Berita Bali
HEBOH! 100 Lebih Hotel di Bali Diretas, Hacker Ganti Nomor Telepon dan Rekening Bank
HEBOH! 100 Lebih Hotel di Bali Diretas, Hacker Ganti Nomor Telepon dan Rekening Bank
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Aloisius H Manggol
Sebanyak 100 Lebih Hotel di Bali Diretas, Pelaku Ganti Nomor Telepon dan Rekening Bank
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Lebih dari 100 hotel di Bali menjadi korban peretasan akun Google Bisnis.
Peretasan ini telah mengakibatkan kerugian signifikan, terutama bagi para tamu hotel yang berisiko tertipu oleh pelaku kejahatan siber.
Hal tersebut dikatakan oleh, Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya.
Baca juga: Bali Dapat Peringatan dari Jokowi, Pembangunan LRT/MRT Banyak Habiskan Anggaran, Ini Respon Pemprov
"Memang cukup meresahkan karena lebih dari 100 hotel yang kena hackers untuk Google bisnis account kita diganti untuk reservasinya nomor telepon hotel kemudian yang paling ini (bahaya) nomor rekening. Itu kan yang membahayakan kalau orang booking, orang enggak tahu kan masuk ke rekening mereka pembayarannya kan berat. Kami di hotel bingung karena nggak ada reservasi," jelasnya saat ditemui Rabu 14 Agustus 2024.
Baca juga: Pilkada Badung 2024 Terancam Tak Ada Koalisi Oposisi, Lawan Kotak Kosong, Koalisi Gemuk Muncul
Lebih lanjutnya ia menjelaskan bahwa peretas mengganti nomor telepon dan rekening bank yang tercantum di akun Google Bisnis hotel-hotel tersebut. Akibatnya, pembayaran yang dilakukan oleh tamu masuk ke rekening pelaku, sementara pihak hotel tidak menerima informasi reservasi apapun. Meskipun situasi ini sangat mengkhawatirkan, ia bersyukur bahwa pihak hotel segera menyadari adanya peretasan.
"Kami mengimbau agar selalu mengecek bisnis account daripada hotel-hotel itu sendiri. Kemudian kalau ada ditemukan cepat diganti dan juga dilaporkan ke bagian siber Polri," imbuhnya.
PHRI Bali, bekerja sama dengan PHRI Pusat, saat ini sedang mengambil langkah-langkah untuk menangani kasus ini, termasuk berencana melapor ke pihak kepolisian siber dan telah mengadakan konferensi pers untuk menginformasikan kejadian ini kepada publik.
Ketika ditanya apakah sudah ada tamu yang tertipu akibat peretasan ini, Rai Suryawijaya menjelaskan bahwa belum ada laporan seperti itu. "Belum, karena keburu kita tahu bahwa ini ada. Kita juga mengimbau kepada customer agar selalu mengkonfirmasi langsung ke hotel, sementara account-account yang bermasalah itu sudah kita close dulu," jelasnya.
Menurutnya, kasus peretasan ini paling banyak terjadi di Kabupaten Badung, namun jumlah pasti hotel yang terdampak di seluruh Bali belum diketahui. "Di Bali lebih dari 100, lebih banyak di Badung," ungkapnya.
Peretasan ini dilaporkan terjadi sejak dua hari yang lalu, dengan awal mula diketahui saat beberapa tamu melaporkan bahwa mereka tidak mendapatkan kamar meskipun sudah melakukan reservasi dan pembayaran. "Kalau nggak salah tanggal 11 sudah mulai orang booking kok nggak ada kamar, dia kan menggantikan nomor hotelnya dan juga nomor rekening hotel itu," terangnya.
Rai Suryawijaya juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap sistem keamanan Google Bisnis yang dinilai lemah, sehingga memungkinkan peretas untuk mengganti informasi penting di akun hotel. "Yang bisa merubah adalah manajemen atau owner properti. Tidak bisa orang lain. Orang lain bisa melihat fasilitas, berapa harganya, namun seharusnya tidak bisa merubah nomor teleponnya, nomor rekeningnya tapi kok bisa. Ini berarti ada kelemahan daripada sistem. Maka perlu ditindaklanjuti," tegasnya.
PHRI Bali sudah melakukan komunikasi dengan pihak Google Indonesia terkait masalah ini. "Ya, pihak Google Indonesia sudah memberikan statement mereka mengimbau agar direvisi lagi untuk bisnis account yang kena masalah," tuturnya.
Namun, Rai Suryawijaya berharap Google dapat memberikan solusi yang lebih permanen untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. "Jadi harus sistem permanen yang bisa merubah adalah owner properti," pungkasnya.
Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Bali Ditutup Hampir Dua Jam, Antrean Kendaraan Mengular |
![]() |
---|
Lindungi Pesisir Bali, 4.000 Bakau Ditanam di Tahura Ngurah Rai, Libatkan Kelompok Nelayan |
![]() |
---|
Kapasitas PLTS di Bali Saat Ini Capai 50 MW, Siapkan Proyek Baru PLTS 9-10 MW di Badung |
![]() |
---|
Sekda Bali Targetkan Ranperda Nominee Selesai Tahun Ini, UMKM Milik WNA Dipastikan Ilegal |
![]() |
---|
UMKM Milik WNA Dipastikan Ilegal, Sekda Bali Targetkan Ranperda Nominee Selesai Tahun Ini |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.