Giri Prasta Akan Update TPST Mengwitani Gunakan Teknologi Jepang

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta sebut tetap akan membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang dirancang menggunakan teknologi Jepang.

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta 

Giri Prasta Akan Update TPST Mengwitani Gunakan Teknologi Jepang

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta sebut tetap akan membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang dirancang menggunakan teknologi Jepang.

Namun Giri Prasta tidak menyebutkan di mana TPST itu dibangun.

Baca juga: Ada Laporan Helikopter Terlilit Tali Layangan, Satpol PP Badung: Tak Ada yang Bermain Layang-Layang

Saat ditemui di Gedung DPRD, Giri Prasta mengaku jika Badung tetap akan membangun TPST untuk mengolah sampah.

Mengingat Pemkab Badung sudah berkoordinasi dengan pemerintah Jepang.

"Bagi saya sampah itu prioritas, kedua transportasi, yang ketiga pendidikan, kesehatan dan termasuk juga tenaga kerja," ucap Giri Prasta Selasa 30 Juli 2024.

Baca juga: Pilkada Badung, Paket Adi Arnawa-Gus Bota Muncul dari PDIP untuk Lanjutkan Kepemimpinan Giri Prasta

Pengolahan sampah memang menjadi prioritas di Badung.

Dirinya pun tetap akan memberikan fasilitas pengolahan untuk kesejahteraan masyarakat.

Disinggung mengenai kapan dan di mana TPST berteknologi Jepang akan dibangun, Giri Prasta mengaku sudah ada tim teknis yang menangani.

Baca juga: Disperpa Badung Akan Bangun Jalan Usaha Tani di Delapan Titik, Anggaran Dirancang Rp23,4 Miliar

Bupati dua periode itu hanya menyebutkan akan memaksimalkan pengolahan sampah di TPST Mengwi.

"Itu kan di Mengwi akan kita perbaharui terus. Bahkan yang ada di Jimbaran sudah berjalan TPST-nya," jelasnya sembari mengatakan saya percaya semua masalah tidak bisa selesaikan sendiri, tapi saya yakin semua masalah ada solusinya tapi tetap harus ada komitmen.

Namun pada rancangan peraturan daerah tentang perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Badung tahun anggaran 2024, tertuang program pengelolaan persampahan dirancang sebesar Rp173 Miliar.

Baca juga: TRAGEDI Rumah Bedeng Pekerja Proyek di Tegal Gundul Tibubeneng Badung Terbakar!

Seperti diketahui, sebelumnya Badung merancang pembuatan TPST di Desa Sangeh.

Namun rencana itu ditolak masyarakat setempat, sehingga batal dibangun. 

Dari masalah itu, sampai saat ini rencana pembangunan TPST tak kunjung muncul.

Baca juga: Proyek Jalan Rp 130 Miliar Segera Mulai, Membentang Sekitar 20 Km dari Mambal hingga Pelaga Badung

Padahal  TPST itu dirancang dengan teknologi Jepang.

Pengolahan sampah yang akan dilakukan itu pun dipastikan tidak ada penumpukan sampah, termasuk bau.

Penolahan sampah akan digunakan energi listrik. Namun untuk di Badung belum sampai menjadi energi listrik, hanya sebatas dilakukan pembakaran saja. (*)

 

Berita lainnya di TPST di Badung

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved