juli 2024 di Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali.

Anom Darsana mencontohkan sejumlah festival jazz yang ada diantaranya seperti Java Jazz, Traffic Jazz, Prambanan Jazz dan lain sebagainya.

Seandainya kalau semua itu mengakomodir musisi jazz kita Indonesia mungkin akan lebih menjadi destinasi jazz seluruh dunia. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Tepat Hari Ulang Tahun Kapolda Bali Dimutasi, Posisinya Digantikan Kapolda Kaltara

“Festival jazz di Indonesia banyak sekali, dan satu-satunya yang benar-benar menjalankan jazz itu ya kami saja (Ubud Village Jazz Festival). Yang lain masih ada campur,” imbuhnya.

 


Festival kami disukai oleh musisi jazz sebenarnya karena mereka datang dan tampil merasa bahwa ini adalah benar-benar dunianya mereka. 

 


“Mereka tampil di panggung Giri, Padi stage mereka lebih enjoy sekali dan lebih senang menikmati festival ini. Di Indonesia banyak festival jazz kenapa kita harus meniru yang sama, kami mencari keunikan dan komite kami merupakan orang-orang yang mempunyai ide sama,” ungkap Anom Darsana.

 


Di tahun pertama menyelenggarakan UVJF hanya ada 150 pengunjung namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap menggelar di tahun depan hingga sudah berlangsung selama 11 tahun.

 


“Meskipun di awal itu susah sekali di penyelenggaraan pertama hanya 150 orang pengunjung. Tapi kita tidak kecewa dan kami ingin merubah dan mengisi festival jazz itu lebih menarik dikemasnya. Seperti kita berkolaborasi dengan fotografer, pelukis, artistik dan itu yang membuat kami lebih hidup,” papar Anom Darsana.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved